Peternak Minta Pemerintah Stabilkan Pakan dan Harga Ayam

Ketidakpastian di sektor perunggasan kembali memuncak seiring keluhan para peternak rakyat akan melonjaknya biaya produksi. Harga pakan yang terus merangkak naik dan fluktuasi harga ayam di tingkat pr...

Jul 27, 2026 - 21:36
0 0
Peternak Minta Pemerintah Stabilkan Pakan dan Harga Ayam

Ketidakpastian di sektor perunggasan kembali memuncak seiring keluhan para peternak rakyat akan melonjaknya biaya produksi. Harga pakan yang terus merangkak naik dan fluktuasi harga ayam di tingkat produsen membuat banyak peternak skala kecil dan menengah berada dalam tekanan yang semakin berat. Di tengah situasi ini, suara para peternak semakin lantang menyerukan intervensi nyata dari pemerintah.

Akar Masalah: Lonjakan Biaya Produksi

Berdasarkan laporan lapangan yang dihimpun dari berbagai sentra peternakan, sejumlah komponen biaya utama mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Harga jagung sebagai bahan baku pakan utama masih bertengger di level yang tinggi, didorong oleh pasokan yang terbatas dan ketergantungan pada impor yang masih cukup besar. Data dari asosiasi peternak menunjukkan bahwa biaya pakan kini mencapai 65-70 persen dari total biaya produksi, naik sekitar 8-12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain pakan, harga day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari juga masih berada di atas ambang batas yang dianggap wajar oleh peternak. Kenaikan harga DOC ini dipicu oleh tingginya biaya produksi di tingkat pembibit, termasuk biaya pakan indukan dan energi, serta terbatasnya produksi bibit unggas nasional yang efisien. Akibatnya, peternak harus mengeluarkan modal awal yang lebih besar sebelum ayam siap panen.

Dampak Bagi Peternak dan Harga di Pasaran

Kondisi ini menciptakan dilema klasik di sektor peternakan. Di satu sisi, biaya produksi melambung, namun di sisi lain, harga jual ayam hidup di tingkat kandang tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan biaya tersebut. Peternak sering kali mengalami masa panen dengan harga jual yang rendah, terutama ketika suplai melimpah dan permintaan pasar sedang lesu. Fluktuasi harga yang tajam ini membuat margin keuntungan peternak, khususnya peternak mandiri, semakin tertekan.

Lebih jauh, kondisi ini berpotensi mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat yang menjadi tulang punggung produksi ayam nasional. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin terjadi pengurangan populasi atau peralihan usaha yang akan berdampak pada pasokan dan stabilitas harga ayam di tingkat konsumen dalam jangka panjang.

Tuntutan Peternak ke Pemerintah

Merespons situasi sulit ini, para peternak mengajukan sejumlah usulan konkrit kepada pemerintah. Mereka mendesak adanya mekanisme stabilisasi harga pakan, misalnya melalui kebijakan pengendalian impor jagung dan bahan baku pakan lainnya sehingga harga di dalam negeri lebih terjangkau. Selain itu, peternak meminta agar pemerintah mengaktifkan kembali program insentif atau subsidi tidak langsung untuk menurunkan komponen biaya pakan yang dominan.

Tuntutan lainnya adalah penguatan tata kelola pasokan dan permintaan ayam hidup secara nasional. Peternak berharap ada kebijakan yang bisa menyeimbangkan antara jumlah bibit ayam yang dilepas ke pasar dengan daya serap pasar, sehingga tidak terjadi kelebihan suplai yang merugikan peternak dan tidak pula kekurangan yang memicu lonjakan harga di konsumen. Ketersediaan data produksi yang akurat dan sistem peringatan dini (early warning) juga menjadi salah satu butir yang diharapkan dapat diterapkan oleh kementerian terkait.

Di samping itu, peternak juga menyuarakan perlunya akses permodalan yang lebih baik. Kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga ringan dan penundaan pembayaran pokok pinjaman di masa-masa sulit dinilai bisa menjadi penyelamat bagi peternak yang terimpit cash flow akibat selisih biaya produksi dan harga jual.

Respons Pemerintah dan Harapan ke Depan

Pihak pemerintah, melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, sejatinya telah memiliki beberapa program stabilisasi, seperti operasi pasar dan fasilitasi distribusi pakan. Namun, implementasi di lapangan masih dirasakan belum maksimal bagi kalangan peternak kecil. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarkementerian dan melibatkan asosiasi peternak dalam perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, semua pihak menantikan langkah cepat untuk meredam ketidakstabilan ini. Keseimbangan antara perlindungan bagi peternak dan keterjangkauan harga ayam bagi masyarakat luas menjadi kunci utama. Tanpa intervensi yang memadai, gejolak di sektor ini dapat berulang dan menggerus ketahanan pangan nasional. Peternak berharap suara mereka tidak hanya menjadi keluhan musiman, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dengan kebijakan yang berdampak langsung di tingkat kandang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User