Rollme AirCam, Headset dengan Kamera 8 MP dan Desain Stabil

Dalam lanskap teknologi yang terus berkembang, perangkat wearable tidak lagi sekadar menawarkan fungsi audio. Rollme, salah satu pemain di segmen aksesori pintar, memperkenalkan AirCam — sebuah head...

Dalam lanskap teknologi yang terus berkembang, perangkat wearable tidak lagi sekadar menawarkan fungsi audio. Rollme, salah satu pemain di segmen aksesori pintar, memperkenalkan AirCam — sebuah headset nirkabel dengan kamera 8 megapiksel terintegrasi. Produk ini hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna yang ingin mengabadikan momen secara spontan tanpa harus meraih ponsel, namun tetap dalam bentuk yang ringkas dan nyaman dipakai sehari-hari.

Desain Melingkar yang Mengutamakan Kestabilan

AirCam mengusung bentuk open-ear dengan mekanisme penjepit yang melingkar di daun telinga. Modul utama, yang menampung baterai, prosesor, dan kamera, ditempatkan di bagian belakang telinga sehingga bobot terdistribusi secara merata. Material silikon lembut pada bagian yang bersentuhan dengan kulit meminimalkan tekanan, memungkinkan pemakaian dalam durasi panjang — baik saat bekerja, berolahraga ringan, maupun sekadar berjalan-jalan. Meski menyematkan unit kamera, insinyur Rollme berhasil menjaga bobot per earbud di kisaran 8,5 gram, tidak jauh berbeda dari headset olahraga konvensional. Desain ini juga mengadopsi sertifikasi IPX4, cukup tangguh menghadapi cipratan air dan keringat.

Keunikan lainnya terletak pada mekanisme pemasangan yang tidak menyumbat liang telinga. Dengan demikian, pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar — fitur yang meningkatkan kesadaran situasional, terutama saat digunakan di luar ruangan. Konsep ini sekaligus meminimalkan risiko iritasi pada saluran telinga yang kerap dikeluhkan pada model in-ear. Bagian luar modul dilapisi lapisan matte anti-sidik jari, tersedia dalam dua pilihan warna: hitam pekat dan abu-abu metalik.

Kamera 8 MP: Mata Ketiga di Telinga

Komponen paling mencolok dari AirCam adalah sensor kamera 8 megapiksel yang tertanam di ujung depan modul. Kamera ini mampu merekam video hingga resolusi 1080p pada 30 frame per detik dan mengambil foto dengan sudut pandang 120 derajat — cukup lebar untuk menangkap pemandangan atau momen grup tanpa harus mengubah posisi kepala. Berkat dukungan electronic image stabilization (EIS), guncangan saat bergerak dapat diminimalkan, meski hasilnya masih belum setara dengan action camera khusus.

Untuk mengoperasikan kamera, pengguna cukup mengetuk area sensitif sentuh di sisi luar modul. Satu ketukan untuk foto, dua ketukan untuk memulai atau menghentikan perekaman video. Kontrol ini dapat dikustomisasi lebih lanjut melalui aplikasi pendamping Rollme Link di iOS dan Android. File yang dihasilkan tersimpan di memori internal 4 GB, atau bisa langsung disinkronkan ke ponsel via Bluetooth 5.2. Dalam pengujian, foto siang hari menunjukkan reproduksi warna yang natural dan detail lumayan untuk kelas perangkat wearable, sementara performa dalam cahaya redup cenderung menghasilkan noise yang cukup terasa — wajar mengingat sensor berukuran kecil.

Kualitas Suara dan Konektivitas

Sebagai headset, AirCam tidak mengabaikan aspek audio. Driver dinamis 12 mm dengan respons frekuensi 20 Hz – 20 kHz disematkan di tiap sisi, menghasilkan suara yang jernih di vokal dan instrumen. Sifat open-ear memang membatasi isolasi suara, sehingga bass tidak sedalam headset in-ear, namun kejernihan di frekuensi menengah dan tinggi tetap terjaga. Dukungan codec AAC memastikan kualitas streaming yang optimal untuk perangkat Apple, sementara pengguna Android mendapat koneksi stabil lewat protokol standar SBC.

Chip Bluetooth 5.2 memberikan jangkauan hingga 10 meter tanpa hambatan berarti dan koneksi ganda (multipoint) yang memungkinkan perangkat terhubung ke dua sumber suara sekaligus. Latensi audio berada di level yang dapat diterima untuk panggilan suara dan menonton video, namun pengguna yang sensitif terhadap delay mungkin menangkap sedikit jeda saat bermain game kompetitif. Mikrofon ganda dengan noise reduction berbasis AI memastikan suara panggilan telepon tetap jelas, bahkan di tengah lingkungan yang cukup bising.

Daya Tahan dan Pengisian Ulang

Baterai internal berkapasitas 80 mAh di tiap unit earbud mampu bertahan hingga 6 jam pemutaran audio secara terus-menerus, atau sekitar 2 jam bila kamera aktif merekam video. Casing pengisi daya magnetik dengan kapasitas 500 mAh memberikan tambahan tiga siklus pengisian penuh, sehingga total waktu penggunaan dapat mencapai 24 jam untuk audio. Pengisian ulang dilakukan melalui port USB-C, di mana pengisian cepat 5 menit bisa memberikan daya untuk satu jam mendengarkan musik. Saat ini, pengisian nirkabel belum tersedia di casing, tetapi Rollme mengisyaratkan kemungkinan hadir di generasi mendatang.

Harga dan Kesimpulan Awal

Rollme AirCam dibanderol dengan harga resmi Rp1.499.000 di Indonesia. Angka ini memposisikannya di antara headset premium tanpa kamera dan kamera aksi mini. Bagi para pembuat konten, jurnalis warga, atau pengguna yang gemar merekam aktivitas outdoor sambil tetap terhubung dengan audio, AirCam menawarkan solusi dua-dalam-satu yang unik. Namun, keterbatasan kapasitas penyimpanan internal, performa rekaman dalam cahaya rendah, dan absennya pengisian nirkabel mungkin menjadi pertimbangan.

Apakah perangkat ini akan menciptakan kategori baru di pasar aksesori pintar? Masih terlalu dini untuk memastikan. Namun, langkah Rollme menunjukkan bahwa batas antara headset dan kamera semakin kabur. Jika ekosistem aplikasi dan fitur olah gambar terus dikembangkan, bukan tidak mungkin perangkat semacam ini akan menjadi teman sehari-hari yang sulit dilewatkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User