Media Norwegia Sebut Gol Inggris Berpotensi Skandal Wasit Terbesar
Kontroversi besar tengah mengguncang Piala Dunia 2026 setelah pertandingan perempat final yang mempertemukan Norwegia melawan Inggris di Stadion MetLife, N
Kontroversi besar tengah mengguncang Piala Dunia 2026 setelah pertandingan perempat final yang mempertemukan Norwegia melawan Inggris di Stadion MetLife, New Jersey, pada 11 Juli 2026. Kemenangan dramatis Inggris dengan skor 2–1 diwarnai gol kontroversial yang kini menjadi sorotan utama media Norwegia. Sejumlah media ternama seperti VG dan NRK mempertanyakan keabsahan gol kemenangan Inggris, menyebutnya berpotensi menjadi skandal wasit terbesar dalam sejarah turnamen.
Kronologi Gol Kontroversial di Menit Akhir
Insiden ini terjadi pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-90+4, saat laga tampaknya akan berlanjut ke babak tambahan. Berikut kronologi kejadian menurut rekaman video dan laporan saksi di lapangan:
- Serangan balik Inggris: Pemain sayap Inggris, Phil Foden, melepaskan umpan silang dari sisi kiri ke dalam kotak penalti.
- Dugaan offside: Umpan tersebut mengarah ke Jude Bellingham yang diduga berada dalam posisi offside lebih dulu sebelum menerima bola. Garis pertahanan Norwegia yang dikomandoi kapten Martin Odegaard langsung mengangkat tangan meminta offside.
- Benturan dengan kiper: Bersamaan dengan datangnya bola, penyerang Inggris Harry Kane mencoba melakukan sundulan, namun bertabrakan dengan kiper Norwegia Orjan Nyland. Benturan ini membuat Nyland terhuyung dan kehilangan posisi.
- Dugaan handball: Bola kemudian mengenai lengan Harry Kane sebelum jatuh ke kaki Bellingham yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.
- Keputusan wasit: Wasit utama langsung mengesahkan gol tanpa berkonsultasi dengan VAR. Sementara itu, tim VAR yang dipimpin oleh wasit asal Argentina, Fernando Rapallini, tidak melakukan intervensi sama sekali.
Protes Pemain Norwegia dan Kemarahan Pelatih
Segera setelah gol dinyatakan sah, para pemain Norwegia mengerumuni wasit. Kapten Martin Odegaard dan megabintang Erling Haaland terlibat dalam protes keras, namun wasit tetap pada keputusannya. Haaland bahkan nyaris menerima kartu kuning karena emosinya meluap.
Di ruang konferensi pers, pelatih Norwegia Stale Solbakken tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Ini adalah aib bagi sepak bola. Kami telah dikhianati oleh teknologi yang seharusnya membantu. Gol itu jelas offside dan ada handball yang disengaja. Saya tidak mengerti mengapa VAR diam,” ujarnya dengan nada bergetar.
Reaksi Media Norwegia: “Skandal Wasit Terbesar”
Media Norwegia langsung menurunkan laporan tajam. Tabloid VG memasang judul utama: “Ini Bisa Jadi Skandal Wasit Terbesar Sejak Gol Tangan Tuhan”. Artikel mereka menyertakan gambar freeze-frame yang menunjukkan posisi offside Bellingham dan kontak bola dengan lengan Kane.
“Jika FIFA tidak segera mengakui kesalahan ini dan mengambil tindakan, kredibilitas Piala Dunia 2026 akan hancur. Kami menunggu tanggapan resmi dari FIFA,” tulis kolumnis VG, Asbjorn Andersen.
Sementara itu, penyiar nasional NRK menerbitkan analisis panjang yang membandingkan insiden ini dengan kontroversi gol Frank Lampard di Piala Dunia 2010. Pakar wasit NRK, yang merupakan mantan wasit UEFA, Tom Henning Ovrebo, menyatakan bahwa “kesalahannya sangat jelas dan tidak bisa ditoleransi”.
Analisis Pakar: Mengapa VAR Tidak Bekerja?
Mantan wasit kelas dunia Pierluigi Collina yang kini menjabat sebagai ketua komisi wasit FIFA, memberikan analisis awalnya kepada media. “Berdasarkan tayangan yang saya lihat, ada tiga elemen yang seharusnya membuat VAR turun tangan: posisi offside, benturan dengan kiper, dan handball. Fakta bahwa VAR tidak merekomendasikan review adalah kegagalan serius.”
Collina menolak berspekulasi tentang penyebabnya, namun sumber internal menyebut ada kemungkinan malfungsi sistem komunikasi antara wasit lapangan dan ruang VAR, atau kesalahan operator dalam memeriksa insiden. Laporan teknis awal menunjukkan bahwa sudut kamera yang tersedia untuk VAR terbatas akibat posisi stadion yang padat, namun hal itu dinilai tidak cukup untuk membenarkan absennya intervensi.
Dampak dan Investigasi FIFA
FIFA melalui juru bicaranya mengaku “sedang meninjau seluruh proses yang terjadi” dan berjanji akan memberikan pernyataan dalam waktu 48 jam. Komite disiplin FIFA dikabarkan akan memeriksa rekaman penuh dan memanggil seluruh petugas pertandingan. Meski kecil kemungkinan pertandingan akan diulang, skandal ini berpotensi mencoreng reputasi penyelenggara Piala Dunia pertama yang menggunakan VAR semi-otomatis dengan kecerdasan buatan yang seharusnya lebih akurat.
Di sisi lain, kubu Inggris yang lolos ke semifinal terus membela diri. Pelatih Gareth Southgate menyebut gol itu “sah secara aturan” dan meminta semua pihak menghormati keputusan wasit. Namun, tekanan dari publik dan media internasional semakin besar.
[SOCIAL_TWEET]: Norwegia menggugat! Gol kontroversial Inggris di perempat final #PialaDunia2026 disebut berpotensi jadi skandal wasit terbesar #VARgagal #FIFA[SOCIAL_TG]: 🇳🇴😡 Media Norwegia mengguncang Piala Dunia 2026: gol Inggris ke gawang mereka disebut skandal wasit terbesar. VAR diam, FIFA didesak investigasi.
Comments (0)