Oct 19, 2026
Bisnis

Telkomsel Perkuat Jaringan 4G dan 5G di MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data terbaru dari penyelenggara MotoGP Mandalika 2026, PT Telkomsel mengumumkan penguatan infrastruktur telekomunikasi dengan mengoperasikan 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G di kawasan Sirkuit Int...

Telkomsel Perkuat Jaringan 4G dan 5G di MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data terbaru dari penyelenggara MotoGP Mandalika 2026, PT Telkomsel mengumumkan penguatan infrastruktur telekomunikasi dengan mengoperasikan 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pengalaman digital pengunjung selama ajang balap motor bergengsi tersebut berlangsung. Pengumuman ini menjadi sorotan di tengah tren peningkatan kebutuhan konektivitas data seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di sektor pariwisata dan olahraga.

Konteks Ekonomi Digital dan Infrastruktur Telekomunikasi

Di satu sisi, penguatan jaringan ini mencerminkan komitmen operator dalam mendukung agenda pemerintah untuk mempercepat transformasi digital nasional. Menurut laporan Bank Indonesia per Desember 2025, transaksi ekonomi digital Indonesia mengalami kenaikan year-on-year sebesar 12,4% dengan nilai nominal mencapai Rp 4.200 triliun. Sektor pariwisata, termasuk event olahraga internasional seperti MotoGP, menjadi salah satu kontributor utama. Kehadiran BTS 4G dan 5G dalam jumlah signifikan di Mandalika diperkirakan akan mendorong likuiditas transaksi digital di sekitar sirkuit, mulai dari pembayaran tiket, akomodasi, hingga konsumsi UMKM lokal.

Di sisi lain, beberapa analis menyoroti tantangan fundamental dalam hal valuasi investasi infrastruktur telekomunikasi di kawasan wisata musiman. Pasalnya, utilisasi jaringan di Mandalika tidak stabil sepanjang tahun. Pada periode non-event, trafik data bisa turun hingga 60-70% dibandingkan saat MotoGP berlangsung. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi portofolio aset dan proyeksi pengembalian investasi jangka panjang. Meski demikian, Telkomsel menegaskan bahwa BTS tersebut juga akan melayani kebutuhan masyarakat sekitar dan mendukung sektor pariwisata secara berkelanjutan.

"Infrastruktur telekomunikasi bukan hanya soal event, tetapi tentang bagaimana kita membangun fondasi ekonomi digital yang inklusif. Investasi di Mandalika adalah investasi untuk masa depan pariwisata Indonesia," ujar seorang pengamat ekonomi digital dari Universitas Indonesia, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Dampak terhadap Sektor Riil dan Sentimen Pasar

Dari perspektif sektor riil, kehadiran 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G berpotensi meningkatkan indeks kepuasan pengunjung serta mendorong belanja wisatawan. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa setiap 1% peningkatan konektivitas digital di kawasan wisata berkorelasi dengan kenaikan 0,8% belanja wisatawan. Dengan proyeksi kunjungan MotoGP Mandalika 2026 yang mencapai 150.000 orang, dampak ekonominya bisa mencapai ratusan miliar rupiah bagi UMKM lokal.

Namun, sentimen pasar terhadap saham emiten telekomunikasi masih terbelah. Di satu sisi, ekspansi jaringan 5G menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi kompetisi global. Di sisi lain, capital outflow dari pasar modal Indonesia dalam beberapa kuartal terakhir membuat valuasi saham sektor telekomunikasi tertekan. Rasio harga terhadap laba (PER) industri telekomunikasi saat ini berada di level 18,7x, sedikit di bawah rata-rata lima tahun sebesar 20,3x. Ini menandakan bahwa pasar masih menunggu bukti konkret dari investasi infrastruktur terhadap pertumbuhan pendapatan.

Pro dan Kontra Investasi Jaringan di Kawasan Wisata

Pro: Penguatan jaringan di Mandalika dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan indeks pembangunan teknologi informasi. Selain itu, pengalaman digital yang lancar akan memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah event internasional, yang berpotensi menarik event lain ke depannya.

Kontra: Ada risiko overcapacity jika utilisasi tidak merata. Biaya operasional BTS 5G masih relatif tinggi, sementara tarif data cenderung turun akibat persaingan. Tanpa strategi monetisasi yang jelas, investasi ini bisa menjadi beban fiskal jangka pendek. Beberapa ekonom juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam hal penyediaan listrik dan backhaul fiber optic agar tidak terjadi kesenjangan kualitas layanan.

Secara keseluruhan, langkah Telkomsel ini merupakan cerminan dari tren investasi infrastruktur digital yang semakin terintegrasi dengan sektor pariwisata dan olahraga. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari jumlah BTS, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu bersinergi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, bukan hanya selama event berlangsung, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User