Jakarta – Hubungan asmara baru Sarwendah dengan pengusaha Giorgio Antonio terus menuai sorotan publik. Kali ini, pihak mantan suaminya, Ruben Onsu, menyampaikan peringatan tegas agar Giorgio memahami batasan peran, terutama di depan ketiga anak mereka. Pesan itu disampaikan menyusul semakin seringnya Giorgio terlihat bersama anak-anak Sarwendah dalam berbagai kesempatan.
Kronologi Rumah Tangga Ruben dan Sarwendah
Untuk memahami ketegangan ini, penting menilik kembali perjalanan rumah tangga Ruben dan Sarwendah yang berakhir setelah lebih dari satu dekade.
- Pernikahan dan Kehadiran Tiga Buah Hati: Ruben Onsu menikahi Sarwendah Tan pada 22 Oktober 2013. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga anak—Thalia Putri Onsu, Thania Putri Onsu, dan adik bungsu mereka yang lahir pada 2019.
- Isu Keretakan Rumah Tangga: Mulai pertengahan 2024, rumor perpisahan mencuat. Intensitas keduanya tampil bersama menurun drastis. Ruben dan Sarwendah memilih bungkam, hingga akhirnya gugatan cerai dilayangkan.
- Perceraian Resmi: Pada 24 September 2024, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan cerai Ruben. Hak asuh ketiga anak jatuh ke tangan Sarwendah, sementara Ruben tetap memegang hak akses dan nafkah penuh.
- Kemunculan Giorgio Antonio: Sepanjang 2025 hingga 2026, Sarwendah mulai tampak terbuka soal kedekatannya dengan Giorgio. Pria yang berprofesi di bidang properti itu sering terlihat menghabiskan waktu bersama Sarwendah, bahkan turut serta dalam acara keluarga yang melibatkan anak-anak.
Peringatan Tegas Pihak Ruben Onsu
Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya akhirnya angkat bicara. Mereka menekankan bahwa Giorgio harus sadar akan posisinya. Meskipun menjalin hubungan spesial dengan Sarwendah, ia bukanlah ayah biologis dari ketiga anak tersebut.
“Kami hanya ingin mengingatkan agar setiap orang memahami kapasitasnya masing-masing. Giorgio adalah kekasih Sarwendah, bukan ayah kandung anak-anak. Jangan sampai ada upaya menggantikan figur ayah yang sah di mata hukum maupun di hati anak-anak,” ujar perwakilan tim kuasa hukum Ruben, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/7/2026).
Pernyataan tersebut merespons sejumlah momen kebersamaan Giorgio dengan anak-anak yang beredar di media sosial. Foto-foto kebersamaan itu memicu spekulasi apakah Giorgio sudah mengambil peran sebagai figur ayah pengganti. Pihak Ruben menegaskan bahwa komunikasi antara ayah kandung dan anak harus tetap menjadi prioritas utama, tanpa intervensi pihak luar yang justru bisa membingungkan psikologis anak.
Sikap Sarwendah dan Giorgio: Belum Ada Klarifikasi Langsung
Hingga berita ini diturunkan, baik Sarwendah maupun Giorgio belum memberikan komentar resmi. Sejumlah kuasa hukum yang pernah menangani Sarwendah pun memilih tidak menjawab saat dikonfirmasi. Namun, dari unggahan media sosial terbaru, Sarwendah sempat menuliskan pesan singkat yang dianggap publik sebagai respons halus.
“Semua orang punya batasannya masing-masing. Aku hanya ingin anak-anak bahagia,” tulis Sarwendah melalui Instagram Stories pada Senin (7/7/2026) malam.
Meskipun tidak menyebut nama, kalimat itu langsung dikaitkan dengan peringatan dari pihak Ruben. Di sisi lain, Giorgio yang dikenal sangat privat, memilih mengunci akun Instagram-nya dari publik setelah ramai pemberitaan ini.
Pandangan Ahli: Jaga Psikologis Anak di Tengah Dinamika Baru
Psikolog klinis anak dan keluarga, Dr. Rina Sari, M.Psi., yang dihubungi secara terpisah, menjelaskan bahwa dalam situasi semacam ini, pihak dewasa harus sangat berhati-hati. Menurutnya, anak korban perceraian membutuhkan stabilitas figur orang tua, bukan pengganti yang hadir secara tiba-tiba.
“Tugas utama ayah biologis tetap tidak tergantikan, apalagi jika hubungan dengan anak baik. Kekasih baru ibu boleh membangun kedekatan, tetapi harus perlahan dan tidak memaksakan diri sebagai ‘ayah baru’. Anak butuh ruang untuk beradaptasi tanpa paksaan,” tegas Dr. Rina.
Ia menyarankan agar Sarwendah, Ruben, dan Giorgio duduk bersama untuk mendefinisikan peran masing-masing demi kebaikan anak. Komunikasi segitiga antara orang tua kandung dan pasangan baru sangat krusial agar anak tidak merasa kehilangan figur atau dikhianati.
Isu Sensitif yang Terus Bergulir
Peringatan dari pihak Ruben Onsu ini bukan hanya soal ego mantan suami, melainkan menyangkut kesejahteraan psikologis anak-anak. Gugatan cerai yang sempat berlangsung lancar tanpa banyak drama kini memasuki babak baru yang lebih kompleks. Publik pun terbelah; sebagian mendukung Ruben yang protektif, sementara lainnya membela hak Sarwendah untuk melanjutkan hidup bersama pasangan baru.
Satu hal yang pasti, hukum Indonesia mengakui bahwa ayah biologis tetap memiliki hak dan tanggung jawab penuh terhadap anak, kecuali ada putusan pengadilan yang menyatakan lain. Selama hak asuh ada di tangan Sarwendah, Ruben tetap berhak mengawal tumbuh kembang anak-anaknya, termasuk memastikan bahwa tidak ada pihak eksternal yang merusak hubungan emosional ayah-anak.
Berdasarkan informasi terakhir, belum ada jadwal mediasi atau pertemuan antara Ruben, Sarwendah, dan Giorgio. Masyarakat menanti langkah berikutnya dari masing-masing pihak. Yang paling penting, semua berharap agar polemik ini tidak mengorbankan perasaan tiga anak yang tak berdosa.
[SOCIAL_TWEET]: Peringatan tegas dari pihak Ruben Onsu! Giorgio Antonio diminta tidak menggantikan peran ayah kandung anak-anak Sarwendah. Bagaimana batasan pasangan baru dalam keluarga yang sudah bercerai? #RubenOnsu #Sarwendah #GiorgioAntonio[SOCIAL_TG]: 🚨 Pihak Ruben Onsu beri peringatan keras buat Giorgio Antonio. Intinya: jangan coba-coba gantiin peran ayah kandung di depan anak-anak Sarwendah. Gimana reaksi Sarwendah dan Giorgio? 👀🔥
Comments (0)