Sep 18, 2026
Nasional

Haji Isam Bakal Akuisisi 30 Persen Saham Bayan Resources

Lanskap industri energi nasional kembali diguncang aksi korporasi skala mega. Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dik

Haji Isam Bakal Akuisisi 30 Persen Saham Bayan Resources

Lanskap industri energi nasional kembali diguncang aksi korporasi skala mega. Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal luas sebagai Haji Isam, melalui entitas bisnisnya PT Jhonlin Baratama, dilaporkan bersiap mengeksekusi rencana akuisisi 30 persen saham emiten raksasa batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Manuver ini sontak menyedot perhatian para pelaku pasar modal dan pengamat industri tambang. Pasalnya, PT Bayan Resources Tbk yang didirikan taipan Low Tuck Kwong merupakan salah satu produsen batu bara terbesar dengan kapitalisasi pasar mencapai ratusan triliun rupiah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi pencaplokan saham ini menegaskan lonjakan kekuatan finansial sang konglomerat asal Batulicin.

Kronologi Ekspansi Gurita Bisnis Jhonlin Group

Langkah agresif Haji Isam bukan terjadi dalam semalam, melainkan hasil konsolidasi modal dan ekspansi sektor terpadu selama lebih dari dua dekade. Berikut jejak konsolidasi bisnis Jhonlin Group:

  1. Awal 2000-an (Fondasi Tambang dan Logistik): Mengawali kiprah melalui kontraktor tambang batu bara lokal, Jhonlin Baratama tumbuh pesat menguasai infrastruktur pelabuhan khusus, armada tongkang, dan jasa logistik pelayaran di Kalimantan Selatan.
  2. 2015–2020 (Diversifikasi dan Hilirisasi Perkebunan): Membangun konglomerasi agrobisnis terintegrasi melalui pabrik kelapa sawit, perkebunan karet, hingga fasilitas pabrik biodiesel modern berkapasitas ratusan ribu ton per tahun.
  3. 2022–2024 (Akselerasi Pasar Modal): Sejumlah entitas terafiliasi sukses mencatatkan saham di bursa, memperkuat struktur permodalan untuk proyek-proyek skala nasional di sektor energi terbarukan dan pertanian pangan.
  4. 2025–Sekarang (Mega Aksi Korporasi BYAN): Menginisiasi langkah akuisisi 30 persen saham BYAN sebagai lompatan strategis mengamankan cadangan batu bara bernilai kalori tinggi.
"Aksi korporasi ini tidak hanya merefleksikan likuiditas raksasa yang dimiliki kelompok usaha Jhonlin, tetapi juga menandai babak baru pergeseran peta kekuatan konglomerasi energi di Indonesia," ungkap seorang analis perbankan investasi di Jakarta.

Estimasi Kekayaan dan Portofolio Haji Isam

Aksi akuisisi bernilai fantastis ini kembali memicu pertanyaan publik seputar seberapa besar pundi-pundi kekayaan Haji Isam. Estimasi kekayaan bersihnya kini ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah yang bersumber dari portofolio terdiversifikasi:

  • Sektor Energi dan Batu Bara: Kepemilikan konsesi tambang, armada alat berat, serta kontrak penambangan jangka panjang di berbagai wilayah Kalimantan.
  • Sektor Agrobisnis dan Biodiesel: PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan perkebunan sawit luas yang memasok kebutuhan program mandatori biofuel nasional.
  • Sektor Aviasi dan Infrastruktur: Kepemilikan maskapai penerbangan carter Jhonlin Air Transport, pabrik gula raksasa PT Prima Alam Gemilang di Bombana, hingga proyek pembukaan lahan skala luas.

Jika transaksi pembelian 30 persen saham BYAN tersebut tuntas terlaksana, posisi Haji Isam di jajaran elit pengusaha energi Asia Tenggara kian tak tergoyahkan, sekaligus menempatkan Jhonlin Group pada poros utama rantai pasok energi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User