Wihaji Daftar Ketua MKGR, Tri Tito Pacu UMKM di Makassar
Dua tokoh nasional menunjukkan kiprahnya dalam ranah organisasi dan pemberdayaan ekonomi pada penghujung pekan ini. Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (
Dua tokoh nasional menunjukkan kiprahnya dalam ranah organisasi dan pemberdayaan ekonomi pada penghujung pekan ini. Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian hadir di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026) untuk mendampingi pelaku UMKM, sementara keesokan harinya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Wihaji mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (MKGR). Kedua peristiwa ini menjadi potret pergerakan elit politik dan birokrasi yang menyentuh langsung akar rumput.
9 Juli 2026: Tri Tito Karnavian dan Pemberdayaan UMKM Sekitar Tambang
Bertempat di Hotel Claro Makassar, Tri Tito Karnavian memimpin langsung acara Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan yang wilayahnya bersinggungan dengan operasi pertambangan dan migas. Tri Tito menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi bagi masyarakat lingkar tambang agar tidak bergantung semata pada sektor ekstraktif.
“Kita dorong produk-produk kerajinan lokal seperti tenun, anyaman, dan kuliner khas agar naik kelas, bisa bersaing di pasar nasional bahkan ekspor,” ujar Tri Tito di hadapan peserta.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program Dekranas di bawah kepemimpinan Tri Tito yang fokus pada peningkatan kapasitas desain, kemasan, pemasaran digital, dan akses permodalan. Para peserta mendapatkan pelatihan dari mentor bisnis dan konsultan merek, serta sesi konsultasi langsung dengan perwakilan perbankan. Ditekankan pula perlunya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membuka etalase produk unggulan di bandara dan pusat oleh-oleh.
10 Juli 2026: Wihaji Resmi Mendaftar Calon Ketua Umum MKGR
Sehari berselang, Jumat (10/7), panggung politik internal Golkar tersedot ke proses regenerasi di tubuh Ormas MKGR. Wihaji, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, datang langsung ke kantor DPP MKGR untuk menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon Ketua Umum periode 2026–2031. Langkah ini menandai keseriusan Wihaji memperkuat sayap organisasi berbasis gotong-royong yang selama ini menjadi pilar sosial Golkar.
MKGR merupakan salah satu organisasi pendiri Golkar yang memiliki akar kuat di masyarakat melalui semangat kekeluargaan dan kerja bakti. Wihaji, yang dikenal sebagai politisi muda asal Jawa Tengah, membawa visi “MKGR Bergerak: Digitalisasi Layanan Sosial dan Ekonomi Kerakyatan”. Ia ingin mentransformasi MKGR agar lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi milenial dan Gen Z tanpa meninggalkan ruh gotong-royong.
“MKGR harus menjadi rumah besar bagi gerakan sosial yang konkret. Bukan sekadar seremonial, tapi hadir memberi solusi di bidang kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja,” tegas Wihaji usai mendaftar.
Dukungan mengalir dari sejumlah pengurus daerah dan tokoh senior Golkar yang menilai Wihaji mampu menyegarkan ormas tersebut. Jika terpilih, ia akan memimpin lebih dari 3 juta anggota yang tersebar di 34 provinsi.
Sinergi Politik dan Ekonomi Kerakyatan: Benang Merah Dua Peristiwa
Keterkaitan kedua kegiatan ini mungkin tak kasat mata, namun sama-sama merefleksikan upaya memperkuat fondasi sosial-ekonomi masyarakat dari dua sisi: politik kebangsaan dan pemberdayaan ekonomi mikro. Tri Tito, yang juga istri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menyasar langsung hilirisasi produk kerajinan di daerah penghasil sumber daya alam, sementara Wihaji mengonsolidasikan infrastruktur sosial-politik berbasis budaya gotong-royong.
Bagi Golkar, momentum ini bisa dibaca sebagai strategi merangkul spektrum pemilih yang lebih luas. Ormas MKGR di bawah kepemimpinan baru nantinya diharapkan bisa menjadi katalis program-program pemberdayaan sejenis yang digaungkan Dekranas, terutama di kantong-kantong pemilih tradisional Golkar di luar Jawa.
Respons Publik dan Harapan ke Depan
Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Dr. Adi Suryadi, menilai kedua agenda ini menunjukkan bahwa aktor-aktor strategis mulai bergerak lebih awal untuk membangun jejaring dan citra positif. “Ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi bagian dari positioning jangka panjang,” katanya. Sementara itu, peserta pendampingan UMKM di Makassar mengaku terbantu dengan materi praktis yang diberikan. Salah satu peserta, Nurhayati, perajin kain sutra dari Kabupaten Wajo, berharap program serupa berlanjut dengan pendampingan akses pasar ekspor.
Dengan dua peristiwa ini, publik dapat melihat bahwa meski berada di ranah berbeda, upaya membangun ekonomi kerakyatan dan memperkuat organisasi kemasyarakatan terus berjalan paralel. Wihaji dan Tri Tito Karnavian mewakili wajah baru pemimpin yang tak hanya sibuk di panggung elite, tetapi juga mau turun menyentuh persoalan konkret warga.
[SOCIAL_TWEET]: Dua tokoh nasional bergerak: Tri Tito dampingi UMKM lingkar tambang di Makassar, Wihaji daftar calon Ketum MKGR. Politik dan ekonomi kerakyatan berjalan beriringan. #Golkar #UMKMNaikKelas #MKGR[SOCIAL_TG]: 🚀 Dua kabar dari tokoh nasional: Tri Tito Karnavian latih 150+ UMKM di Makassar, Wihaji daftar calon Ketua Umum MKGR. Sinergi ekonomi-politik semakin terasa!
Comments (0)