Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung gelaran panen raya serentak yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia pada Kamis (17/7). Keg

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung gelaran panen raya serentak yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia pada Kamis (17/7). Kegiatan ini menjadi simbol percepatan program swasembada pangan nasional yang digadang-gadang akan tercapai sebelum akhir tahun 2026.

Dari titik pusat yang berlokasi di areal persawahan Majalengka, Jawa Barat, Presiden Prabowo terhubung secara virtual dengan para petani di 42 kabupaten dan kota lainnya. Satu per satu lumbung pangan dari Aceh hingga Papua melaporkan hasil panen mereka yang secara keseluruhan menunjukkan tren peningkatan produktivitas yang menggembirakan.

"Hari ini kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bukti nyata bahwa petani kita hebat dan kebijakan pemerintah tepat sasaran. Swasembada bukan mimpi, kita wujudkan bersama,"

tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hasil Panen Lampaui Target

Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang dirilis bersamaan dengan acara panen raya, produksi gabah kering giling (GKG) pada musim tanam pertama 2026 mengalami kenaikan sekitar 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa wilayah bahkan mencatat rekor produktivitas baru, seperti Kabupaten Banyuwangi yang mencapai 7,8 ton per hektare dan Kabupaten Pinrang yang menyentuh angka 7,5 ton per hektare.

Menteri Pertanian, dalam laporannya kepada Presiden, menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari tiga faktor utama: ketersediaan pupuk bersubsidi yang tepat waktu, perluasan lahan cetak sawah baru di luar Jawa, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian yang jumlahnya telah ditambah secara signifikan sejak awal tahun.

  • Total titik panen raya: 43 kabupaten/kota di 34 provinsi
  • Kenaikan produksi GKG: 12,4 persen (year-on-year)
  • Produktivitas tertinggi: Banyuwangi (7,8 ton/ha) dan Pinrang (7,5 ton/ha)
  • Lahan cetak sawah baru: 250.000 hektare sepanjang 2025-2026

Teknologi Modern Dukung Produktivitas

Panen raya kali ini juga menampilkan adopsi teknologi modern yang semakin meluas di kalangan petani. Dihubungkan melalui sistem konferensi video, Presiden menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan combine harvester dari Jepang yang dioperasikan petani muda di Subang, serta sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang diterapkan di areal persawahan Bone, Sulawesi Selatan.

Presiden Prabowo secara khusus memberikan apresiasi kepada generasi muda yang kini mulai tertarik kembali ke sektor pertanian. Ia menyebut bahwa regenerasi petani adalah kunci keberlanjutan ketahanan pangan nasional di masa depan.

"Saya bangga melihat anak-anak muda kita sekarang bangga menjadi petani. Mereka pakai drone, pakai sensor, pakai aplikasi. Ini pertanian modern, bukan sekadar cangkul. Pemerintah akan terus mendukung dengan menyediakan akses permodalan dan pelatihan,"

ujar Prabowo saat berdialog interaktif dengan perwakilan petani milenial dari Lampung.

Stabilitas Harga dan Serapan Bulog

Bersamaan dengan panen raya, Presiden juga memerintahkan Perum Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.800 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Kepala Badan Pangan Nasional memastikan bahwa anggaran penyerapan telah disiapkan dan stok cadangan beras pemerintah ditargetkan mencapai 2,5 juta ton pada akhir tahun ini.

Pengamat ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Haryono, menilai bahwa panen raya serentak ini mengirimkan sinyal positif ke pasar. Dengan pasokan yang melimpah dan serapan Bulog yang optimal, tekanan inflasi dari komponen harga pangan bergejolak diperkirakan dapat diredam hingga akhir kuartal ketiga 2026.

Dampak pada Ketahanan Pangan Nasional

Panen raya serentak ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, salah satu pilar utama Asta Cita dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras konsumsi pada tahun 2027 mendatang, sejalan dengan proyeksi produksi yang terus meningkat dalam tiga musim tanam terakhir.

FAQ

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo pimpin panen raya serentak di 43 titik se-Indonesia dari Majalengka. Produksi gabah naik 12,4%, Banyuwangi cetak rekor 7,8 ton/ha. "Ini bukti nyata Indonesia mampu swasembada," tegas Prabowo. #PanenRaya #SwademabadaPangan[SOCIAL_TG]: Panen Raya Serentak 43 Titik: Prabowo Pimpin Langsung dari Majalengka. Produksi naik 12,4%, Banyuwangi dan Pinrang catat rekor produktivitas. Bulog diperintahkan serap maksimal untuk stabilisasi harga. Selengkapnya hanya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User