Suasana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT RANS Entertainmen Indonesia berujung ricuh dan diwarnai aksi protes keras dari para investor. Kericuhan bermula saat puluhan pemegang saham yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dilarang memasuki area ruang sidang utama secara fisik (offline) oleh pihak pengamanan dan panitia penyelenggara.
Investigasi tim Beritadua.com di lokasi mencatat, ketegangan mulai mencuat sejak pagi hari ketika para pemilik modal yang memegang lembar saham resmi tertahan di lobi gedung pertemuan tanpa kejelasan verifikasi tatap muka.
Kronologi Ketegangan di Lokasi RUPSLB
Berdasarkan pantauan langsung dan penelusuran dokumen kehadiran di lapangan, berikut alur eskalasi konflik yang terjadi selama proses agenda rapat berlangsung:
- Pukul 08.30 WIB — Kedatangan Investor Daerah: Puluhan pemegang saham yang menempuh perjalanan dari luar Jakarta, termasuk Surabaya, Medan, dan Makassar, mulai memadati registrasi fisik dengan membawa bukti kepemilikan saham serta undangan resmi perseroan.
- Pukul 09.15 WIB — Pemblokiran Akses Masuk: Petugas keamanan internal menghadang para pemegang saham di pintu utama. Panitia menyatakan bahwa rapat hanya diperuntukkan secara fisik bagi pemegang saham mayoritas dan jajaran direksi, sementara pemegang saham minoritas diarahkan menggunakan tautan telekonferensi (online).
- Pukul 10.00 WIB — Adu Argumen dan Protes Terbuka: Kericuhan verbal tidak terhindarkan. Para investor merasa hak suaranya dibatasi sepihak tanpa pemberitahuan resmi tertulis sebelumnya mengenai pembatasan kuota luring.
- Pukul 11.30 WIB — Penutupan Rapat Sepihak: Rapat tetap dilanjutkan di balik pintu tertutup di bawah penjagaan ketat aparat, meninggalkan puluhan investor di luar ruangan yang melayangkan mosi tidak percaya.
"Kami datang jauh-jauh menggunakan biaya sendiri untuk meminta pertanggungjawaban dan transparansi kinerja bisnis perseroan. Kenapa hak kami untuk hadir langsung dibungkam dan dipaksa online yang suaranya bisa di-mute sewaktu-waktu?" tegas salah seorang perwakilan investor ritel di lokasi.
Sorotan atas Transparansi dan Hak Pemegang Saham
Para pemegang saham menuntut kejelasan mengenai beberapa agenda krusial yang dinilai tertutup, antara lain:
- Laporan Keuangan Komprehensif: Tuntutan audit independen terkait realisasi penggunaan modal ekspansi bisnis digital dan unit usaha hiburan RANS.
- Legalitas Keputusan RUPSLB: Keabsahan kuorum rapat yang dinilai cacat prosedur akibat pengabaian hak partisipasi fisik pemilik saham sah.
- Proyeksi dan Rencana IPO: Kejelasan peta jalan penawaran umum perdana saham yang sebelumnya dijanjikan manajemen kepada investor awal.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak manajemen RANS Entertainment belum memberikan keterangan resmi di hadapan awak media terkait alasan pemilahan akses rapat tersebut. Sementara itu, forum pemegang saham minoritas berencana membawa sengketa prosedural ini ke ranah hukum dan melayangkan laporan resmi ke otoritas pasar modal guna meninjau legalitas hasil rapat.
Comments (0)