Sep 10, 2026
Nasional

Rumah Bersejarah Raden Saleh Berusia 1,5 Abad Mulai Dipugar di Cikini

Proyek pemugaran menyeluruh terhadap Rumah Raden Saleh yang terletak di kompleks Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, resmi digulirkan. Langkah konservas

Rumah Bersejarah Raden Saleh Berusia 1,5 Abad Mulai Dipugar di Cikini

Proyek pemugaran menyeluruh terhadap Rumah Raden Saleh yang terletak di kompleks Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, resmi digulirkan. Langkah konservasi ini diambil guna menyelamatkan mahakarya arsitektur peninggalan sang maestro lukis Indonesia, yang telah berdiri kokoh selama lebih dari 170 tahun atau melampaui usia satu setengah abad.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Kamis (10/9/2026), area cagar budaya tersebut mulai dipasangi perancah (scaffolding) dan jaring pengaman. Sejumlah pekerja spesialis restorasi tampak membersihkan ornamen fasad serta memeriksa integritas struktural balok kayu jati dan bata ekspos yang mulai mengalami pelapukan akibat rembesan air dan usia bangunan.

Kronologi dan Urgensi Penyelamatan Bangunan Bersejarah

Investigasi terhadap kondisi fisik gedung menunjukkan tanda-tanda degradasi struktural yang membutuhkan intervensi teknis ketat. Bangunan yang dirancang langsung oleh Raden Saleh Syarif Bustaman pada pertengahan abad ke-19 ini menghadapi tantangan kelembapan tanah Jakarta dan polusi perkotaan.

  1. Periode 1852–1862: Raden Saleh mendirikan mansion megah bergaya Gothic Revival terinspirasi dari Istana Callenberg di Jerman, dikelilingi kebun raya mini dan kebun binatang pribadi yang kelak menjadi cikal bakal Taman Ismail Marzuki dan Kebun Binatang Ragunan.
  2. Periode 1898: Bangunan dialihfungsikan menjadi rumah sakit di bawah yayasan Koningin Emma Hospital (kini RS PGI Cikini) tanpa merombak struktur utama mansion.
  3. Dekade 2020-an: Tim cagar budaya mendeteksi keausan pada elemen struktural atap, penurunan fondasi parsial, dan retakan mikro di dinding utama.
  4. Tahun 2026: Pelaksanaan restorasi terpadu dimulai dengan pengawasan ketat dari Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta.
"Setiap jengkal dari bangunan ini memiliki nilai historis dan artistik yang tidak ternilai. Proses pemugaran tidak boleh merusak keaslian material (otentisitas) maupun nilai estetika yang ditinggalkan sang maestro," ujar salah seorang arsitek konservasi di lokasi proyek.

Jejak Arsitektur Neo-Gothic dan Standar Restorasi Cagar Budaya

Struktur Rumah Raden Saleh dikenal memiliki keunikan langka di Asia Tenggara, memadukan elemen Neo-Gothic Eropa dengan adaptasi iklim tropis Hindia Belanda. Ventilasi silang, jendela lengkung runcing (pointed arch), serta langit-langit tinggi menjadi ciri khas utama yang harus dipertahankan.

Tahapan pemugaran yang tengah berlangsung mencakup beberapa fokus krusial:

  • Perbaikan Sistem Atap dan Rangka Kayu: Mengganti kayu yang lapuk dengan jenis jati tua berkualitas setara serta memperbaiki talang air guna mencegah kebocoran internal.
  • Injeksi Struktur Dinding: Mengisi celah retakan menggunakan material semen khusus yang tidak merusak susunan bata kuno.
  • Restorasi Ornamen Kaca dan Logam: Membersihkan karat serta merekonstruksi kaca patri yang pecah sesuai arsip visual sejarah asli.
  • Penataan Tata Air (Drainase) Sekitar Tapak: Menghindarkan bangunan dari genangan air hujan yang dapat mempercepat pelapukan fondasi.

Upaya restorasi ini diharapkan mampu mempertahankan napas sejarah Jakarta, memastikan generasi mendatang tetap dapat menyaksikan langsung jejak peradaban dan seni tinggi yang diwariskan oleh Raden Saleh di jantung ibu kota.

Bangunan peninggalan maestro seni lukis Indonesia yang berdiri sejak 1852 tersebut mulai diperbaiki pada elemen struktural dan atap untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat usia dan cuaca. Baca liputan selengkapnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User