Pengganti Perry Warjiyo di BI Segera Diajukan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto bersiap mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru untuk menggantikan posisi Perry Warjiyo. Masa jabatan Gubernur BI saat ini akan segera berakhir, membuka ...

Pengganti Perry Warjiyo di BI Segera Diajukan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto bersiap mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru untuk menggantikan posisi Perry Warjiyo. Masa jabatan Gubernur BI saat ini akan segera berakhir, membuka babak baru dalam penentuan arah kebijakan moneter nasional. Pasar keuangan dan pelaku usaha tengah mencermati pergerakan ini dengan saksama, mengingat peran vital BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan sistem keuangan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Gubernur BI diusulkan oleh Presiden dan diangkat setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Proses fit and proper test di Komisi XI DPR akan menjadi uji publik yang menentukan. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan bahwa kandidat memiliki integritas, kompetensi, dan keberanian mengambil keputusan yang independen.

Warisan Perry Warjiyo di Bank Sentral

Perry Warjiyo memimpin BI sejak Mei 2018. Di bawah kepemimpinannya, BI menerapkan kebijakan tiga pilar: stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Salah satu kebijakan kontroversial namun efektif adalah burden sharing dengan pemerintah selama pandemi, di mana BI membeli surat berharga negara langsung di pasar perdana untuk membiayai defisit fiskal. Kebijakan ini berhasil menjaga likuiditas dan mencegah krisis yang lebih dalam, namun meninggalkan PR berupa penyerapan kelebihan likuiditas pasca-pandemi.

Selain itu, Perry juga menginisiasi digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan BI-FAST, serta mendorong pendalaman pasar valuta asing melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Di tengah gejolak global, BI di bawah Perry berhasil mempertahankan cadangan devisa di level yang aman, meskipun sempat turun drastis pada 2022. Cadangan devisa per Maret 2025 tercatat sebesar 140,2 miliar dolar AS, setara dengan 6,7 bulan impor, di atas standar internasional.

Tantangan Berat Penerus Perry

Siapa pun yang terpilih akan langsung menghadapi lingkungan ekonomi yang penuh ketidakpastian. Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, masih menahan suku bunga tinggi di kisaran 5,25-5,5 persen, sehingga mendorong capital outflow dari negara berkembang. Di sisi lain, konflik geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah memicu lonjakan harga komoditas energi dan pangan. Akibatnya, inflasi domestik masih menghantui, meskipun per April 2025 tercatat sebesar 2,8 persen year-on-year, masih dalam kisaran target BI 2,5±1 persen.

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi pekerjaan rumah paling mendesak. Rupiah masih bergerak volatil di sekitar Rp16.000 per dolar AS, akibat tekanan global dan kebutuhan valas korporasi yang tinggi. Kemampuan calon gubernur dalam menyelaraskan suku bunga acuan, intervensi pasar, dan koordinasi dengan pemerintah akan sangat menentukan sentimen investor. Para analis memperkirakan bahwa Gubernur BI baru perlu mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 6,00 persen hingga akhir semester pertama, sebelum mempertimbangkan pelonggaran jika inflasi terkendali.

Kandidat Kuat dan Dinamika Politik

Meskipun belum ada pengumuman resmi, sejumlah nama beredar di kalangan Istana. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, menjadi kandidat terkuat. Dengan pengalaman di IMF dan OJK, Destry dianggap memahami kompleksitas kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Pesaing lain adalah Aida Budiman, mantan Deputi Gubernur BI yang kini menjadi penasihat Kementerian Keuangan, serta Doddy Zulverdi, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI. Tak tertutup kemungkinan Perry Warjiyo sendiri diusulkan kembali untuk periode kedua, meskipun beberapa kalangan menilai perlunya regenerasi.

Proses politik di DPR akan menjadi sorotan. Komisi XI yang diketuai oleh Mukhamad Misbakhun dari Fraksi Golkar akan menjadwalkan fit and proper test setelah menerima surat presiden. Dengan komposisi koalisi pemerintah yang solid, persetujuan kemungkinan besar akan mulus. Namun, Fraksi PDI-P yang berada di luar pemerintahan bisa saja menggunakan forum ini untuk mengkritisi arah kebijakan ekonomi Prabowo. Anggota dewan dari berbagai fraksi akan menguji pemahaman calon tentang kemandirian BI dan strategi menghadapi stagflasi global.

Ekspektasi Investor dan Pelaku Usaha

Pasar menyambut positif prospek pergantian ini, dengan catatan calon yang dipilih memiliki rekam jejak kuat dan orientasi kebijakan yang konsisten. Kepala Riset sebuah bank investasi asing menyatakan, "Investor menginginkan Gubernur BI yang hawkish terhadap inflasi namun pragmatis dalam menjaga pertumbuhan." Hal ini menegaskan bahwa kemandirian BI adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan internasional.

Selain itu, sinergi antara BI dan pemerintah diharapkan semakin solid. Presiden Prabowo telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen melalui program hilirisasi dan infrastruktur. Untuk itu, BI perlu menjaga stabilitas moneter tanpa mengorbankan likuiditas yang dibutuhkan dunia usaha. Instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) akan semakin vital untuk menarik aliran modal asing dan menstabilkan rupiah.

Hingga berita ini ditulis, juru bicara BI enggan memberikan komentar lebih jauh. Namun, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dalam sebuah forum menyebutkan bahwa sesuai undang-undang, calon anggota Dewan Gubernur akan diusulkan oleh Presiden dan diangkat dengan persetujuan DPR. Publik menanti pengumuman resmi dalam beberapa pekan ke depan, yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter selama lima tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User