Target Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia pada 2029

Pemerintah Indonesia memasang target ambisius bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menembus peringkat 10 besar bandara terbaik dunia pada tahun 2029. Saat ini, bandara yang menjadi pintu ge...

Target Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia pada 2029

Pemerintah Indonesia memasang target ambisius bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menembus peringkat 10 besar bandara terbaik dunia pada tahun 2029. Saat ini, bandara yang menjadi pintu gerbang utama udara Tanah Air itu bertengger di posisi ke-28 dunia berdasarkan penilaian lembaga pemeringkat bandara internasional, Skytrax.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (yang kini menjadi bagian dari holding BUMN aviasi InJourney) mengonfirmasi bahwa rencana ini telah menjadi target resmi perusahaan. "Kami sudah menyusun roadmap transformasi yang terukur untuk mencapai posisi 10 besar dunia pada 2029. Ini bukan sekadar mimpi, tetapi target yang dihitung dengan cermat," ujarnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Skytrax menilai bandara berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kepuasan penumpang terhadap fasilitas, kebersihan, keramahan staf, hingga kenyamanan area tunggu. Dalam lima tahun ke depan, Soekarno-Hatta harus melompati setidaknya 18 bandara dunia lainnya untuk mencapai target. Beberapa bandara yang saat ini nangkring di peringkat 10 besar antara lain Singapore Changi, Tokyo Haneda, Incheon, dan Munich Airport.

Transformasi Fasilitas Fisik

Salah satu pilar utama transformasi adalah pengembangan infrastruktur secara masif. Terminal 2 dan Terminal 1 akan menjalani renovasi total untuk menghadirkan konsep airport city yang terintegrasi, serupa dengan model yang diadopsi Changi Airport. Renovasi ini mencakup penambahan area komersial, lounge premium, dan ruang hijau yang lebih luas. Dalam dua tahun mendatang, Angkasa Pura II juga akan memperluas landas pacu (runway) ketiga agar mampu menampung 120 pergerakan pesawat per jam, naik dari kapasitas saat ini sekitar 80-an pergerakan.

Selain itu, akses menuju bandara akan ditingkatkan melalui integrasi transportasi publik. Proyek kereta bandara yang menghubungkan Stasiun Manggarai dan Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan rampung pada 2026. "Konektivitas menjadi kunci. Penumpang tidak mau buang waktu di perjalanan. Kami ingin menghadirkan pengalaman seamless dari pusat kota hingga ke gerbang keberangkatan," kata Direktur Teknik PT Angkasa Pura II.

Mengadopsi Teknologi Layanan Canggih

Di sisi layanan, bandara ini akan menerapkan teknologi biometrik penuh untuk proses check-in dan boarding. Uji coba face recognition telah dilakukan sejak akhir 2023 dan akan diperluas ke seluruh terminal pada 2025. Teknologi ini memangkas waktu antrean hingga 40 persen. Sistem bagasi otomatis berbasis AI juga akan diadopsi untuk meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan koper penumpang.

Seluruh toilet dan musala akan didesain ulang dengan standar kebersihan global. Bandara juga menargetkan sertifikasi net zero emission pada 2027 dengan memasang panel surya berkapasitas 10 megawatt di atap terminal dan area parkir. Saat ini, Soekarno-Hatta telah mendapatkan rating bintang 4 dari Skytrax, dan untuk masuk ke 10 besar, setidaknya harus meraih bintang 5 yang merupakan indikator bandara kelas dunia.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Komponen kritis yang jarang disorot adalah transformasi sumber daya manusia. Angkasa Pura II mengalokasikan dana pelatihan hingga Rp150 miliar per tahun untuk membekali seluruh petugas layanan penumpang dengan standar keramahan dan problem-solving internasional. Sebanyak 200 petugas terbaik setiap tahun akan dikirim untuk magang di bandara-bandara peringkat atas seperti Changi dan Haneda.

"Teknologi secanggih apa pun akan percuma jika petugas di lapangan tidak responsif dan ramah. Kami ingin mengubah budaya layanan menjadi hospitality-first," ujar VP Human Capital. Petugas keamanan dan petugas kebersihan akan mendapatkan pelatihan khusus agar tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga mampu memberikan informasi dan membantu penumpang dengan sikap proaktif.

Tantangan dan Realisme Target

Namun, target ini bukan tanpa tantangan. Peringkat Skytrax sangat dipengaruhi oleh survei langsung pengguna jasa dari seluruh dunia. Meningkatkan pengalaman puluhan juta penumpang setiap tahunnya memerlukan konsistensi tinggi. Selain itu, kapasitas fiskal Angkasa Pura II yang masih dalam proses pemulihan pascapandemi membuat pendanaan proyek ini harus cermat. Pemerintah memberikan dukungan melalui skema penugasan khusus dari Kementerian BUMN untuk percepatan beberapa proyek infrastruktur.

Di sisi lain, optimisme tetap tinggi mengingat tren peningkatan peringkat Soekarno-Hatta dalam dua tahun terakhir yang melonjak dari posisi 44 pada 2022 ke 28 pada 2024. Jika momentum ini dapat dijaga, dan semua program berjalan sesuai rencana, pintu menuju 10 besar dunia pada 2029 terbuka lebar. "Kami ingin Soekarno-Hatta menjadi kebanggaan bangsa dan menjadi alasan kuat bagi turis untuk terbang ke Indonesia," pungkas Direktur Utama.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User