Rupiah Melemah ke Rp18.090 per Dolar AS, IHSG Dibuka Menguat
JAKARTA, Beritadua.com — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026) pagi, mata uang Garuda melem
JAKARTA, Beritadua.com — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026) pagi, mata uang Garuda melemah 25 poin atau 0,14 persen ke level Rp18.090 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp18.065. Namun, di sisi lain, pasar saham justru menunjukkan optimisme: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau, mengindikasikan pelaku pasar masih memiliki selera risiko terhadap aset berdenominasi rupiah.
Tekanan Dolar AS dan Dinamika Global
Pelemahan rupiah pagi ini tidak dapat dilepaskan dari penguatan dolar AS secara global. Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat tipis ke level 103,85, didorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tingginya lebih lama setelah data tenaga kerja AS akhir pekan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat. Data non-farm payrolls Juni 2026 yang dirilis Jumat lalu melampaui ekspektasi, dengan penambahan 285.000 pekerjaan, menimbulkan spekulasi bahwa The Fed belum akan terburu-buru memangkas suku bunga pada semester kedua ini. Selain itu, ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah membuat dolar kembali dilirik sebagai aset aman.
Dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pekan lalu sebenarnya menjadi katalis positif, namun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global tetap membayangi. Pelaku pasar juga mencermati proyeksi inflasi domestik yang masih di atas titik tengah target Bank Indonesia, membuat ruang pemangkasan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate semakin sempit.
Kronologi Pergerakan Rupiah Senin Pagi
Berdasarkan data JISDOR dan pasar spot, pergerakan rupiah pagi ini dapat dijabarkan dalam urutan sebagai berikut:
- Pukul 09:00 WIB: Rupiah dibuka di level Rp18.085 per dolar AS, lalu dalam hitungan menit melemah ke Rp18.090. Volume perdagangan tipis menunjukkan pasar masih menunggu katalis baru.
- Pukul 09:30 WIB: Rupiah sempat menyentuh level terendah harian di Rp18.095 sebelum kembali ke kisaran Rp18.088—Rp18.092. Tekanan datang dari korporasi yang meningkatkan pembelian dolar untuk kebutuhan akhir kuartal.
- Pukul 10:00 WIB: Adanya intervensi terbatas dari Bank Indonesia melalui pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) membantu menahan pelemahan lebih dalam. Rupiah stabil di Rp18.090.
Analis pasar uang menilai, pelemahan ini masih dalam batas wajar mengingat faktor musiman pembayaran dividen dan kebutuhan valas korporasi yang meningkat pada Juli. Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik tipis 2 basis poin ke 6,95%, menandakan adanya sedikit aliran modal keluar.
IHSG Justru Dibuka di Zona Hijau
Berbanding terbalik dengan rupiah, IHSG pada pembukaan sesi I Senin bergerak positif. Indeks dibuka naik 21,5 poin (0,3%) ke level 7.236,2, ditopang oleh penguatan sektor energi, keuangan, dan properti. Saham-saham big cap seperti BBRI, TLKM, dan ADRO memimpin penguatan indeks. Optimisme ini didorong oleh harapan bahwa pelemahan rupiah justru akan mendongkrak kinerja eksportir, terutama di sektor pertambangan, kelapa sawit, dan manufaktur padat karya.
“Pelemahan rupiah yang terukur ini menjadi keuntungan bagi emiten berbasis ekspor. Di sisi lain, investor asing yang sudah memegang saham domestik tidak serta-merta keluar karena valuasi IHSG saat ini masih relatif murah dengan proyeksi pertumbuhan laba yang solid. Jadi, secara historis, tekanan rupiah tidak selalu diikuti penurunan IHSG,” jelas ekonom senior dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, saat dihubungi Beritadua.com.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat, investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp350 miliar pada 30 menit pertama perdagangan, dengan sektor perbankan menjadi sasaran utama. Sentimen positif tambahan berasal dari stimulus fiskal yang akan digulirkan pemerintah pada kuartal III, khususnya untuk sektor infrastruktur dan transisi energi.
Prospek dan Rekomendasi Pasar
Untuk jangka pendek, analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak dalam rentang Rp18.050—Rp18.150 per dolar AS, dengan kecenderungan terbatas karena intervensi BI yang dipastikan akan menjaga stabilitas sesuai dengan prinsip triple intervention di pasar spot, DNDF, dan surat berharga negara. Sementara itu, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan jika volume perdagangan konsisten dan nilai tukar tidak melewati ambang psikologis Rp18.200.
Investor disarankan untuk mencermati data inflasi Indonesia yang akan rilis Rabu mendatang serta risalah rapat FOMC The Fed yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter global. Pelaku usaha juga diharapkan memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan lindung nilai (hedging) untuk memitigasi risiko fluktuasi kurs yang masih tinggi.
Dengan dinamika yang saling berkebalikan antara rupiah dan IHSG, pasar Indonesia menunjukkan resiliensi dan kedalaman yang semakin matang dalam menghadapi kekuatan asing. Kita tunggu siapa yang akan ‘memimpin’ di sisa perdagangan hari ini.
[SOCIAL_TWEET]: Rupiah Senin pagi melemah ke Rp18.090, tapi IHSG justru menghijau. Apa yang bikin pasar saham optimis di tengah tekanan dolar? Simak analisisnya di Beritadua.com. #Rupiah #IHSG #PasarModal[SOCIAL_TG]: 📉 Rupiah: Rp18.090/dolar | 📈 IHSG: +0,3% ke 7.236. Dua arah berbeda pagi ini. Cek analisis lengkapnya di kanal kami.
Comments (0)