Sep 15, 2026
Nasional

JAKARTA BARAT — Warga Desak Pemasangan Lampu Lalu Lintas Simpang Pesing

Raungan klakson bersahut-sahutan memecah keheningan pagi di kawasan Simpang Pesing, Jakarta Barat. Di titik krusial yang menghubungkan koridor perumahan Gr

JAKARTA BARAT — Warga Desak Pemasangan Lampu Lalu Lintas Simpang Pesing

Raungan klakson bersahut-sahutan memecah keheningan pagi di kawasan Simpang Pesing, Jakarta Barat. Di titik krusial yang menghubungkan koridor perumahan Green Garden menuju arah Grogol Petamburan ini, kekaosan lalu lintas telah menjadi makanan sehari-hari. Pengendara sepeda motor dan mobil saling memotong jalur tanpa adanya sistem pengatur lalu lintas yang jelas, menciptakan celah bahaya yang mengintai para pengguna jalan setiap detik.

Potret Semrawut di Jantung Jakarta Barat

Persimpangan Pesing bukan sekadar titik temu antar jalan utama, melainkan urat nadi kesibukan harian ribuan warga dari pinggiran Jakarta menuju pusat kota. Namun, ketiadaan fasilitas Alat Penerang Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang memadai mengubah ruas jalan ini menjadi arena adu ketangkasan yang sangat membahayakan keselamatan publik. Penumpukan kendaraan terjadi setiap hari, terutama arus kendaraan dari arah Green Garden yang hendak memotong langsung ke arah Grogol Petamburan maupun Jalan Raya Daan Mogot.

Kehadiran pengatur jalan informal atau yang akrab disapa “polisi cepek” kerap menjadi satu-satunya tumpuan di lokasi tersebut. Sayangnya, intervensi informal ini sering kali justru memperkeruh suasana. Arus kendaraan diprioritaskan berdasarkan siapa yang memberi uang receh, bukan berdasarkan prinsip keselamatan maupun tingkat kepadatan lalu lintas secara menyeluruh.

"Setiap pagi dan sore, situasi di sini sangat mengerikan. Pengendara dari arah Green Garden harus nekat menyeberang ke arah Grogol karena tidak ada lampu merah. Kalau tidak agresif, kita tidak akan pernah bisa lewat, tapi dampaknya fatal karena sering terjadi hampir tabrakan,"
ungkap Bambang (42), seorang pengendara motor asal Kedoya yang saban hari melintasi persimpangan tersebut.

Ancaman Nyata Keselamatan Pengguna Jalan

Penelusuran Beritadua.com di lapangan menunjukkan bahwa titik rawan utama terletak pada pertemu arus cepat dari arah Jalan Raya Daan Mogot dengan arus lokal dari pemukiman warga. Tanpa adanya sinyal lampu lalu lintas yang tegas, blind spot atau titik buta pengemudi meningkat drastis. Data observasi swadaya masyarakat mencatat bahwa ada lebih dari 15.000 kendaraan yang melintasi area ini pada jam-jam puncak pagi (07.00–09.00 WIB) dan sore (17.00–19.30 WIB).

Parameter Analisis Kondisi Jam Sibuk Dampak Keselamatan
Volume Kendaraan Sangat Tinggi (>500 unit/menit) Kemacetan Mengular & Lock Grid
Alat Pengatur Resmi Tidak Ada (Hanya Manual) Risiko Tabrakan Samping Tinggi
Tingkat Risiko Kecelakaan Sangat Tinggi Ancaman Nyata Pengendara Roda Dua

Pengamat tata kota dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Gunawan, menilai pembiaran persimpangan padat tanpa lampu lalu lintas merupakan bentuk kelalaian pemenuhan hak keselamatan publik. "Persimpangan Pesing memerlukan rekayasa lalu lintas permanen. Pemasangan lampu lalu lintas adalah solusi teknis paling mendasar untuk membagi hak jalan secara adil dan teratur," tegasnya saat dihubungi terpisah.

Desakan Resmi Kepada Dinas Perhubungan

Gelombang keluhan masyarakat kini resmi mengarah pada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat. Warga menuntut aksi nyata berupa evaluasi kelayakan jalan dan perancangan ulang sistem penyeberangan di Simpang Pesing. Tak hanya pemasangan lampu lalu lintas, warga juga mengharapkan adanya marka jalan yang jelas serta penempatan personel Dishub pada jam sibuk.

Jika tidak ada penanganan konkret dalam waktu dekat, kekhawatiran akan timbulnya korban jiwa akibat kecelakaan fatal di persimpangan ini tinggal menunggu waktu. Keselamatan ribuan nyawa penglaju yang melintasi Simpang Pesing setiap harinya berada di tangan pengambil kebijakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera bertindak sebelum tragedi memakan korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User