Vietnam Sita 50 Ribu Sepatu Nike Palsu Senilai Rp 66 Miliar

Otoritas Vietnam berhasil menggagalkan peredaran puluhan ribu pasang alas kaki tiruan yang mengincar pasar domestik dan regional. Dalam operasi gabungan yang digelar awal pekan ini, Kementerian Perind...

Jul 28, 2026 - 10:10
0 1
Vietnam Sita 50 Ribu Sepatu Nike Palsu Senilai Rp 66 Miliar

Otoritas Vietnam berhasil menggagalkan peredaran puluhan ribu pasang alas kaki tiruan yang mengincar pasar domestik dan regional. Dalam operasi gabungan yang digelar awal pekan ini, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam bersama kepolisian setempat menyita hampir 50.000 pasang sepatu bermerek Nike palsu dari sebuah gudang di kawasan industri di pinggiran Kota Ho Chi Minh. Nilai total barang bukti diperkirakan mencapai Rp 66 miliar (sekitar 100 miliar dong Vietnam), menjadikannya salah satu pengungkapan kasus pemalsuan produk terbesar tahun ini.

Menurut sumber kepabeanan, sepatu-sepatu tersebut diproduksi secara lokal dengan bahan baku berkualitas rendah, lalu dikemas dalam kotak dan label yang sangat mirip dengan produk asli. Modus operandinya cukup rapi: pabrik gelap itu menggunakan sistem produksi terputus-putus untuk menghindari deteksi, dan rencananya barang akan didistribusikan ke sejumlah toko online serta pusat perbelanjaan kelas menengah di Vietnam, Kamboja, dan Laos. Pihak berwenang menyebut penggerebekan ini sebagai hasil penyelidikan selama tiga bulan yang melibatkan pemantauan transaksi digital dan pelacakan rantai pasok.

Operasi Besar-Besaran di Kawasan Industri

Lokasi penyitaan berada di sebuah kompleks pergudangan yang selama ini dicurigai menjadi sentra produksi barang-barang konsumsi bajakan. Ketika tim gabungan menerobos masuk pada dini hari, mereka menemukan empat lini produksi yang sedang beroperasi. Ribuan lembar kulit sintetis, sol karet, dan logo Nike siap tempel turut diamankan. Direktur Penegakan Hukum Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menyatakan bahwa barang bukti saat ini sedang diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik untuk memastikan pelanggaran hak kekayaan intelektual. Beberapa tersangka, termasuk pemilik gudang dan tiga supervisor produksi, telah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Operasi ini bukan sekadar respon terhadap aduan pemegang merek. Lembaga pengawas pasar Vietnam belakangan meningkatkan frekuensi inspeksi mendadak karena maraknya keluhan konsumen tentang sepatu yang cepat rusak, jahitan lepas, dan sol mengelupas dalam hitungan minggu. Testimoni yang beredar di forum daring menyebut harga sepatu palsu itu dijual separuh hingga sepertiga dari harga asli, sehingga menarik konsumen yang tidak menyadari risiko kualitas dan keselamatan. Pihak berwenang menekankan bahwa selain merugikan pemegang merek, produk palsu semacam itu juga melemahkan kepercayaan konsumen terhadap pasar ritel nasional.

Nilai Fantastis dan Dampak Ekonomi

Dengan taksiran nilai pasar menyentuh Rp 66 miliar, keuntungan yang hilang dari sisi penerimaan pajak dan royalti lisensi menjadi sorotan. Kamar Dagang Eropa di Vietnam (EuroCham) pernah merilis laporan bahwa peredaran barang palsu di Vietnam menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 2 miliar dolar AS per tahun, mencakup sektor alas kaki, elektronik, hingga farmasi. Kasus ini semakin membuktikan betapa besarnya potensi kebocoran fiskal dari aktivitas ilegal tersebut. Di sisi lain, Asosiasi Pemasok Sepatu Vietnam mengapresiasi langkah tegas pemerintah karena membantu melindungi produsen lokal yang taat aturan dari persaingan tidak sehat.

Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa gempuran produk palsu juga mencerminkan adanya permintaan yang kuat dari segmen masyarakat berpenghasilan menengah bawah yang mendambakan merek global dengan harga terjangkau. Mereka mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat literasi konsumen tentang pentingnya membeli produk orisinal. Sementara itu, pihak Nike Inc. belum memberikan pernyataan resmi terkait penggerebekan ini, namun sepanjang 2025 perusahaan tersebut telah terlibat dalam setidaknya 15 litigasi pelanggaran merek di Asia Tenggara.

Upaya Vietnam Perangi Peredaran Barang Palsu

Vietnam telah menunjukkan komitmen serius dalam memberantas pemalsuan dengan membentuk satuan tugas khusus di bawah Direktorat Pengawasan Pasar. Sejak awal tahun, satuan ini telah menyita lebih dari 120.000 item barang palsu dari berbagai merek internasional. Modernisasi sistem pengawasan turut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pelacakan berbasis data dan kerja sama dengan platform e-commerce untuk menutup toko-toko yang menjual produk tidak resmi. Di tingkat legislatif, parlemen Vietnam sedang membahas revisi undang-undang kekayaan intelektual yang memberi kewenangan lebih besar kepada bea cukai untuk memusnahkan barang bukti tanpa menunggu putusan pengadilan, sebuah langkah yang diharapkan mempercepat efek jera.

Pengungkapan kasus sepatu Nike palsu ini menjadi pengingat bahwa perang melawan pemalsuan memerlukan kolaborasi erat antara otoritas, pemilik merek, dan konsumen. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat memeriksa keaslian produk melalui kode QR resmi dan pembelian di saluran yang terverifikasi. Kegagalan melindungi hak kekayaan intelektual, menurut para pengamat, akan merusak reputasi Vietnam sebagai tujuan investasi manufaktur global—sebuah citra yang tengah dibangun melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan negara tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User