Pertamina Perluas Program UMiMAX, Targetkan 1.000 Penerima Baru

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan dengan memperluas program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Perusahaan migas milik negara itu menargetkan ...

Pertamina Perluas Program UMiMAX, Targetkan 1.000 Penerima Baru

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan dengan memperluas program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Perusahaan migas milik negara itu menargetkan penambahan seribu penerima manfaat baru pada tahun ini, menyasar pekerja sektor informal dan tenaga pendidik honorer. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.

Menyasar Pekerja Informal dan Guru Kontrak

Program UMiMAX didesain khusus untuk menyentuh kelompok masyarakat yang paling terpinggirkan secara ekonomi. Pekerja informal seperti pedagang kaki lima, buruh harian, hingga guru kontrak menjadi sasaran utama. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia berkecimpung di sektor informal, yang kerap tidak memiliki jaring pengaman sosial. Melalui UMiMAX, Pertamina memberikan pelatihan keterampilan, akses permodalan, dan pendampingan usaha agar penerima dapat naik kelas secara ekonomi.

Direktur Utama Pertamina, dalam keterangan resminya, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan karitatif, melainkan investasi sosial jangka panjang. "Kami ingin menciptakan ekosistem wirausaha mikro yang tangguh. Setiap rupiah yang dikucurkan harus mampu memutar roda ekonomi di tingkat akar rumput," ujarnya. Pernyataan ini merespons realitas bahwa banyak pelaku usaha ultra mikro gagal berkembang karena minimnya pengetahuan manajemen dan keterbatasan modal.

Capaian dan Perluasan Program

Sejak diluncurkan, UMiMAX telah berhasil memberdayakan lebih dari 5.000 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Para peserta melaporkan peningkatan pendapatan rata-rata 35 persen setelah mengikuti program selama enam bulan. Keberhasilan ini mendorong Pertamina untuk memperluas jangkauan. Tahun ini, tambahan 1.000 penerima baru akan difokuskan di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, dan sebagian Sulawesi.

Penambahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Pelatihan yang diberikan mencakup digitalisasi usaha, literasi keuangan, dan strategi pemasaran, sehingga penerima manfaat dapat beradaptasi dengan ekonomi modern. Program ini juga menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan mikro untuk memudahkan akses kredit tanpa agunan.

Dampak Nyata di Lapangan

Salah satu penerima manfaat, seorang guru honorer di Kabupaten Lebak, Banten, mengaku pendapatannya meningkat dua kali lipat setelah memulai usaha sampingan berkat UMiMAX. "Dulu saya hanya bergantung pada gaji honor yang tidak seberapa. Sekarang saya bisa menjual kerajinan tangan secara online dan punya tabungan," kisahnya. Kisah serupa muncul dari pedagang sayur di Makassar yang berhasil memperluas lapaknya berkat pinjaman lunak dari program.

Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Prasetyo, menilai program seperti UMiMAX memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. "Usaha ultra mikro adalah tulang punggung ekonomi kita, tapi sering kali terabaikan. Ketika mereka diberdayakan, dampaknya langsung terasa pada konsumsi rumah tangga dan penurunan angka kemiskinan," ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan program.

Pendampingan dan Pelatihan Terpadu

Program UMiMAX tidak hanya menyalurkan modal, tetapi menyediakan kurikulum pelatihan yang disusun bersama lembaga pendidikan vokasi. Materi meliputi manajemen keuangan sederhana, teknik produksi, pengemasan produk, dan pemanfaatan platform digital. Setiap penerima wajib mengikuti 12 sesi pelatihan selama tiga bulan pertama. Pendampingan selanjutnya dilakukan oleh mentor berpengalaman secara daring dan luring, sehingga penerima manfaat dapat berkonsultasi setiap saat.

Untuk memastikan dampak jangka panjang, Pertamina menjalin kemitraan dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat. Data peserta yang sudah mandiri akan diintegrasikan ke dalam basis data UMKM daerah agar memperoleh pembinaan lanjutan. "Kami tidak ingin program ini menjadi menara gading. Harus ada jejak yang jelas dari bantuan ke kemandirian," tegas Direktur Utama Pertamina.

Keberlanjutan dan Tantangan

Meski menuai apresiasi, perluasan program bukan tanpa tantangan. Pertamina harus memastikan bahwa pendampingan berjalan intensif dan dana tersalurkan tepat sasaran. Kasus kegagalan usaha mikro pasca-pelatihan masih sering terjadi jika tidak ada monitoring ketat. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan sistem evaluasi berkala dan membentuk kelompok usaha bersama untuk saling mendukung.

Dengan tambahan 1.000 penerima, total penerima manfaat UMiMAX akan melampaui 6.000 orang. Ini merupakan lonjakan signifikan yang menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Pertamina mengaku telah menyiapkan anggaran khusus dari dana tanggung jawab sosial perusahaan yang mencapai Rp 45 miliar untuk program pemberdayaan ekonomi tahun ini, naik 20 persen dari tahun sebelumnya.

Komitmen ini sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2024. Dengan menjangkau lebih banyak pekerja informal dan guru kontrak, Pertamina berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari level paling bawah.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User