Elly Sugigi Beberkan Biaya Operasi Plastik Hidung dan Mata

Keputusan Elly Sugigi untuk menempuh jalur operasi plastik bukan muncul tiba-tiba. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia hiburan Tanah Air, komedian sekaligus presenter ini merasa perlu menyega...

Keputusan Elly Sugigi untuk menempuh jalur operasi plastik bukan muncul tiba-tiba. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia hiburan Tanah Air, komedian sekaligus presenter ini merasa perlu menyegarkan penampilan demi menunjang kepercayaan dirinya di atas panggung. Operasi pada bagian hidung dan mata dipilih bukan semata demi estetika, melainkan juga untuk memperbaiki fungsi yang selama ini sedikit mengganggu aktivitas harian. Prosedur ini, menurut Elly, adalah hadiah untuk dirinya sendiri setelah bekerja keras tanpa henti.

Motivasi Pribadi dan Tuntutan Industri

Di balik layar gemerlap, Elly menyadari bahwa industri hiburan menuntut penampilan prima. Ia kerap mendapat komentar terkait bentuk hidung dan kantung matanya. Meski tak selalu negatif, hal itu perlahan memupuk keinginan untuk berubah. “Saya ingin tampil fresh, bukan berarti tidak mensyukuri apa yang Tuhan kasih,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Lebih dari itu, Elly mengaku bahwa prosedur ini juga bertujuan mengatasi keluhan ringan pada saluran pernapasan yang selama ini ia abaikan. Jadi, selain aspek visual, ada sisi kesehatan yang ikut diperhitungkan.

Rangkaian Prosedur: Rhinoplasty dan Blepharoplasty

Elly memilih dua jenis tindakan sekaligus: rhinoplasty untuk membentuk ulang hidung, dan blepharoplasty untuk memperbaiki kelopak mata. Rhinoplasty yang dijalaninya menggunakan teknik septorhinoplasty, yaitu kombinasi antara memperbaiki septum (dinding pemisah rongga hidung) dan membentuk kembali struktur luar hidung. Sementara itu, blepharoplasty dilakukan dengan mengangkat lemak dan kulit berlebih di sekitar kelopak mata, sehingga tatapan terlihat lebih terbuka dan segar. Kedua tindakan ini memakan waktu sekitar empat jam di bawah anestesi total, dan dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik bersertifikasi internasional.

Menurut data dari klinik kecantikan yang dipercaya Elly, biaya rhinoplasty di Indonesia berkisar Rp25 juta hingga Rp55 juta, tergantung kompleksitas. Sementara blepharoplasty berada di rentang Rp15 juta sampai Rp30 juta. Jika dirata-rata, Elly diperkirakan merogoh kocek sekitar Rp60 juta hingga Rp80 juta untuk kedua prosedur tersebut. Angka ini sudah mencakup biaya konsultasi, tindakan, obat, dan kontrol pascaoperasi. Tentu saja, nominal dapat berbeda bergantung reputasi dokter dan fasilitas yang dipilih. Elly sendiri memilih untuk tidak menyebut angka pasti, namun ia memberi sinyal bahwa investasi ini sepadan dengan hasil yang diimpikan.

Persiapan dan Pantangan Sebelum Operasi

Sepekan sebelum jadwal tindakan, Elly diminta menghentikan konsumsi obat pengencer darah, vitamin tertentu, serta suplemen herbal yang berisiko memperpanjang perdarahan. Ia juga menjalani serangkaian tes laboratorium: darah lengkap, fungsi hati, ginjal, dan elektrokardiogram untuk memastikan kondisi tubuh prima. Merokok dan minuman beralkohol—meski bukan kebiasaan Elly—menjadi pantangan mutlak setidaknya dua minggu menjelang operasi. Hal ini demi memperlancar sirkulasi oksigen dan meminimalkan risiko nekrosis jaringan saat penyembuhan. Dokter bedah juga melakukan simulasi digital untuk memperlihatkan perkiraan bentuk hidung dan mata pascaoperasi, sehingga ekspektasi Elly bisa tertata dengan realistis.

Proses Pemulihan dan Efek Samping

Pascaoperasi, Elly harus rela beristirahat total setidaknya sepuluh hari. Memar dan bengkak di sekitar hidung dan mata menjadi pemandangan yang harus ia terima. Dokter membekalinya dengan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan, serta antibiotik dan analgesik untuk mencegah infeksi dan meredakan nyeri. “Tiga hari pertama cukup menantang, tapi saya jalani dengan sabar,” cerita Elly. Ia juga tidak diperbolehkan membungkuk, mengangkat beban berat, atau mengucek mata dalam satu bulan pertama. Hasil akhir rhinoplasty biasanya baru terlihat optimal setelah enam bulan hingga satu tahun, sementara blepharoplasty bisa dinikmati lebih cepat, sekitar sebulan.

Pandangan Ahli Bedah Plastik

Dokter spesialis bedah plastik yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa tren operasi hidung dan mata di kalangan selebritas Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (INASPRE), permintaan prosedur estetik wajah naik sekitar 20 persen per tahun sejak pandemi melandai. “Mata dan hidung adalah pusat perhatian saat orang berkomunikasi, jadi wajar menjadi prioritas pertama,” jelasnya. Ia mengingatkan, calon pasien wajib memastikan dokter memiliki Surat Izin Praktik yang sah dan klinik telah terakreditasi. Fenomena operasi murah di tempat tak berizin justru kerap berujung pada komplikasi serius seperti infeksi, sumbing buatan, hingga kebutaan.

Respons Publik dan Imbauan Elly

Langkah Elly tentu menuai pro dan kontra di media sosial. Sebagian warganet memuji keberaniannya, sementara yang lain mengkritik tindakan yang dianggap tidak mensyukuri pemberian Tuhan. Menanggapi hal itu, Elly menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi matang dengan keluarga dan pemuka agama. “Ini tubuh saya, dan saya berhak memilih apa yang terbaik selama tidak merugikan orang lain,” imbuhnya. Ia pun mengimbau para penggemar yang mungkin terinspirasi untuk tidak gegabah. Konsultasikan dengan ahli, pastikan alasan kuat secara psikologis, dan jangan hanya mengejar tren sesaat. Elly berharap keterbukaannya ini bisa menjadi edukasi bahwa operasi plastik adalah keputusan besar yang perlu diiringi kesiapan mental, fisik, dan finansial.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User