Transaksi QRIS Meningkat, Kolaborasi Jalin dan BACenter Perkuat Ekosistem

Berdasarkan data Bank Indonesia per kuartal III 2024, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 215 persen year-on-year, dengan total nilai...

Aug 07, 2026 - 17:27
0 0
Transaksi QRIS Meningkat, Kolaborasi Jalin dan BACenter Perkuat Ekosistem

Berdasarkan data Bank Indonesia per kuartal III 2024, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 215 persen year-on-year, dengan total nilai transaksi menembus Rp 1.000 triliun. Angka ini mencerminkan adopsi pembayaran digital yang semakin masif di masyarakat, terutama di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tren positif tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) yang merupakan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, bersama Yayasan Bina Astacita Center (BACenter), menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung digitalisasi pembayaran nasional.

Sinergi Strategis untuk Perluasan Akses Pembayaran Digital

Kerja sama antara Jalin dan BACenter ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan pembayaran digital, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur perbankan. Jalin, sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran transaksi antar bank, termasuk pemrosesan transaksi QRIS yang terhubung dengan jaringan ATM dan kanal digital lainnya. Sementara BACenter, sebagai lembaga think tank, akan berkontribusi dalam kajian kebijakan dan pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha lokal.

Di satu sisi, kolaborasi ini berpotensi mempercepat inklusi keuangan dengan menurunkan hambatan biaya dan teknis bagi UMKM untuk bergabung dalam ekosistem pembayaran digital. Di sisi lain, tantangan yang masih dihadapi adalah kesenjangan literasi digital di berbagai wilayah, yang membutuhkan pendekatan edukasi berkelanjutan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan digital baru mencapai 65,4 persen pada tahun 2024, sehingga masih terdapat ruang peningkatan yang signifikan.

"Kolaborasi ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Kami optimistis dengan sinergi ini, target 30 juta merchant QRIS baru pada 2025 dapat tercapai," ujar Direktur Utama Jalin dalam keterangan resminya.

Dampak terhadap Likuiditas dan Stabilitas Sistem Pembayaran

Dari perspektif makroekonomi, peningkatan transaksi QRIS yang didukung oleh infrastruktur yang andal dari Jalin akan berdampak positif pada likuiditas sistem keuangan. Setiap transaksi digital yang tercatat secara elektronik akan meningkatkan kecepatan perputaran uang (velocity of money), yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pro: Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa setiap peningkatan 10 persen transaksi digital dapat menambah 0,2 persen terhadap pertumbuhan PDB. Kontra: Namun, perlu diwaspadai potensi risiko operasional seperti gangguan sistem atau serangan siber yang dapat mengganggu kepercayaan pengguna.

Jalin, yang sebelumnya dikenal sebagai anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan kini berada di bawah naungan Danantara, memiliki kapasitas untuk memproses lebih dari 10.000 transaksi per detik. Dengan kapasitas tersebut, kolaborasi bersama BACenter diharapkan dapat mengoptimalkan utilisasi infrastruktur yang ada, sekaligus menciptakan standar baru dalam keamanan transaksi. Fundamental sistem pembayaran nasional akan semakin kokoh jika didukung oleh regulasi yang adaptif dan pengawasan yang ketat dari otoritas.

Proyeksi dan Tantangan ke Depan

Ke depan, proyeksi pertumbuhan transaksi QRIS diperkirakan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya penetrasi smartphone dan internet di daerah pedesaan. Namun, sentimen pasar terhadap kolaborasi ini masih terbelah. Sebagian analis menilai bahwa sinergi antara BUMN dan lembaga riset akan mempercepat inovasi, sementara yang lain mengingatkan bahwa biaya akuisisi merchant baru bisa membebani margin operasional jangka pendek.

Untuk mengatasi hal tersebut, BACenter akan fokus pada pengembangan program pelatihan bagi pelaku UMKM, termasuk simulasi penggunaan QRIS dan manajemen keuangan sederhana. Sementara Jalin akan terus melakukan pengembangan kapasitas jaringan, termasuk penambahan server di wilayah timur Indonesia yang masih minim konektivitas. Dengan langkah ini, rasio inklusi keuangan yang saat ini berada di angka 88,7 persen diharapkan dapat meningkat hingga 95 persen pada akhir 2025.

Sebagai penutup, kolaborasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran bukan hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan fundamental dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan data yang kuat dan komitmen dari berbagai pihak, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemimpin dalam adopsi pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Namun, keberhasilan tersebut tetap bergantung pada konsistensi implementasi dan kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan perilaku konsumen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User