Sep 17, 2026
Hukum

Tangerang Selatan — Ponsel Penumpang KRL Meledak dan Berasap di Rawa Buntu

Suasana tenang perjalanan sore kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mendadak berubah menjadi mencekam pada saat rangkaia

Tangerang Selatan — Ponsel Penumpang KRL Meledak dan Berasap di Rawa Buntu

Suasana tenang perjalanan sore kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mendadak berubah menjadi mencekam pada saat rangkaian kereta mendekati Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Sebuah gawai telepon seluler (HP) milik salah seorang penumpang tiba-tiba mengalami lonjakan suhu ekstrem, meledak pelan, dan menyemburkan kepulan asap pekat berbau kimia menyengat di dalam gerbong.

Insiden mendadak tersebut sontak memicu kepanikan massal di antara para komuter yang tengah memadati ruang kabin. Teriakan peringatan dan gerak panik penumpang yang berusaha menjauhi sumber asap sempat menciptakan desak-desakan singkat sebelum rangkaian kereta berhasil berhenti sempurna di peron stasiun.

Kronologi Detik-Detik Ledakan di Dalam Gerbong

Berdasarkan rekaman dan kesaksian yang diunggah oleh saksi mata melalui akun Threads @novikrna, kepulan asap putih tebal muncul secara tiba-tiba dari kantong atau genggaman salah satu pengguna jasa KRL. Dalam hitungan detik, ruang kabin yang ber-AC memerangkap asap tebal tersebut, memaksa penumpang bergerak mundur saling dorong menuju gerbong sambungan.

"Situasi langsung kacau karena asapnya sangat tebal dan baunya menyengat. Semua orang berteriak minta tolong dan berebut menjauh dari titik api karena takut meledak lebih besar di ruang tertutup," ungkap salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Beruntung, kesigapan petugas pengawal kereta (Walka) dan respons cepat petugas stasiun berhasil mengendalikan keadaan sesaat setelah pintu KRL terbuka di Stasiun Rawa Buntu. Penumpang yang terdampak langsung dievakuasi keluar ke area peron terbuka guna menghindari bahaya inhalasi asap beracun.

Ancaman Tersembunyi 'Thermal Runaway' Baterai Litium

Investigasi awal menunjukkan bahwa insiden ini merupakan fenomena thermal runaway—sebuah reaksi rantai kimia tak terkendali pada baterai berbasis lithium-ion yang kerap terjadi akibat korsleting internal, kerusakan fisik baterai, atau penggunaan pengisi daya yang tidak standar. Ketika sel baterai mengalami korsleting mikro, energi kimia yang tersimpan dilepaskan secara instan dalam bentuk panas ekstrem, gas berbahaya, dan percikan api.

Kondisi gerbong transportasi publik yang tertutup dan padat memperparah risiko insiden semacam ini. Beberapa faktor kritis yang wajib diperhatikan oleh para pengguna transportasi massal terkait keamanan perangkat elektronik meliputi:

  • Waspadai Baterai Kembung: Jangan pernah mengoperasikan atau mengisi daya gawai jika fisik baterai telah menunjukkan deformasi atau casing ponsel merenggang.
  • Hindari Pengisian Daya Berlebihan: Penggunaan power bank berdaya tidak stabil atau kabel non-sertifikasi di tempat umum rentan memicu lonjakan arus pendek.
  • Sensitivitas Suhu Lingkungan: Paparan suhu panas berlebih di dalam saku atau tas yang tertutup rapat dapat mempercepat degradasi sel baterai.

Pihak operator transportasi mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa memastikan kondisi perangkat elektronik dalam keadaan prima dan segera melapor kepada petugas pengamanan stasiun apabila mencium bau terbakar atau mendapati gawai mengalami panas berlebih selama perjalanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User