Sep 14, 2026
Hukum

YOGYAKARTA — DPAD DIY Gelar Workshop Perbaikan Buku Rusak

Aroma khas kertas tua bertautan dengan bau lem preservasi membumbung di ruangan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Di a

YOGYAKARTA — DPAD DIY Gelar Workshop Perbaikan Buku Rusak

Aroma khas kertas tua bertautan dengan bau lem preservasi membumbung di ruangan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Di atas meja-meja panjang, jemari para peserta dengan teliti merapikan lembaran-lembaran kertas yang lapuk dan robek. Fenomena ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan cerminan dari bertahannya kecintaan masyarakat terhadap literasi fisik di tengah gempuran pesatnya era digitalisasi. DPAD DIY secara resmi kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak guna merespons tingginya permintaan publik yang ingin menyelamatkan koleksi pustaka mereka.

Daya tahan buku cetak di Yogyakarta terbilang unik. Meski infiltrasi media digital dan buku elektronik (e-book) semakin masif, ribuan pembaca dan pengumpul buku di Kota Pelajar ini masih setia memegang lembaran fisik. Hal inilah yang mendasari DPAD DIY untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pelayanan peminjaman rutin, yakni mengajarkan seni serta teknik pemeliharaan dan preservasi naskah secara komprehensif.

Menyelamatkan Memori Kolektif dari Kehancuran Preservasi

Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa kerusakan fisik pada buku kerap menjadi hambatan utama dalam pelestarian khazanah pengetahuan. Banyak buku langka, koleksi sejarah, hingga naskah kuno terancam musnah akibat faktor usia, kelembapan udara yang tinggi, hingga penanganan yang kurang tepat. Workshop ini hadir memberikan solusi taktis berbasis standar kearsipan profesional demi memperpanjang umur fisik dokumen bersejarah tersebut.

Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan mendalam mengenai perbaikan struktur penjilidan, penambalan kertas menggunakan tisu preservasi khusus, hingga pembersihan noda akibat jamur. Penanganan material kertas tidak bisa dilakukan sembarangan karena membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman atas zat kimia bahan cetak.

"Buku fisik mengandung nilai emosional dan histori yang tidak bisa digantikan oleh layar digital. Ketika sebuah buku tua rusak, kita tidak sekadar kehilangan kertas, tetapi kehilangan lorong waktu menuju pemikiran masa lalu," ujar salah satu instruktur preservasi bahan perpustakaan DPAD DIY saat mendampingi peserta.

Anatomi Kerusakan dan Metode Restorasi Teknis

Berdasarkan analisis teknis kearsipan, proses restorasi buku terbagi menjadi beberapa tahapan krusial. Kegagalan dalam mengidentifikasi jenis kertas dapat berakibat fatal pada kerusakan permanen. Berikut adalah gambaran metode penanganan kerusakan buku yang diajarkan oleh DPAD DIY:

Jenis Kerusakan Penyebab Utama Metode Penanganan DPAD DIY
Kertas Sobek / Lapuk Tingginya Asam Kertas & Usia Penambalan Tisu Reversibel Khusus
Jilid Lepas & Patah Perekat Kimia Lapuk Penjilidan Ulang Jahit Benang Manual
Jamur & Noda Lembap Sirkulasi Udara Bad / Kelembapan Dekontaminasi & Pembersihan Kering

Tingginya antusiasme masyarakat tercermin dari kuota workshop yang selalu terisi penuh dalam hitungan jam setelah pendaftaran dibuka. Peserta hadir dari beragam latar belakang, mulai dari pengelola perpustakaan sekolah, komunitas literasi lokal, mahasiswa, hingga kolektor pribadi. Keberadaan workshop ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan akan restorasi pustaka cetak masih sangat dominan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Perlawanan Sunyi di Era Serba Digital

Gelombang pelatihan ini juga menandai pergeseran paradigma. Di saat banyak analisis memprediksi kematian buku cetak, realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Kehadiran ruang-ruang perbaikan buku memberikan kekuatan emosional tersendiri bagi para pecinta literasi yang menganggap buku sebagai benda fisik bernilai tinggi yang wajib dirawat keberadaannya.

Langkah berkelanjutan dari DPAD DIY ini tidak hanya menyelamatkan wujud fisik buku, melainkan juga merawat ekosistem literasi secara menyeluruh. Dengan mentransfer keterampilan konservasi kepada masyarakat luas, warisan pengetahuan yang tertulis di atas lembaran kertas akan tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi mendatang tanpa kehilangan keaslian nilainya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User