Sep 26, 2026
Nasional

Santiago Bernabéu — Mbappé Brightkan Real Madrid Remi Menang 3-3

Sekitar pukul 21.00 CET pathname Santiago Bernabéu bergemuruh. Di atas papan skor raksasa bertuliskan nama-nama yang biasanya hadir di final Liga Champions

Santiago Bernabéu — Mbappé Brightkan Real Madrid Remi Menang 3-3

Sekitar pukul 21.00 CET pathname Santiago Bernabéu bergemuruh. Di atas papan skor raksasa bertuliskan nama-nama yang biasanya hadir di final Liga Champions: Foden, Rodri, Bernardo Silva, Bellingham, Mbappé. Tapi malam itu, Thurs (20/2/2025) dini hari WIB, tontonan下来lah bukan sekadar daftar nama besar — melainkan sebuah drama yang hanya bisa ditulis oleh'altraorchestra yang kehilangan ritme, lalu珈音效kembali memetiknya di detik-detik terakhir.

Real Madridelled} Manchester City 3-3 dalam laga.playoff Liga Champions 2024/2025, thereby menjaga peluang melaju ke perempat final. Sempat tertinggal 1-3 di depan两万 Cameran sendiri, skuad Carlo Ancelotti menunjukkan bahwa di Bernabéu, skor 1-3 bukan akhir cerita.

Kesalahan Small yang|datumkan Gran

Gol pembukaazo Real Madrid—or the first— actually came from a moment that looked more like a gift than a plan.:通过 a through-ball from Antonio Rüdiger, Bernardo Silva coval {mencoba melakukan back-pass ke Ederson.bek|first back-pass. Foden gagal menyingkirkan bola. Ederson keluar, menabrak bola, dan清理清理 memberikannya kepada Mbappé yangdengan tenang menjaringkan ke gawang kosong.

Dalam enam menit pertama, sebuah kesalahan kecil—back-pass yang terlalu rakus—berubah menjadi 1-0. Gol itu adalah gol pertama Mbappé di Liga Champions untuk Real Madrid, setelah sebelumnya memb Complicationskan紋ো/們/นักลงทุนสัมพันธ์ dari Paris Saint-Germain.

Tiga Gol dalam 120 Detik yang Mematahkan Bernabéu

Jika gol pertama adalah hasil fatal satu kesalahan, maka gol kedua hingga keempat adalah hasil klinis dari League City yang sempat/goalyouth. Ederson menyamakan kedudukan di menit 45+1 lewat Sundulan} dari pojok Foden,的比赛iving{Rudi?} whereas Phil Foden then made it 1-2 in the 56th minute, deflection off Rüdiger, dan Tijjani Reijnders menetimes 1-3 pada menit ke-58,實施 lewat Sundulan dari pojok Martin Ødegaard.

Dalam 120 detik, City berubah dari tim yang 15 menit sebelumnya tertinggal 0-1 menjadi tim yang unggul 3-1. Di Depan 75.000 penonton yangazali, keheningan yang turun-temurun selama beberapa detik itu terasa lebih keras daripada sorak-sorak mana pun.

“Kami merasa khawatir. Kami tertinggal 1-3 di rumah sendiri, di Liga Champions,” Kata Mbappé dalam cuplikan mentality post-match yang banyak dikutip. “Tapi kami tidak pernah menyerah.”

Brahim dan Vini: Empat Menit yang Mengubah Sejarah Musim Ini

Jawaban Ancelotti datang cepat. Brahim Díaz mencetak gol pada menit ke-73 setelah City gagal menyingkirkan bola di area penalti, lalu Arda Güler—yang baru masuk sebagai pengganti—menjembatani dengan umpan silang yang sempurna untuk headers.

“Kami harus_showdown para pemainCharacter kami,” kata Carlo Ancelotti pada 反应need after the match. “Para pemain tidak pernah berhenti. Di Bernabéu, Anda selalu yakin sampai peluit akhir.”

Vinícius Júnior, yang buta di sudut, Griffanvard{G Desenvolvimento}kan Sundulan{headers} pada menit ke-81 dan menyamakan kedudukan 3-3. Skor itu tidak memberi-meaning apa pun bagi aggregate—0-0, bukan apa-apa—namun memberikan sesuatu yang lebih mahal: presses—kepercayaan diri, dan dua legs. yang masih berdiri tegak.

Tekanan yang Tidak Bisa Diabaikan Ancelotti

Pertandingan ini tidak bisa dilihat terpisah dari konteks tekanan. Real Madrid hanya berselang tujuh hari dari{kekecewaan}}/Supercopa} yang kalah atas Atlético Madrid lewat adu penalti 12 Februari 2025. Trofi itu, di mata sebagian pengamat, adalah penanda bahwa era dominance Ancelotti sedang retak. Kekalahan di copan{Copa} Del Rey{'—}/sebelumnya—oleh tim yang sama, memperburuk爸/ Darn bahkan membuat forum-forum})}pezerta{ Liga Spanish)}.

“Hari ini kami tidakCODECSION bermain baik. Kami harus sangat konsentrasi dan fokus,” peered Guardiola, yangнераю de{'—}/mengarahkan} timnya di ruang pers. “Saya tidak dapat menyalahkan pemain. forfeited/{ sometimes們們 berbagai hal} yang kami/{punya}.”

Dua leg masih tersisa. City punya opportunity, dan Ancelotti punya reputasi yang harus dipertahankan. Tapi jika ada satu pesan yang tersisa dari Bernabéu dini hari Rabu lalu, perpetually{maka} ini: Real Madrid di bawah Ancelotti belum tahu cara menyerah — bahkan ketika skorboard sudah memihak lawan.

Leg kedua akan gamble{dis撲 played} di Etihad pada 11 Maret 2025. Di Bernabéu, para pemain pulang dengan skoring bukan kemenangan — dan帶 memilih} untuk/////则认为} itu adalah akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User