Oct 11, 2026
Bisnis

Pertamina Dorong Homestay Mandalika Lewat Pelatihan dan Energi Terbarukan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2023, sektor akomodasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mencatat pertumbuhan kapasitas kamar sebesar 18,7 persen year-on...

Pertamina Dorong Homestay Mandalika Lewat Pelatihan dan Energi Terbarukan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2023, sektor akomodasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mencatat pertumbuhan kapasitas kamar sebesar 18,7 persen year-on-year menjelang penyelenggaraan MotoGP. Angka ini mencerminkan tren positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata, khususnya penyedia jasa penginapan berbasis rumah warga atau homestay. Di tengah lonjakan permintaan tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) mengambil peran dengan menggelar pelatihan pengelolaan homestay serta mendorong penerapan Program Desa Energi Berdikari (DEB) di sejumlah desa penyangga kawasan Mandalika.

Mengapa Homestay Menjadi Penopang Ekonomi Lokal

Homestay memiliki posisi strategis dalam struktur ekonomi pariwisata karena mampu menyerap tenaga kerja secara langsung dan mendistribusikan manfaat ekonomi hingga ke tingkat rumah tangga. Berbeda dengan hotel berbintang yang umumnya dimiliki korporasi besar, homestay dikelola oleh warga setempat sehingga nilai tambahnya cenderung bertahan di daerah. Data Dinas Pariwisata NTB menunjukkan adanya kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 22,4 persen pada periode penyelenggaraan MotoGP dibandingkan bulan-bulan biasa, dan lonjakan ini tidak sepenuhnya dapat ditampung oleh akomodasi formal yang ada.

Kondisi tersebut menciptakan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, permintaan kamar yang melonjak membuka ruang pendapatan bagi warga yang memiliki kamar berlebih. Di sisi lain, banyak pengelola homestay masih menghadapi keterbatasan dalam hal manajemen keuangan, standar kebersihan, pemasaran digital, hingga keterbatasan akses energi yang andal. Di sinilah intervensi pelatihan dan pendampingan menjadi relevan, karena tanpa peningkatan kapasitas, lonjakan permintaan hanya akan menjadi manfaat sesaat yang tidak berkelanjutan.

Dua Sisi Program Pendampingan

Pro: Pelatihan pengelolaan homestay berpotensi meningkatkan kualitas layanan, okupansi, dan pendapatan warga secara berkelanjutan. Dengan standar operasional yang lebih baik, homestay lokal dapat bersaing dengan akomodasi formal pada segmen wisatawan yang mencari pengalaman autentik. Program Desa Energi Berdikari yang menyertai pelatihan ini juga menyasar penyediaan energi terbarukan skala desa, misalnya melalui panel surya untuk penerangan dan pemanas air. Dari sisi fundamental, ketersediaan listrik yang stabil menurunkan biaya operasional dan meningkatkan kenyamanan tamu, dua faktor yang secara langsung memengaruhi valuasi usaha homestay di mata wisatawan.

Kontra: Meski menawarkan prospek cerah, program semacam ini menghadapi sejumlah risiko. Pertama, keberlanjutan pasca-pelatihan sering menjadi titik lemah karena pendampingan cenderung berhenti setelah program selesai. Kedua, lonjakan pasokan homestay berisiko menciptakan oversupply di luar musim MotoGP, yang dapat menekan harga sewa dan margin keuntungan. Ketiga, ketergantungan pada satu event besar menyimpan kerentanan terhadap sentimen pasar dan kondisi eksternal, seperti fluktuasi jumlah penonton atau perubahan jadwal balapan. Tanpa diversifikasi sumber wisatawan, pendapatan homestay dapat mengalami penurunan tajam pada periode sepi.

"Pendampingan UMKM pariwisata harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program seremonial. Yang menentukan adalah sejauh mana kapasitas lokal benar-benar terbangun dan mampu berjalan mandiri," ujar seorang pengamat ekonomi pariwisata.

Energi Terbarukan sebagai Fondasi Daya Saing

Aspek energi sering luput dari pembahasan pengembangan homestay, padahal ketersediaan listrik yang stabil merupakan prasyarat dasar layanan akomodasi modern. Program Desa Energi Berdikari yang menyertai inisiatif ini menyasar penyediaan energi terbarukan skala desa, seperti panel surya untuk penerangan dan pemanas air. Dari perspektif ekonomi, investasi energi terbarukan dapat menurunkan biaya operasional jangka panjang, meski memerlukan modal awal yang tidak kecil. Rasio pengembalian investasi bergantung pada skala pemakaian dan harga energi konvensional di wilayah tersebut.

Jika dikelola dengan baik, kombinasi antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan ketersediaan energi mandiri dapat memperkuat fundamental ekonomi desa penyangga. Namun, keberhasilan akhir tidak hanya ditentukan oleh intensitas program, melainkan juga oleh konsistensi pendampingan, akses pembiayaan, dan strategi pemasaran yang berorientasi pada pasar yang lebih luas. Tanpa itu, manfaat MotoGP bagi homestay lokal berisiko hanya menjadi cerita musiman yang tidak berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User