Tiga Syarat UMKM Naik Kelas Menurut Wali Kota Malang

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang per September 2024, jumlah UMKM di kota tersebut mencapai lebih dari 12.000 unit usaha, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional ...

Aug 07, 2026 - 14:58
0 0
Tiga Syarat UMKM Naik Kelas Menurut Wali Kota Malang

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang per September 2024, jumlah UMKM di kota tersebut mencapai lebih dari 12.000 unit usaha, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 30 persen. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil melakukan transisi dari skala mikro ke usaha kecil atau menengah. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sebuah forum ekonomi kreatif baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM agar dapat naik kelas. Pernyataan ini menarik perhatian pelaku usaha dan akademisi, karena menyoroti tantangan struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan sektor usaha terkecil di Indonesia.

Pertama: Kapasitas Manajemen dan Literasi Keuangan

Syarat pertama yang ditekankan oleh Wali Kota adalah peningkatan kapasitas manajemen dan literasi keuangan. Menurut Wahyu, banyak pelaku UMKM yang masih mengelola keuangan usaha secara terpisah dari keuangan pribadi, sehingga sulit untuk mengukur profitabilitas dan arus kas secara akurat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM baru mencapai sekitar 45 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 70 persen. "Tanpa pemisahan keuangan dan pencatatan yang baik, pelaku usaha tidak akan bisa mengakses pembiayaan formal dari perbankan," ujar Wahyu dalam sambutannya. Di sisi lain, beberapa pengamat berpendapat bahwa syarat ini terlalu fokus pada aspek administratif, sementara banyak UMKM yang justru membutuhkan pendampingan teknis dalam hal pemasaran digital dan inovasi produk. Pro: Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat memanfaatkan produk kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya relatif rendah, sekitar 6 persen per tahun. Kontra: Namun, pelatihan manajemen yang bersifat generalis seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik sektor usaha tertentu, seperti kuliner atau fashion.

Kedua: Akses Pasar dan Digitalisasi

Syarat kedua yang diungkapkan adalah perluasan akses pasar melalui digitalisasi. Wali Kota menekankan bahwa UMKM harus mampu bertransformasi ke platform e-commerce dan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Berdasarkan data Bank Indonesia per Juli 2024, transaksi e-commerce di Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 12,5 persen year-on-year, mencapai Rp 28 triliun. Namun, hanya sekitar 30 persen UMKM di Malang yang telah terdaftar di marketplace besar. "Digitalisasi bukan hanya soal berjualan online, tetapi juga tentang membangun merek dan loyalitas pelanggan," kata Wahyu. Di satu sisi, digitalisasi membuka peluang ekspor dan penjualan lintas pulau tanpa biaya sewa toko fisik yang tinggi. Di sisi lain, masih banyak pelaku UMKM di daerah pinggiran yang terkendala infrastruktur internet dan biaya operasional perangkat digital. Sentimen pasar terhadap inisiatif ini cukup positif, tetapi para ahli mengingatkan bahwa digitalisasi harus diimbangi dengan logistik dan layanan purna jual yang memadai. Sebagai contoh, UMKM kerajinan anyaman di kawasan Klojen yang berhasil naik kelas setelah bergabung dengan platform ekspor global, menunjukkan bahwa akses pasar memang menjadi katalis utama pertumbuhan.

Ketiga: Kolaborasi dan Kemitraan Strategis

Syarat ketiga adalah membangun kolaborasi dan kemitraan strategis, baik dengan sesama pelaku usaha maupun dengan korporasi besar. Wali Kota menggarisbawahi bahwa UMKM tidak bisa berjalan sendiri; mereka membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari pemasok bahan baku hingga distributor. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM yang terlibat dalam program kemitraan dengan perusahaan besar memiliki tingkat keberlanjutan usaha hingga 80 persen, dibandingkan dengan 60 persen bagi yang tidak. "Kemitraan dapat berupa penyediaan bahan baku dengan harga khusus, pelatihan teknis, atau bahkan akses ke jaringan distribusi nasional," jelas Wahyu. Pro: Kolaborasi ini dapat meningkatkan daya tawar UMKM terhadap fluktuasi harga bahan baku dan membantu mereka memenuhi standar kualitas yang diminta pasar modern. Kontra: Namun, terdapat risiko ketergantungan yang berlebihan pada mitra korporasi, yang bisa membatasi fleksibilitas usaha dan menghambat inovasi mandiri. Fundamental ekonomi makro juga berperan; ketika suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level 6 persen, biaya modal untuk ekspansi menjadi lebih tinggi, sehingga kemitraan menjadi alternatif pembiayaan yang lebih menarik dibandingkan utang bank. Proyeksi ke depan, jika ketiga syarat ini diimplementasikan secara konsisten, maka pada tahun 2026 diharapkan 20 persen UMKM di Malang dapat naik kelas, meningkat dari angka 8 persen saat ini.

Secara keseluruhan, pernyataan Wali Kota Malang ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan UMKM. Meskipun ketiga syarat tersebut terkesan sederhana, implementasinya memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, akademisi, dan sektor swasta. Tanpa dukungan kebijakan yang konkret, seperti insentif pajak atau kemudahan perizinan, syarat-syarat ini hanya akan menjadi wacana. Di satu sisi, optimisme terhadap potensi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal sangat beralasan, mengingat sektor ini menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Di sisi lain, tantangan struktural seperti birokrasi dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dengan demikian, upaya naik kelas UMKM bukan hanya tanggung jawab pelaku usaha, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User