Rupiah Melemah 34 Poin ke Rp15.616 per Dolar AS pada Kamis Sore

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (5/1/2023). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup di level Rp15.616 per dolar Ame

Rupiah Melemah 34 Poin ke Rp15.616 per Dolar AS pada Kamis Sore

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (5/1/2023). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup di level Rp15.616 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari posisi penutupan hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global yang dipicu oleh sentimen pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve. Pantauan Liputan6.com di salah satu gerai penukaran uang di Jakarta memperlihatkan seorang pegawai tengah menunjukkan lembaran rupiah, mengilustrasikan aktivitas transaksi valuta asing yang tetap ramai meskipun rupiah berada di bawah tekanan.

Kronologi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Sepanjang sesi perdagangan Kamis, rupiah bergerak dalam tekanan jual yang konsisten. Berikut urutan pergerakan mata uang nasional berdasarkan data pasar valuta asing antarbank Jakarta:

  1. Pembukaan Pasar (09.00 WIB): Rupiah dibuka di posisi Rp15.582 per dolar AS, setara dengan level penutupan Rabu (4/1). Pelaku pasar masih mencermati beragam sentimen global, terutama dari Tiongkok dan arah kebijakan The Fed.
  2. Pagi hingga Siang (10.00–12.00 WIB): Mata uang Garuda mulai melemah tipis ke kisaran Rp15.590–Rp15.600 seiring masuknya investor asing ke aset safe haven. Pasar menanti rilis data inflasi dan aktivitas manufaktur dari Tiongkok yang dijadwalkan keluar esok hari.
  3. Sesi Siang (13.00–15.00 WIB): Tekanan terhadap rupiah semakin dalam. Nilai tukar sempat menyentuh level terendah harian di Rp15.620 per dolar AS. Sentimen negatif dari lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok kembali menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
  4. Penutupan Pasar (16.00 WIB): Rupiah ditutup di Rp15.616 per dolar AS, melemah 34 poin (0,22%) dari perdagangan sebelumnya. Meskipun sempat sedikit menguat dari level terendah, rupiah gagal keluar dari zona merah sepanjang hari.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Sejumlah faktor eksternal dan internal berkontribusi terhadap depresiasi rupiah pada perdagangan ini:

  • Penguatan dolar AS pasca notulen The Fed: Rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Desember 2022 menunjukkan sikap hawkish pejabat The Fed dalam memerangi inflasi. Pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan pada kuartal pertama 2023, sehingga mendorong permintaan dolar AS.
  • Kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok: Kebangkitan kembali kebijakan ketat nol-Covid di Negeri Tirai Bambu memicu kecemasan akan terganggunya rantai pasok global dan penurunan permintaan komoditas. Sebagai mitra dagang utama Indonesia, risiko perlambatan Tiongkok langsung membebani rupiah.
  • Harga komoditas yang fluktuatif: Harga batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) yang menjadi andalan ekspor Indonesia bergerak tidak stabil, berpotensi menurunkan penerimaan devisa dan menambah tekanan pada nilai tukar.
  • Sentimen menjelang data inflasi Indonesia: Pelaku pasar domestik menanti pengumuman data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2022 yang akan dirilis awal pekan depan. Ekspektasi inflasi yang tinggi dapat menambah beban rupiah.
“Pelemahan rupiah pada hari ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih agresif. Di sisi domestik, sentimen menjelang pengumuman data inflasi Indonesia pada awal pekan depan juga ikut membebani,” ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, saat dihubungi Liputan6.com.

Dampak bagi Masyarakat dan Ekonomi

Depresiasi rupiah memberi dampak langsung pada perekonomian dan kehidupan masyarakat. Harga barang impor seperti bahan baku industri, obat-obatan, hingga barang elektronik berpotensi naik. Biaya perjalanan luar negeri, termasuk ibadah umrah dan haji, ikut terkerek seiring melemahnya daya beli rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga impor juga dapat memicu inflasi barang dan jasa, sehingga daya beli masyarakat berpotensi tergerus.

Di sisi neraca perdagangan, pelemahan rupiah sebenarnya bisa menjadi katalis positif bagi ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar global. Namun, manfaat itu baru terasa dalam jangka menengah, sementara dalam jangka pendek tekanan pada inflasi dan beban utang luar negeri dalam denominasi dolar AS menjadi lebih berat.

Respons Bank Indonesia

Menanggapi pelemahan rupiah, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar uang melalui strategi triple intervention. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam keterangan tertulis menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas. “Kami akan berada di pasar untuk menjaga agar pelemahan rupiah tidak berlebihan dan sesuai fundamental ekonomi,” tegasnya.

Selain itu, Bank Indonesia terpantau telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif sepanjang 2022 hingga 5,50 persen. Langkah preemptive ini diharapkan dapat menarik aliran modal asing dan menahan depresiasi rupiah lebih lanjut. Data terbaru menunjukkan cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2022 masih berada di level aman, sekitar 137 miliar dolar AS, yang memberikan ruang bagi BI untuk melakukan stabilisasi.

Secara keseluruhan, meskipun rupiah masih dibayangi tekanan sentimen global, fundamental ekonomi Indonesia yang cukup solid—ditopang konsumsi domestik yang kuat dan ekspor komoditas—diyakini mampu menopang nilai tukar dalam jangka menengah. Para pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur Januari mendatang, sekaligus mencermati rilis data ekonomi utama dari dalam dan luar negeri.

[SOCIAL_TWEET]: Nilai tukar #Rupiah ditutup melemah 34 poin (0,22%) ke Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore. Sentimen hawkish The Fed dan kekhawatiran perlambatan Tiongkok jadi pemicu utama. #EkonomiIndonesia #DolarAS #NilaiTukar[SOCIAL_TG]: 📉 Nilai tukar rupiah hari ini melemah 34 poin ke Rp15.616 per dolar AS. Simak kronologi, faktor penyebab, dan dampaknya bagi ekonomi. Klik untuk baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User