Aug 24, 2026
Bisnis

Peternak Ayam Terhimpit Biaya Pakan, Desak Pemerintah Stabilkan Harga

Para peternak ayam mandiri di Indonesia kembali menghadapi badai tekanan ekonomi. Kombinasi antara melonjaknya biaya produksi dan anjloknya harga jual ayam hidup di tingkat peternak telah menciptakan ...

Peternak Ayam Terhimpit Biaya Pakan, Desak Pemerintah Stabilkan Harga

Para peternak ayam mandiri di Indonesia kembali menghadapi badai tekanan ekonomi. Kombinasi antara melonjaknya biaya produksi dan anjloknya harga jual ayam hidup di tingkat peternak telah menciptakan kondisi yang nyaris tidak menguntungkan. Situasi ini mendorong perwakilan peternak untuk kembali menyuarakan permintaan intervensi kebijakan dari pemerintah guna menyelamatkan keberlangsungan usaha mereka.

Jerat Biaya Pakan dan Bibit yang Kian Mencekik

Secara fundamental, ongkos produksi terbesar peternak ayam terletak pada pakan, yang dapat menyerap hingga 70 persen dari total biaya operasional. Saat ini, harga bahan baku pakan seperti jagung dan bungkil kedelai terus berada di level yang tidak bersahabat, baik karena faktor dinamika harga global maupun pasokan dalam negeri yang belum efisien. Selain pakan, pengadaan Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam usia sehari juga menjadi beban tersendiri. Peternak mengeluhkan harga DOC yang tetap tinggi meskipun harga jual ayam di tingkat konsumen dan pedagang sering kali tidak berkorelasi positif. Menurut laporan lapangan dari perhimpunan peternak, pergerakan naik pada komponen biaya ini tidak diimbangi dengan penyesuaian harga di hilir, sehingga margin peternak terus tergerus.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyoroti bahwa kondisi ini bukanlah fenomena sesaat. “Kami mencatat tren kenaikan biaya pakan dan DOC yang konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Peternak rakyat benar-benar kesulitan menjaga arus kas karena selisih antara ongkos produksi dan penerimaan semakin tipis,” ungkapnya dalam sebuah forum diskusi. Data dari asosiasi menunjukkan bahwa pada beberapa pekan terakhir, selisih negatif tersebut bisa mencapai ratusan rupiah per kilogram ayam hidup, yang bila dikalikan dengan volume budi daya, menciptakan kerugian yang signifikan bagi peternak kecil.

Fluktuasi Harga Jual yang Melemahkan Daya Tahan

Di sisi lain, harga ayam hidup di tingkat peternak sangat rentan terhadap gejolak pasar. Ketika pasokan melimpah akibat panen serentak atau penetrasi perusahaan integrator besar, harga bisa terjun bebas di bawah biaya produksi. Peternak mandiri, yang tidak memiliki jaringan distribusi atau unit pengolah sendiri, menjadi pihak yang paling rentan menerima tekanan pasar. Sering kali mereka harus menjual ayam dengan harga yang jauh dari ideal hanya untuk menghindari kerugian lebih besar akibat ayam yang terlalu lama dipelihara dan terus memakan pakan.

Kondisi ini diperburuk oleh daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan konsumsi daging ayam per kapita memang menunjukkan tren positif, tetapi peningkatan itu belum cukup kuat untuk menyerap kelebihan produksi yang terjadi secara periodik. Akibatnya, harga jual ayam hidup sangat fluktuatif: dalam satu bulan bisa melonjak sebentar lalu kembali turun drastis. Bagi peternak kecil, ketidakpastian harga ini menyulitkan perencanaan usaha dan akses terhadap pembiayaan perbankan karena profil risiko mereka dianggap tinggi.

Tuntutan Peternak dan Urgensi Intervensi Kebijakan

Menghadapi situasi yang semakin sulit, peternak melalui asosiasi mengajukan sejumlah permintaan kepada pemerintah. Pertama, mereka mendesak adanya formula penetapan harga referensi yang lebih adil, yang benar-benar memperhitungkan struktur biaya riil di tingkat kandang, termasuk komponen pakan dan DOC. Kedua, peternak meminta pemerintah untuk memperkuat mekanisme stabilisasi pasokan, seperti pengaturan waktu penetasan DOC dan pengendalian impor daging ayam atau bagian ayam yang kerap masuk saat harga domestik sedang rendah.

Selain itu, peternak juga mendorong pemerintah untuk menyediakan akses terhadap pakan dengan harga lebih terjangkau, baik melalui operasi pasar bahan baku pakan maupun insentif bagi petani jagung agar dapat memasok langsung ke peternak tanpa rantai distribusi yang panjang. Beberapa pengamat ekonomi pertanian menilai bahwa salah satu akar masalah terletak pada struktur pasar jagung yang masih dikuasai oleh beberapa pemain besar, sehingga peternak rakyat sulit mendapatkan harga wajar. Oleh karena itu, intervensi untuk memutus disparitas harga antara harga jagung di tingkat petani dan yang dibeli oleh peternak menjadi sangat krusial.

Menanti Lompatan Peran Pemerintah

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sejatinya telah memiliki sejumlah program untuk menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan. Namun, peternak menilai implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Ketiadaan sanksi yang tegas terhadap pelaku usaha yang menjual ayam di bawah biaya produksi di pasar tradisional membuat praktik perang harga terus berulang. Di samping itu, upaya pengembangan kelembagaan peternak, seperti koperasi atau kemitraan, belum merata dan sering kali tidak memberikan posisi tawar yang cukup kuat.

Para pemangku kepentingan mendorong pemerintah untuk tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang menghubungkan peternak dengan akses pasar, teknologi pakan alternatif, dan sumber pembiayaan mikro dengan bunga rendah. Diperlukan juga terobosan pada sisi regulasi, seperti penerapan harga eceran tertinggi atau harga pembelian pemerintah untuk komoditas ayam hidup, setidaknya sebagai instrumen darurat ketika harga jual runtuh.

Tanpa adanya respons kebijakan yang cepat dan tepat, dikhawatirkan gelombang gulung tikar peternak mandiri akan semakin besar. Dampak jangka panjangnya bukan hanya pada kesejahteraan peternak, tetapi juga pada stabilitas pasokan protein nasional dan ketahanan pangan. Kini semua mata tertuju pada pemerintah, apakah desakan peternak ini akan melahirkan paket kebijakan konkret atau kembali berlalu tanpa solusi yang substansial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User