Aug 25, 2026
Bisnis

Rupiah Ambles ke Rp18.000 Dipicu Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nilai tukar rupiah mencatat penurunan signifikan pada perdagangan Senin (27/7/2026), ditutup pada level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini terjadi setelah Gubernur Bank Indonesia (BI), ...

Rupiah Ambles ke Rp18.000 Dipicu Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nilai tukar rupiah mencatat penurunan signifikan pada perdagangan Senin (27/7/2026), ditutup pada level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini terjadi setelah Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan pasar dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar keuangan domestik.

Sentimen Pasar Ambruk Selepas Kejutan

Keputusan Perry Warjiyo mundur secara tiba-tiba—dengan alasan yang belum sepenuhnya terang—menimbulkan gelombang ketidakpastian. Pasar langsung bereaksi negatif; investor asing mencatatkan net sell di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5,2 triliun hanya dalam satu sesi, tertinggi sejak Oktober 2023. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ikut tertekan turun 1,8%, mengindikasikan kecemasan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Di satu sisi, mundurnya Perry dapat dipandang sebagai katalis negatif karena ia dianggap figur sentral yang menopang stabilitas rupiah melalui kebijakan stabilisasi agresif, termasuk operasi moneter triple intervention. Di sisi lain, beberapa kalangan justru menilai kepergiannya membuka peluang reformasi di tubuh BI yang selama ini dinilai terlalu kaku dalam menjaga suku bunga tinggi yang membebani pertumbuhan ekonomi.

Dampak Negatif vs Potensi Positif

Para analis terbelah. Tim riset dari sebuah bank investasi menyatakan, "Pengunduran diri ini dapat memperburuk persepsi risiko Indonesia di mata asing. Pasar khawatir terjadi kekosongan kepemimpinan yang berlarut-larut dan memicu intervensi politik." Kekhawatiran itu wajar, mengingat Perry telah menjabat sejak 2018 dan perannya yang dominan dalam menjaga kestabilan nilai tukar selama pandemi dan volatilitas pasar global.

Namun, ada pula pandangan optimistis. Perry kerap bersitegang dengan pemerintah terkait target pertumbuhan, di mana BI lebih fokus pada stabilitas harga dan nilai tukar sementara pemerintah menginginkan suku bunga rendah untuk mendorong investasi. "Mundurnya Perry bisa membuka jalan bagi Gubernur BI baru yang lebih akomodatif terhadap stimulus fiskal, yang dalam jangka menengah justru dapat memperkuat fundamental ekonomi," ujar seorang ekonom senior. Pasar kini menanti siapa calon penggantinya yang akan diajukan presiden ke DPR.

Arus Keluar Modal Asing dan Intervensi BI

Berdasarkan data transaksi pasar pada hari Senin, pembalikan arus modal keluar (capital outflow) cukup signifikan. Selain SBN, saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan properti mengalami aksi jual asing bersih hampir Rp2,4 triliun. Bank Indonesia dikabarkan telah melakukan intervensi melalui penjualan dolar di pasar spot dan pembelian kembali SBN dari pasar sekunder untuk menahan laju pelemahan. Namun, volume intervensi tersebut belum mampu mencegah rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000, yang selama ini menjadi batas pertahanan kuat.

Faktor Global Ikut Menekan

Tekanan terhadap rupiah juga diperburuk oleh penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,4% ke 104,70 setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan, memicu spekulasi The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini membuat aset-aset berdenominasi rupiah semakin tidak menarik dan mendorong peralihan ke aset safe haven.

Prospek Nilai Tukar dan Langkah Selanjutnya

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati dua hal: kejelasan sosok pengganti Perry dan respons kebijakan BI dalam rapat dewan gubernur mendatang. Jika kekosongan kepemimpinan berlanjut, rupiah berpotensi menembus level Rp18.200 ke atas. Sebaliknya, penunjukan cepat kandidat yang kredibel—lebih disukai yang memiliki pengalaman kebijakan moneter internasional—dapat mengembalikan kepercayaan dan memulihkan rupiah ke kisaran Rp17.800-Rp17.900.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, analis teknikal mencatat bahwa penembusan level resistance ini membuka peluang koreksi lebih lanjut, sehingga investor disarankan untuk mengamankan posisi dalam mata uang asing atau instrumen lindung nilai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User