Topan Dahsyat Ancam Jepang dan Taiwan: Warga Panik Timbun Makanan, Ratusan Penerbangan
Tokyo/Jakarta - Sebuah topan super dengan kekuatan luar biasa kini mengancam wilayah Jepang dan Taiwan, menyebabkan kepanikan massal di kalangan penduduk serta melumpuhkan sebagian besar aktivitas pen...
Tokyo/Jakarta - Sebuah topan super dengan kekuatan luar biasa kini mengancam wilayah Jepang dan Taiwan, menyebabkan kepanikan massal di kalangan penduduk serta melumpuhkan sebagian besar aktivitas penerbangan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Biro Cuaca Pusat Taiwan mengeluarkan peringatan darurat tertinggi pada Rabu (12/3) pagi waktu setempat, menyusul proyeksi jalur topan yang akan menghantam daratan dalam waktu kurang dari 48 jam.
Kekuatan Topan dan Jalur Ancaman
Data satelit cuaca menunjukkan bahwa topan ini membawa kecepatan angin berkelanjutan hingga 215 kilometer per jam dengan hembusan mencapai 260 kilometer per jam. Tekanan atmosfer di pusat badai tercatat sangat rendah, sekitar 915 hPa, menjadikannya salah satu topan terkuat yang mengancam kawasan Asia Timur dalam satu dekade terakhir. Model prediksi cuaca memperlihatkan bahwa topan akan menyapu Kepulauan Ryukyu, melintasi Laut Cina Timur, dan mendarat di Pulau Kyushu, Jepang selatan, sementara hujan deras dan gelombang pasang diprediksi menerjang pesisir timur dan utara Taiwan. Otoritas di kedua negara mengimbau warga di daerah pantai untuk segera melakukan evakuasi mandiri atau mendatangi tempat penampungan yang telah disediakan.
Langkah Antisipasi: Warga Borong Sembako
Laporan dari Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Taipei menggambarkan situasi di pusat perbelanjaan yang nyaris lumpuh akibat lonjakan permintaan. Ribuan warga menyerbu supermarket dan toko serba ada untuk menimbun bahan makanan pokok, air mineral, baterai, senter, serta perlengkapan darurat lainnya. Rak-rak berisi beras, mi instan, roti, serta makanan kaleng terpantau kosong hanya dalam hitungan jam setelah peringatan dikeluarkan. Seorang ibu rumah tangga di Fukuoka, Ayano Nakamoto, mengatakan, "Saya tidak mau mengambil risiko seperti saat topan tahun 2019. Lebih baik bersiap sekarang sebelum semuanya habis." Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk berbelanja secukupnya dan tidak melakukan panic buying yang justru memperburuk rantai pasok. Di Taiwan, antrean mengular di gerai-gerai minimarket sejak Selasa malam, dengan stok masker dan alat penyaring air menjadi barang paling dicari.
Ratusan Penerbangan Dibatalkan, Akses Transportasi Lumpuh
Dampak pada sektor penerbangan langsung terasa. All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) mengumumkan pembatalan setidaknya 420 penerbangan domestik dan internasional yang dijadwalkan pada Kamis dan Jumat, memengaruhi lebih dari 60.000 penumpang. Bandara Narita, Haneda, dan Kansai mulai sepi karena maskapai asing juga menghentikan layanan. Di Taiwan, China Airlines dan EVA Air membatalkan lebih dari 150 penerbangan, sementara transportasi kereta cepat dan konvensional di sepanjang pesisir timur dihentikan sementara. Layanan feri antarpulau di Jepang selatan dan penyeberangan ke Okinawa juga dihentikan. Otoritas bandara menyarankan wisatawan untuk terus memantau status penerbangan dan mempertimbangkan penjadwalan ulang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan operasional dapat kembali normal, mengingat kecepatan pergerakan topan yang fluktuatif.
Respons Pemerintah dan Imbauan Darurat
Perdana Menteri Jepang dalam konferensi pers darurat menyatakan bahwa pemerintah telah mengaktifkan pusat manajemen krisis dan menyiagakan lebih dari 20.000 personel Pasukan Bela Diri untuk membantu evakuasi serta penanganan pascabencana. Pemerintah Taiwan melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional juga telah mendistribusikan karung pasir dan pompa air bergerak ke wilayah rawan banjir. Peringatan gelombang tinggi hingga 12 meter dikeluarkan untuk perairan sekitar Okinawa dan Kepulauan Yaeyama. Warga di daerah aliran sungai diminta waspada terhadap longsor dan banjir bandang, terutama di prefektur Kagoshima, Miyazaki, dan Kumamoto. Sistem peringatan dini melalui ponsel diaktifkan secara masif di kedua negara.
Potensi Kerugian dan Dampak Ekonomi
Analis memperkirakan kerugian ekonomi akibat terganggunya aktivitas industri, logistik, dan pariwisata dapat mencapai ratusan miliar yen dan dolar Taiwan baru. Pabrik semikonduktor di Hsinchu, Taiwan, mulai memperkuat perlindungan fasilitas mengingat sektor ini sangat rentan terhadap gangguan listrik dan banjir. Di Jepang, produsen otomotif di kawasan Chubu dan Kyushu menyesuaikan jadwal produksi. Pasar saham Tokyo dan Taipei dibuka melemah pada sesi pagi, mencerminkan kekhawatiran investor. Namun, pengalaman menghadapi bencana serupa membuat otoritas kedua negara relatif sigap dalam mitigasi.
Hingga kini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi, dan terus mengikuti arahan dari lembaga meteorologi dan pemerintah daerah. Prioritas utama adalah keselamatan jiwa di tengah ancaman topan super yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.
Baca juga:
Comments (0)