Oct 12, 2026
Bisnis

Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok-Sumbawa Jelang MotoGP

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga per Desember 2025, pasokan LPG di wilayah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengalami kenaikan hingga 200 persen dari kondisi normal. Langkah ini ditem...

Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok-Sumbawa Jelang MotoGP

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga per Desember 2025, pasokan LPG di wilayah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengalami kenaikan hingga 200 persen dari kondisi normal. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama perhelatan MotoGP Mandalika yang diproyeksikan mendatangkan ratusan ribu pengunjung ke kawasan tersebut.

Penambahan pasokan ini mencakup LPG subsidi 3 kilogram maupun non-subsidi, dengan penekanan utama pada tabung melon yang menjadi konsumsi harian mayoritas rumah tangga dan usaha mikro di NTB. Secara year-on-year, permintaan LPG di kawasan ini memang menunjukkan tren kenaikan, terutama saat agenda pariwisata berskala internasional digelar.

Di Satu Sisi: Antisipasi Lonjakan Permintaan yang Terukur

Dari kacamata pasokan, langkah Pertamina ini mencerminkan manajemen logistik yang responsif. Ketika sebuah event besar digelar, konsumsi energi rumah tangga, hotel, restoran, hingga pedagang kaki lima biasanya melonjak signifikan. Kenaikan 200 persen bukan angka yang berlebihan jika mempertimbangkan multiplier effect dari ribuan kru, tim balap, jurnalis, dan penonton yang datang.

Fundamental ekonomi NTB memang bergantung pada sektor pariwisata dan industri kreatif. Setiap kali MotoGP digelar, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang berimbas pada konsumsi bahan bakar, termasuk LPG. Penambahan pasokan ini juga menjadi sinyal bahwa likuiditas barang di pasar dijaga agar tidak memicu kepanikan atau penimbunan.

"Penambahan pasokan ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam menjaga stabilitas energi di daerah yang sedang mengalami lonjakan aktivitas ekonomi," ujar seorang pejabat perusahaan dalam keterangan resmi.

Di Sisi Lain: Risiko Overstock dan Distorsi Pasar

Namun, dari perspektif lain, lonjakan pasokan hingga dua kali lipat berpotensi menimbulkan persoalan baru. Jika proyeksi kunjungan tidak sesuai dengan realisasi, maka akan terjadi kelebihan stok yang mengganggu efisiensi distribusi. Dalam terminologi ekonomi, kondisi ini disebut overstock, yang bisa memperbesar biaya penyimpanan dan menekan margin distributor lokal.

Selain itu, penambahan pasokan secara masif dalam waktu singkat berisiko menciptakan distorsi harga di tingkat pengecer. Pasokan yang menumpuk bisa memicu perang harga tak sehat, terutama di segmen LPG non-subsidi. Padahal, yang paling membutuhkan tambahan adalah rumah tangga pengguna LPG 3 kilogram, bukan pelaku usaha besar.

Data historis menunjukkan bahwa setiap event besar selalu diikuti oleh koreksi permintaan pasca-acara. Pada 2023, misalnya, setelah MotoGP usai, permintaan LPG di Lombok sempat turun di bawah rata-rata bulanan. Ini menandakan bahwa tambahan pasokan bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental jangka panjang.

Proyeksi dan Sentimen Pasar ke Depan

Ke depan, proyeksi kebutuhan LPG di NTB akan sangat bergantung pada kalender pariwisata dan kebijakan energi nasional. Jika pemerintah terus mendorong konversi energi bersih, maka permintaan LPG bisa bergeser ke jaringan gas kota atau listrik. Namun dalam jangka pendek, LPG masih menjadi primadona karena keterjangkauan harga dan infrastrukturnya yang sudah mapan.

Yang perlu dicermati adalah bagaimana Pertamina menjaga rasio antara pasokan dan konsumsi riil. Jangan sampai penambahan ini hanya menjadi sentimen pasar sesaat tanpa diikuti perbaikan tata kelola distribusi. Apalagi, isu capital outflow dan fluktuasi nilai tukar turut memengaruhi harga LPG non-subsidi karena komponen impor di dalamnya.

Kesimpulannya, penambahan pasokan LPG hingga 200 persen di Lombok dan Sumbawa adalah langkah strategis yang perlu diapresiasi, tetapi tetap memerlukan pengawasan. Di satu sisi, ini menjaga kelancaran event dan stabilitas harga. Di sisi lain, risiko overstock dan distorsi pasar tetap membayangi. Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panic buying karena stok dipastikan aman selama periode MotoGP Mandalika berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User