Polisi Identifikasi Pengirim Teror Bom WhatsApp ke SDN Srengseng Sawah

Kepolisian Sektor Jagakarsa akhirnya berhasil mengungkap identitas terduga pelaku yang mengirimkan pesan ancaman bom melalui aplikasi WhatsApp kepada sejum

Polisi Identifikasi Pengirim Teror Bom WhatsApp ke SDN Srengseng Sawah

Kepolisian Sektor Jagakarsa akhirnya berhasil mengungkap identitas terduga pelaku yang mengirimkan pesan ancaman bom melalui aplikasi WhatsApp kepada sejumlah guru dan staf di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, pada Senin pagi (13/7/2026). Pesan yang bernada provokatif tersebut langsung memicu prosedur darurat di lingkungan sekolah, mengakibatkan evakuasi ratusan murid dan penundaan kegiatan belajar-mengajar selama hampir tiga jam. Kapolsek Jagakarsa Kompol Rizky Aditya mengonfirmasi bahwa identitas pelaku sudah dikantongi dan kini dalam pengejaran. “Kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Saat ini tim masih bergerak untuk melakukan penangkapan,” ujarnya.

Ancaman tersebut masuk melalui akun WhatsApp tidak dikenal yang mengirimkan narasi bahwa terdapat bom rakitan di area perpustakaan sekolah. Pesan teror itu dikirim ke nomor pribadi Kepala Sekolah dan dua orang guru pada pukul 07.42 WIB, tepat saat para siswa mulai berdatangan. Suasana panik pun tak terelakkan. Guru yang menerima pesan langsung melapor kepada pimpinan sekolah yang kemudian mengaktifkan bel darurat. Dalam waktu singkat, seluruh warga sekolah dievakuasi ke lapangan terbuka yang berjarak sekitar 200 meter dari gedung utama.

Tim Gegana dan Evakuasi Massal

Tak lama setelah laporan diterima, tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya tiba di lokasi. Sebanyak empat personel berlapis perlengkapan pelindung menyisir setiap sudut ruang perpustakaan, ruang kelas, hingga toilet. Penyisiran berlangsung selama 90 menit. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun benda mencurigakan yang mengarah pada keberadaan bom. Meski demikian, pihak sekolah tetap menghentikan seluruh kegiatan belajar pada hari itu untuk memastikan kondisi psikologis siswa dan tenaga pengajar kembali stabil.

“Saya langsung gemetar membaca pesan itu. Yang ada di pikiran saya cuma keselamatan anak-anak. Untung saja semua bisa dievakuasi dengan tertib,” tutur Ibu Anisa (42), salah satu guru penerima pesan, dengan suara bergetar.

Menurut keterangan polisi, pesan WhatsApp tersebut menggunakan bahasa yang terstruktur dan menyertakan detail spesifik soal lokasi dan waktu ledakan, sehingga tingkat ancamannya dinilai serius. “Bukan sekadar prank iseng. Ini masuk kategori teror psikis yang dapat dijerat dengan Undang-Undang Terorisme,” kata Kompol Rizky. Tim siber pun segera dilibatkan untuk menelusuri jejak digital pengirim.

Pelacakan Digital dan Identitas Pelaku

Penyelidikan forensik digital mengarah pada sebuah nomor prabayar yang terdaftar atas nama seorang warga Depok. Namun, hasil profiling mendalam mengindikasikan bahwa pemilik asli akun tersebut adalah seorang pria berinisial AR (24), mantan tenaga honorer di SDN Srengseng Sawah 15 yang diberhentikan enam bulan lalu karena kasus pelanggaran disiplin. AR diduga meretas akun WhatsApp korbannya untuk menyamarkan identitas. Motif sementara, menurut polisi, adalah balas dendam karena merasa sakit hati dengan pihak sekolah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Yoga Baskara menjelaskan, “Kami menemukan bukti kuat yang mengarah ke AR, termasuk riwayat pesan ancaman serupa ke mantan rekan kerjanya. Tim kami sedang bergerak ke alamat terakhirnya di wilayah Jagakarsa dan beberapa tempat persembunyian lain.”

Rangkaian peristiwa ini menyulut kekhawatiran di kalangan wali murid. Banyak orang tua yang memutuskan menjemput anak mereka lebih awal dan menyatakan akan mempertimbangkan keamanan sekolah ke depan. Pihak sekolah berjanji akan meningkatkan pengamanan, termasuk memperketat akses orang luar dan memasang sistem pelaporan ancaman digital yang lebih canggih.

Kronologi KejadianWaktu
Pesan teror masuk ke WhatsApp guru07.42 WIB
Laporan ke Kepala Sekolah & aktivasi bel darurat07.50 WIB
Evakuasi warga sekolah selesai08.10 WIB
Tim Gegana tiba di lokasi08.25 WIB
Penyisiran selesai, lokasi dinyatakan aman09.55 WIB

Respon Psikologis dan Langkah Antisipatif

Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa dan guru. “Ancaman seperti ini meninggalkan trauma yang tidak bisa dianggap remeh. Kami akan menerjunkan tim psikolog pendidikan selama sepekan ke depan,” ujar Kepala Sudin. Sekolah juga diimbau untuk memperkuat program literasi digital agar warga sekolah mampu mengenali modus kejahatan siber dan teror psikologis di dunia maya.

Di sisi lain, pengamat keamanan siber dari Universitas Indonesia, Dr. Andika Pratama, menilai insiden ini memperlihatkan celah besar dalam pengamanan data pribadi para pendidik. “Nomor guru dan kepala sekolah yang terpampang di papan pengumuman daring atau grup WA sekolah sangat rawan disalahgunakan. Harus ada protokol digital yang lebih ketat,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya digital hygiene di lingkungan institusi pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memburu AR. Warga yang melihat keberadaan pria tersebut diminta segera melapor. Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa kejahatan di ruang digital dapat berubah menjadi teror nyata yang memengaruhi keselamatan publik, terutama di lingkungan yang paling rentan: sekolah.

[SOCIAL_TWEET]: Polisi akhirnya ungkap identitas terduga pengirim teror bom ke SDN Srengseng Sawah lewat WhatsApp. Ratusan siswa dievakuasi. Motif balas dendam mantan pegawai? #BreakingNews #KeamananSekolah #TerorDigital[SOCIAL_TG]: 🚨 Teror Bom di SDN Srengseng Sawah! Polisi sudah identifikasi pelaku, motifnya diduga dendam pribadi. Begini kronologi dan langkah antisipasinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User