Sep 15, 2026
Nasional

Transjakarta Rampungkan Revitalisasi Halte Non-BRT Universitas Pancasila

Kondisi kesemrawutan akses transportasi publik di kawasan selatan Jakarta perlahan mulai diurai. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) secara resmi telah

Transjakarta Rampungkan Revitalisasi Halte Non-BRT Universitas Pancasila

Kondisi kesemrawutan akses transportasi publik di kawasan selatan Jakarta perlahan mulai diurai. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) secara resmi telah menuntaskan proyek revitalisasi Halte Non-BRT Universitas Pancasila di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Titik transit yang selama ini menjadi simpul krusial pergerakan mahasiswa dan kaum komuter perbatasan Depok-Jakarta tersebut kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih rapi, teratur, dan berorientasi pada keselamatan pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan lapangan tim Beritadua.com, titik pemberhentian bus reguler yang sebelumnya minim fasilitas peneduh dan kerap memicu penumpukan penumpang di bahu jalan kini telah disulap menjadi infrastruktur yang modern. Transformasi ini menjadi bagian dari strategi integrasi antarmoda di sekitar kawasan Stasiun KRL Universitas Pancasila.

Kronologi dan Fase Penataan Titik Transit

Langkah perombakan infrastruktur halte ramah pengguna ini melalui serangkaian tahapan teknis terukur demi memastikan mobilitas harian warga tidak terganggu secara masif:

  1. Fase Audit dan Evaluasi Kelayakan (Awal Kuartal): Transjakarta bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengidentifikasi tingginya risiko keselamatan pejalan kaki akibat ketiadaan batas jelas antara ruang tunggu penumpang dan jalur kendaraan cepat Lenteng Agung.
  2. Fase Pembongkaran dan Rekonstruksi Struktur: Pembongkaran kanopi usang digantikan dengan konstruksi baja kokoh, dilengkapi peninggian lantai peron mikro untuk memudahkan akses keluar-masuk bus bertangga rendah (low entry).
  3. Fase Pemasangan Fasilitas Penunjang Inklusif: Pemasangan blok pemandu tunanetra (tactile paving), pencahayaan LED hemat energi untuk malam hari, serta papan informasi rute digital dan statis.
  4. Fase Uji Coba dan Operasional Penuh: Halte mulai dioperasikan secara penuh dengan pengawasan ketat petugas lapangan guna membiasakan alur naik-turun penumpang yang tertib.
"Penataan halte non-BRT ini merupakan respons konkret atas kebutuhan masyarakat terhadap ruang tunggu yang manusiawi. Kami tidak hanya berfokus pada koridor utama BRT, melainkan juga memperkuat tulang punggung rute pengumpan (feeder) agar komuter merasa aman," ujar perwakilan manajemen Transjakarta saat ditemui di lokasi.

Spesifikasi Fasilitas dan Dampak Arus Lalu Lintas

Sebelum direvitalisasi, titik pemberhentian Universitas Pancasila sering dikritik karena memicu kemacetan minor. Pengemudi angkutan umum dan ojek daring kerap berhenti sembarangan di depan area halte lama yang sempit. Melalui desain baru ini, area tapak halte diperlebar hingga 30 persen tanpa memotong lebar badan jalan utama.

  • Kapasitas Tampung Optimal: Mampu menampung puluhan calon penumpang sekaligus tanpa meluber ke badan jalan raya.
  • Sistem Informasi Penumpang (PIS): Kejelasan peta rute untuk layanan Mikrotrans serta bus Non-BRT seperti rute D21 (UI - Lebak Bulus) dan rute 4B (Stasiun Manggarai - UI).
  • Aksesibilitas Difabel: Penyediaan ramp landai di kedua sisi pintu masuk halte guna memastikan aksesibilitas bagi pengguna kursi roda.

Keberadaan halte yang lebih tertata ini terbukti mampu mengurai titik sumbatan di ruas jalan Lenteng Agung arah Pasar Minggu. Penumpang kini memiliki ruang tunggu beratap yang layak, terlindung dari cuaca panas maupun hujan deras, sekaligus memberikan rasa aman dari potensi aksi kriminalitas jalanan berkat pencahayaan yang optimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User