Rachmat Gobel Berpulang: Dunia Usaha dan Politik Kehilangan Tokoh Besar
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Rachmat Gobel, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus pengusaha senior, meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, ...
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Rachmat Gobel, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus pengusaha senior, meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin visioner di dunia industri dan politik.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman pribadi. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara hadir melayat, memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut hadir dan menyampaikan ungkapan belasungkawa.
Bahlil mengenang almarhum sebagai sosok senior yang sangat dihormati di dunia usaha. “Beliau adalah guru dan teladan bagi banyak pengusaha, termasuk saya. Jejak dan kontribusinya bagi perekonomian nasional tak akan terlupakan,” ujar Bahlil dengan raut haru. Ia menambahkan bahwa Rachmat Gobel bukan hanya sekadar pengusaha sukses, melainkan juga negarawan yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Jejak Bisnis yang Menginspirasi
Rachmat Gobel mewarisi dan mengembangkan kerajaan bisnis yang dirintis oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dengan lini usaha yang meliputi manufaktur, elektronik, logistik, makanan, dan energi. Namanya begitu lekat dengan merek nasional Panasonic, yang berhasil ia bangun di Tanah Air melalui kerja sama strategis dengan perusahaan elektronik raksasa Jepang itu. Kerja sama ini menjadi salah satu kisah sukses transfer teknologi dan investasi asing langsung yang nyata.
Lebih dari sekadar pebisnis, Rachmat Gobel dikenal sebagai pelopor industri elektronik nasional. Ia percaya bahwa kemandirian teknologi adalah kunci kemajuan bangsa. Melalui Gobel Dharma Nusantara, ia mencetak ribuan teknisi dan insinyur lokal yang kini tersebar di berbagai sektor industri. Visinya selalu berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Dedikasinya diakui dengan berbagai penghargaan, termasuk penghargaan dari pemerintah Jepang atas jasanya mempererat hubungan ekonomi bilateral.
Kiprah di Panggung Politik
Perjalanan Rachmat Gobel tidak berhenti di ruang rapat direksi. Kepeduliannya pada nasib rakyat mendorongnya terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Golongan Karya dan terpilih sebagai anggota DPR RI. Di Senayan, suaranya sering menjadi rujukan dalam pembahasan isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan industri, perdagangan, dan ketenagakerjaan.
Puncak karier politiknya adalah ketika ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019. Dalam posisi tersebut, ia memainkan peran penting dalam mengawal berbagai undang-undang yang mendukung iklim investasi dan pengembangan industri dalam negeri. Kolega sesama anggota dewan menilainya sebagai pribadi yang tenang, solutif, dan memiliki kemampuan diplomasi tinggi. Ia mampu menjembatani perbedaan pandangan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, menciptakan solusi yang adil bagi semua pihak.
Di luar parlemen, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, organisasi yang menjadi wadah perjuangan para pengusaha nasional. Masa kepemimpinannya di KADIN diwarnai oleh upaya kerasnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Baginya, pengusaha besar harus menjadi lokomotif yang menarik gerbong ekonomi rakyat.
Warisan dan Kenangan
Rachmat Gobel bukan hanya meninggalkan imperium bisnis dan warisan legislasi. Ia meninggalkan filosofi hidup yang mendalam: integritas, kerja keras, dan kepedulian sosial. Di kampung halamannya di Gorontalo, ia membangun sekolah, masjid, dan fasilitas kesehatan sebagai bentuk cinta dan tanggung jawabnya kepada tanah kelahiran. Karyawannya mengenangnya sebagai pemimpin yang rendah hati dan selalu menyempatkan diri untuk menyapa dan berdialog.
Kepergiannya di usia yang terbilang masih produktif menjadi kehilangan besar. Dunia usaha kehilangan pelita yang menerangi jalan industrialisasi Indonesia. Dunia politik kehilangan sosok negarawan yang mengedepankan substansi di atas politik praktis. Masyarakat kehilangan seorang bapak yang selalu memberikan teladan tentang arti memberi tanpa pamrih.
Upacara penghormatan dan pemakaman akan dilaksanakan secara kenegaraan sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasanya. Pemerintah melalui berbagai kementerian menyampaikan pernyataan resmi bahwa kontribusi almarhum bagi pembangunan ekonomi nasional sangatlah fundamental, terutama dalam membangun fondasi industri manufaktur yang kuat dan berdaya saing. “Kami semua merasa kehilangan. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Bahlil mewakili segenap sahabat dan kolega.
Baca juga:
Comments (0)