Sep 15, 2026
Nasional

JAKARTA — Alita dan Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Analisis Gerak di Indonesia

Lansekap transformasi digital di Indonesia kembali mencatatkan milestone penting. Dalam upaya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional, penyedi

JAKARTA — Alita dan Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Analisis Gerak di Indonesia

Lansekap transformasi digital di Indonesia kembali mencatatkan milestone penting. Dalam upaya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional, penyedia solusi teknologi terkemuka, PT Alita Praya Mitra (Alita), secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan konglomerat teknologi asal Jepang, Fujitsu Limited. Kolaborasi ini berfokus pada komersialisasi dan penerapan teknologi pemodelan serta analisis gerak tubuh manusia berbasis AI di tanah air.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan industri domestik terhadap pemrosesan data visual secara real-time. Berbeda dengan sistem konvensional yang mengandalkan perangkat keras rumit, teknologi yang dibawa Alita dan Fujitsu ini mampu merekam dan menganalisis pergerakan sendi serta posisi tubuh secara presisi 3D tanpa perlu menempelkan sensor fisik pada subjek yang diamati.

Lompatan Teknologi Spasial dan Keunggulan Markerless 3D Sensing

Investigasi mendalam terhadap arsitektur teknologi Fujitsu menunjukkan bahwa sistem analisis gerak ini memanfaatkan algoritma deep learning yang dilatih menggunakan jutaan data penanda gerak. Inovasi ini memungkinkan kamera standar menangkap kerangka gerak manusia (*human skeleton tracking*) secara akurat, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang kompleks atau gerakan berkecepatan tinggi.

Sebelum kehadiran teknologi ini, analisis gerak presisi tinggi di Indonesia umumnya bergantung pada laboratorium biomekanika mahal yang menggunakan pelacak inframerah dan sensor tubuh. Hal ini membatasi penggunaannya hanya pada riset skala kecil atau atlet elit tertentu.

Fitur Pembanding Sistem Konvensional (Marker-Based) Solusi AI Alita-Fujitsu (Markerless)
Perangkat Tambahan Sensor fisik & baju khusus Cukup Kamera Standar / HD
Waktu Persiapan 30–60 menit per subjek Instan (Real-time)
Fleksibilitas Lokasi Terbatas di laboratorium Dapat diinstal di mana saja

Direktur Utama PT Alita Praya Mitra menegaskan bahwa integrasi teknologi ini merupakan respon atas kebutuhan efisiensi operasional di berbagai sektor strategis Indonesia.

"Sinergi antara Alita dan Fujitsu bukan sekadar transfer teknologi, melainkan langkah nyata dalam meletakkan fondasi kecerdasan buatan berbasis visi di Indonesia. Kami melihat potensi luar biasa dari analisis gerak ini untuk mendobrak keterbatasan di ranah olahraga, medis, hingga keselamatan kerja industri," ungkap pimpinan Alita dalam keterangan resminya.

Aplikasi Multisektoral: Dari Sports Science hingga Ergonomi Industri

Masuknya teknologi analisis gerak berbasis AI ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan pada tiga sektor utama di Indonesia:

  • Pengembangan Olahraga Nasional (Sports Science): Pelatih dan tim medis dapat menganalisis postur atlet secara terperinci untuk mengoptimalkan performa sekaligus memprediksi risiko cedera sebelum terjadi. Seksi cabang olahraga seperti senam, sepak bola, dan bulu tangkis menjadi target utama penerapan awal.
  • Rehabilitasi Medis dan Kesehatan: Rumah sakit dan pusat rehabilitasi dapat memantau proses pemulihan motorik pasien pasca-stroke atau operasi tulang secara objektif menggunakan indikator data kuantitatif.
  • Ergonomi dan Keselamatan Kerja Manufaktur: Di sektor industri berat, sistem ini mampu mendeteksi gerakan pekerja yang tidak ergonomis atau berpotensi bahaya, sehingga mengurangi risiko kecelakaan kerja dan cedera jangka panjang.

Perwakilan dari Fujitsu Limited menambahkan bahwa pasar Indonesia memiliki kesiapan yang sangat matang untuk mengadopsi solusi AI generasi baru ini.

"Indonesia adalah salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital tercepat di Asia Tenggara. Melalui kemitraan dengan Alita yang memiliki jaringan infrastruktur yang kuat, kami yakin teknologi AI analisis gerak Fujitsu dapat diadopsi dengan cepat dan tepat sasaran," terang perwakilan manajemen Fujitsu.

Tantangan Adopsi dan Efek Domestikasi Teknologi

Meskipun menawarkan potensi yang menjanjikan, adopsi teknologi AI analisis gerak di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan kesiapan infrastruktur komputasi tepi (edge computing) dan integrasi dengan sistem warisan (legacy systems) yang ada di ranah lokal. Kendati demikian, Alita menyatakan kesiapannya untuk menyediakan layanan integrasi sistem secara menyeluruh demi memastikan transisi teknologi berjalan mulus.

Kemitraan Alita dan Fujitsu ini mempertegas tren baru di mana teknologi AI tidak lagi hanya berkutat pada pengolahan teks atau suara (LLM), melainkan telah merambah pada pemahaman spasial dan fisik secara real-time. Penetrasi ini diharapkan dapat mendorong daya saing industri nasional di era persaingan global yang kian ketat.

PT Alita Praya Mitra berkolaborasi dengan Fujitsu Limited membawa teknologi markerless 3D sensing AI ke Indonesia. Poin Kunci: - Mengubah kamera biasa menjadi alat pemantau gerak tubuh presisi tinggi. - Tanpa sensor fisik tambahan pada tubuh. - Berguna untuk pemulihan medis, pencegahan cedera atlet, dan keselamatan kerja industri. Baca berita selengkapnya hanya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User