Siswa SDN Meruyung Depok Kembali Nikmati Makan Bergizi Gratis
Suasana ceria menyelimuti halaman Sekolah Dasar Negeri Meruyung, Depok, Jawa Barat, pada Senin pagi (13/7/2007). Para siswa berbaris rapi dengan tangan cek
Suasana ceria menyelimuti halaman Sekolah Dasar Negeri Meruyung, Depok, Jawa Barat, pada Senin pagi (13/7/2007). Para siswa berbaris rapi dengan tangan cekatan memegang ompreng—wadah makan khas berbahan aluminium—menanti giliran menerima sajian spesial yang telah dinanti-nantikan. Setelah sempat terhenti selama beberapa pekan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali hadir menyapa ratusan siswa, membawa harapan baru bagi peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SDN Meruyung, dalam sambutan singkatnya, menyampaikan rasa syukur atas kelanjutan program yang telah dirintis sejak awal tahun ajaran lalu. “Kami sangat bersyukur MBG kembali berjalan. Program ini bukan sekadar memberikan makanan, melainkan menanamkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya. Sekolah menargetkan seluruh siswa dari kelas satu hingga enam—yang berjumlah 327 siswa—dapat menikmati hidangan bergizi setiap hari selama satu semester ke depan.
Pembagian Ompreng, Tradisi yang Menyatukan
Pemandangan khas langsung terlihat saat bel istirahat pertama berbunyi. Lima guru wali kelas bergerak cepat mendorong troli berisi ompreng yang telah diisi beragam menu sehat. Hari itu, menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, tumis sayur buncis dan wortel, telur dadar iris, serta potongan buah pepaya sebagai pencuci mulut. Setiap ompreng sudah disesuaikan takarannya berdasarkan kelompok usia siswa, hasil konsultasi dengan ahli gizi Puskesmas Kecamatan Limo.
- Pukul 09.00 – Siswa kelas rendah (1-3) mengambil ompreng di depan kelas masing-masing.
- Pukul 09.30 – Giliran siswa kelas tinggi (4-6) menerima jatah makan.
- Pukul 10.00 – Kegiatan makan bersama dimulai, didampingi wali kelas.
- Pukul 10.20 – Siswa mengembalikan ompreng kosong untuk dicuci petugas dapur.
“Anak-anak jadi lebih antusias makan sayur kalau bareng-bareng begini. Biasanya di rumah susah sekali disuruh makan wortel,” ungkap Ibu Sari, salah satu orang tua murid yang turut hadir mengawasi jalannya pembagian. Keterlibatan orang tua, meski tidak diwajibkan, menjadi salah satu kunci sukses program ini. Mereka bergiliran membantu guru menyiapkan dan membereskan peralatan makan, sekaligus belajar menyusun menu sederhana namun kaya nutrisi.
Mengatasi “Kantong Kosong” dan Meningkatkan Fokus Belajar
Data survei kecil yang dilakukan sekolah pada semester sebelumnya menunjukkan bahwa 42 persen siswa di SDN Meruyung datang ke sekolah tanpa sarapan yang memadai. Alasan ekonomi menjadi faktor utama, diikuti oleh minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya asupan pagi. Program MBG hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Guru kelas IV, Bapak Hendra, mengamati perubahan signifikan pada siswa setelah rutin menerima makan bergizi. “Dulu banyak anak yang lemas dan sulit berkonsentrasi pada jam pelajaran kedua. Sekarang mereka lebih aktif bertanya dan tidak mudah mengantuk,” katanya.
“Dulu banyak anak yang lemas dan sulit berkonsentrasi pada jam pelajaran kedua. Sekarang mereka lebih aktif bertanya dan tidak mudah mengantuk.”
Program ini sepenuhnya didanai melalui anggaran bantuan operasional sekolah yang dialokasikan khusus untuk program perbaikan gizi, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Depok dan donasi sukarela dari warga sekitar. Setiap hari, tim dapur sekolah yang terdiri dari tiga petugas dibantu dua relawan orang tua menyiapkan kurang lebih 350 porsi untuk mengantisipasi permintaan tambahan. Biaya per porsi ditekan hingga Rp3.500 melalui kerja sama dengan petani sayur lokal di daerah Sawangan.
Edukasi Gizi Melalui Piring Makan
Tak sekadar mengisi perut, MBG juga menyisipkan pesan-pesan edukatif. Di setiap ompreng, diselipkan kartu kecil bertuliskan manfaat sayur dan buah yang disajikan hari itu. Misalnya, kartu bertuliskan “Wortel baik untuk mata agar bisa membaca dengan jelas” atau “Telur membantu ototmu kuat bermain dan belajar”. Guru memanfaatkan momen makan bersama untuk berdiskusi ringan tentang isi piring mereka, menanamkan kebiasaan membaca informasi gizi yang kelak bisa diterapkan di rumah.
Selain menu pokok, satu kali dalam seminggu—tepatnya setiap Rabu—sekolah menyediakan susu kedelai sebagai variasi sumber protein nabati. Ide ini muncul dari hasil pelatihan Puskesmas yang menemukan cukup banyak siswa dengan gejala intoleransi laktosa. “Kami ingin memastikan semua anak terakomodasi kesehatannya, tidak ada yang tertinggal hanya karena kondisi tubuhnya berbeda,” jelas Ibu Yuli, guru penanggung jawab program.
Keberhasilan SDN Meruyung mengaktifkan kembali MBG diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Depok. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasi dan berencana meninjau langsung pelaksanaan program dalam waktu dekat. “Kalau hasil evaluasi menunjukkan dampak positif, bukan tidak mungkin kami replikasi ke seluruh SD negeri di Depok secara bertahap,” tuturnya.
Harapan ke Depan
Meski tantangan konsistensi pendanaan dan variasi menu masih membayangi, optimisme warga sekolah tetap tinggi. Komite sekolah sedang menjajaki kerja sama dengan koperasi unit desa setempat untuk pasokan bahan pokok yang lebih murah dan berkesinambungan. Siswa-siswa pun berharap program ini terus berlanjut. “Aku suka banget makan di sekolah, lauknya enak dan bisa makan bareng teman-teman,” celoteh Aisyah, siswi kelas dua yang hari itu menyantap makanannya dengan lahap.
Program MBG di SDN Meruyung menjadi pengingat bahwa urusan gizi anak bukan hanya tanggung jawab orang tua semata, melainkan melibatkan sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan perut kenyang bermodal gizi seimbang, anak-anak bisa bermimpi lebih tinggi dan belajar lebih baik.
[SOCIAL_TWEET]: Setelah sempat terhenti, program Makan Bergizi Gratis kembali hadir di SDN Meruyung Depok. Ratusan siswa kini bisa menikmati menu sehat bergizi seimbang dengan ceria. Kolaborasi sekolah, orang tua, dan puskesmas jadi kunci. #MBG #Depok #GiziAnak[SOCIAL_TG]: 🍎✨ MBG hadir lagi di SDN Meruyung! Ratusan siswa antusias makan bareng menu sehat. Kerja sama sekolah, orang tua, dan puskesmas sukses bikin anak-anak lebih fokus belajar.
Comments (0)