Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti: Pasar Tak Perlu Panik

Pasar keuangan Indonesia seketika bergejolak pada awal sesi perdagangan hari ini setelah kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, secara resmi mengundurkan...

Jul 27, 2026 - 23:35
0 0
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti: Pasar Tak Perlu Panik

Pasar keuangan Indonesia seketika bergejolak pada awal sesi perdagangan hari ini setelah kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya, memicu spekulasi tentang arah kebijakan moneter dan stabilitas rupiah. Namun, kepanikan tersebut dengan cepat diredam oleh Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Pjs) Gubernur BI. Dalam pernyataan perdananya, ia meminta seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan percaya pada fundamental ekonomi nasional.

Resignasi di Tengah Tantangan Global

Pengunduran diri Perry Warjiyo terjadi di saat perekonomian global sedang diliputi ketidakpastian. Sejak menjabat pada 2018, ia telah memimpin bank sentral melewati berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, perang dagang, hingga gejolak suku bunga global. Di bawah komandonya, BI menempuh jalur kebijakan yang cenderung pro-stabilitas, dengan fokus utama menjaga inflasi dalam sasaran dan stabilitas nilai tukar. Keputusan Perry untuk mundur lebih awal—tanpa menyebutkan alasan spesifik selain alasan pribadi—membuka spekulasi pasar tentang kemungkinan perubahan arah kebijakan. Namun, dari internal bank sentral sendiri, suara untuk tetap tenang langsung menggema.

Pesan Penenangan dari Sang Pelaksana Tugas

Dalam konferensi pers yang digelar secara darurat, Destry Damayanti menyampaikan pernyataan yang terukur. “Kami meminta market untuk tidak panik. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” ujarnya. Ia merujuk pada cadangan devisa yang per akhir bulan lalu tercatat sebesar 139,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri, jauh di atas standar kecukupan internasional. Inflasi inti juga tetap terjaga di kisaran 2,3% year-on-year (yoy), dan inflasi headline sebesar 2,8% yoy, masih dalam rentang sasaran 2,5%±1%.

Destry, yang sejak 2018 mendampingi Perry sebagai Deputi Gubernur Senior, dikenal sebagai teknokrat berpengalaman dengan rekam jejak panjang di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Sebelum bergabung dengan BI, ia pernah menempati posisi strategis di sektor perbankan dan pemerintahan. Sepanjang kariernya, ia sering tampil sebagai suara yang menekankan pentingnya bauran kebijakan antara moneter, fiskal, dan reformasi struktural. Dengan pengalaman itu, peran barunya sebagai pengendali sementara bank sentral diharapkan mampu meneruskan kebijakan yang telah berjalan.

Goyangan Rupiah yang Cepat Pulih

Reaksi pasar terhadap mundurnya Perry Warjiyo memang terlihat pada menit-menit awal pembukaan perdagangan. Rupiah sempat melemah tipis, menyentuh level Rp15.635 per dolar AS atau turun 0,3% dari posisi penutupan sebelumnya. Demikian pula Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menghijau lalu bergerak mixed, dengan pelemahan sekitar 0,25% sebelum akhirnya kembali stabil di sesi siang. Analis menilai pergerakan ini lebih didorong oleh faktor sentimen jangka pendek, bukan oleh keraguan mendasar terhadap kesehatan ekonomi.

Di satu sisi, mundurnya gubernur bank sentral di tengah agenda normalisasi suku bunga global, terutama jika dikaitkan dengan potensi peningkatan suku bunga acuan The Fed ke depan, memang memicu kekhawatiran akan adanya kekosongan kepemimpinan strategis. Namun di sisi lain, postur makroekonomi Indonesia saat ini relatif solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 masih berada di kisaran 5,0% yoy, ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi yang membaik. Neraca perdagangan juga masih mencatatkan surplus selama 47 bulan berturut-turut. Stabilitas perbankan tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 26,5% dan rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah 2,5%. Data-data tersebut, menurut Destry, menjadi bantalan yang cukup bagi Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal jangka pendek.

Proyeksi dan Kepercayaan Pasar

Ke depan, pasar akan mencermati dua agenda besar. Pertama, proses pemilihan Gubernur BI definitif yang akan menggantikan Perry Warjiyo. Presiden dijadwalkan akan mengajukan calon tunggal ke DPR dalam waktu dekat, dan Destry Damayanti disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat. Kedua, rapat dewan gubernur (RDG) bulanan yang akan tetap berjalan sesuai jadwal, dan dipastikan akan mempertahankan stance kebijakan moneter yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga rupiah.

Pelaku pasar valas dan obligasi yang sempat melakukan aksi jual di pagi hari pun mulai melakukan pembelian kembali setelah mendengar pernyataan resmi Pjs Gubernur. Imbal hasil (yield) surat utang negara tenor 10 tahun kembali turun ke level 6,75%, setelah sempat naik tipis ke 6,82%. Aliran modal asing yang sempat keluar (capital outflow) sekitar Rp2,1 triliun di pasar SBN pada sesi pertama, berangsur kembali normal.

Dengan pengalaman dan ketenangan yang dipancarkan Destry Damayanti, serta fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat, goncangan akibat mundurnya Perry Warjiyo tampaknya hanya menjadi riak kecil. Bank Indonesia di bawah komando sementara tetap berkomitmen menggunakan seluruh instrumen moneter, termasuk triple intervention di pasar spot valas, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar SBN, untuk memastikan stabilitas rupiah. Pasar pun diharapkan tidak lagi diliputi kepanikan yang tidak berdasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User