Terowongan Utara MRT Bundaran HI-Kota Rampung Dikerjakan
Ibu kota menorehkan tonggak baru dalam modernisasi transportasi publik. Setelah melalui proses pengeboran bawah tanah yang berlangsung selama beberapa tahun, terowongan pengarah utara (northbound) pad...
Ibu kota menorehkan tonggak baru dalam modernisasi transportasi publik. Setelah melalui proses pengeboran bawah tanah yang berlangsung selama beberapa tahun, terowongan pengarah utara (northbound) pada paket kontrak fase 2 MRT Jakarta akhirnya dinyatakan tersambung penuh. Ruas ini merentang dari kawasan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga titik terminus di Stasiun Kota, melintasi jantung kota dan sejumlah kawasan padat lalu lintas. Pencapaian ini bukan sekadar rampungnya pekerjaan konstruksi sipil, melainkan juga penanda bahwa mimpi menghubungkan selatan dan utara Jakarta dengan moda kereta bawah tanah semakin nyata.
Detail Konstruksi dan Teknologi
Pengerjaan terowongan ini menggunakan mesin bor raksasa (Tunnel Boring Machine/TBM) berdiameter sekitar 6,7 meter yang disesuaikan dengan spesifikasi kontur tanah Jakarta. Sepanjang koridor fase 2 yang membentang hampir 5,8 kilometer, TBM harus menembus berbagai lapisan tanah, termasuk aluvial lunak yang memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penurunan permukaan. Mesin pengebor tersebut dirancang dengan teknologi keseimbangan tekanan tanah (earth pressure balance) untuk menjaga stabilitas permukaan kota, terutama saat melintasi kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, dan gedung-gedung bersejarah di sekitar kawasan Kota Tua.
Terowongan utara ini merupakan bagian dari struktur terowongan ganda (twin tunnel) yang menghubungkan Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, hingga Stasiun Kota. Dengan kedalaman bervariasi antara 15 hingga 35 meter di bawah permukaan tanah, terowongan ini menjadi salah satu yang terdalam di Indonesia. Stasiun Monas sendiri dinobatkan sebagai stasiun terdalam dengan kedalaman mencapai 35 meter, sebuah tantangan rekayasa yang berhasil dijawab oleh tim proyek. Proses pengeboran dilakukan secara bertahap sambil terus memonitor pergerakan tanah dan bangunan sekitar secara real-time.
Dampak Positif bagi Mobilitas Warga
Rampungnya terowongan ini akan melengkapi peta pergerakan penumpang yang sudah terlayani fase 1 dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Dengan tersambungnya jalur ke kawasan Kota, warga dari ujung selatan Jakarta dapat menjangkau pusat kota lama hanya dalam waktu tempuh sekitar 36 menit, tanpa harus berkutat dengan kemacetan. Proyeksi volume penumpang harian yang akan diakomodasi cukup signifikan, mencapai lebih dari 400.000 orang per hari, sehingga berpotensi mengurai ribuan kendaraan pribadi dari jalan raya.
Keterkaitan antarmoda akan semakin solid. Stasiun Harmoni misalnya, disiapkan sebagai titik simpul integrasi dengan Transjakarta dan angkutan umum lainnya, sementara Stasiun Kota akan memudahkan akses menuju kawasan wisata Fatahillah dan stasiun kereta api commuter line. Efek pengganda dari konektivitas ini juga diharapkan mendongkrak nilai properti, memperkuat sektor ritel, dan menghidupkan kembali kawasan-kawasan bersejarah yang sebelumnya sulit dijangkau dengan transportasi massal modern.
Progress Paralel dan Target Operasional
Meski terowongan pengarah utara sudah 100 persen rampung, pengerjaan terowongan pengarah selatan (southbound) pada koridor yang sama masih terus berlangsung. Saat ini progress pembangunan fisik fase 2 secara keseluruhan telah melampaui 85 persen, meliputi konstruksi stasiun bawah tanah, pemasangan rel, sistem persinyalan, dan instalasi listrik. Direktur Proyek dari PT MRT Jakarta, dalam keterangan persnya, menyatakan optimisme bahwa fase 2 akan mulai memasuki tahap uji coba terbatas pada kuartal ketiga tahun depan.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim yang tak kenal lelah menghadapi tantangan bawah tanah Jakarta. Kami bersyukur terowongan utara dapat diselesaikan sesuai jadwal, dan sekarang fokus beralih ke percepatan penyelesaian terowongan selatan serta stasiun-stasiun yang masih dalam tahap finishing,” ujar Dirut PT MRT Jakarta.
Setelah fase 2 beroperasi penuh, rute utara-selatan MRT akan membentang hingga 21 kilometer dari Lebak Bulus sampai Ancol pada tahap selanjutnya. Perpanjangan ke Ancol direncanakan sebagai bagian dari visi jangka panjang yang akan memperkuat akses menuju kawasan wisata pantai dan pusat hiburan, menjadikan MRT bukan hanya solusi komuter, tetapi juga katalisator regenerasi perkotaan.
Dengan pencapaian ini, Jakarta menunjukkan kemajuan nyata dalam membangun infrastruktur transportasi berkelas dunia. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan badan usaha milik daerah menjadi kunci keberhasilan, sekaligus menjadi contoh bagaimana proyek monumental perkotaan dapat direalisasikan dengan seminimal mungkin menimbulkan gangguan terhadap kehidupan kota yang tak pernah tidur. Terowongan utara yang kini telah utuh akan segera dilintasi rangkaian kereta modern, membawa Jakarta satu langkah lebih dekat ke cita-cita mobilitas yang beradab dan berkelanjutan.
Baca juga:
Comments (0)