Pengawasan BUMN Perlu Diperkuat Usai Kasus di PT Pos

Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia menyusul dugaan permasalahan tata kelola yang mencuat ke publik, termasuk indikasi rekayasa

Jul 06, 2026 - 06:53
0 0
Pengawasan BUMN Perlu Diperkuat Usai Kasus di PT Pos

Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia menyusul dugaan permasalahan tata kelola yang mencuat ke publik, termasuk indikasi rekayasa keuangan di tubuh perusahaan pelat merah tersebut. Langkah sigap Danantara ini menuai apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, yang menilai bahwa proses evaluasi ini mencerminkan keseriusan lembaga tersebut dalam menjalankan mandat pengawasan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Komitmen Perkuat Tata Kelola BUMN

Menurut laporan yang dihimpun media kami, proses evaluasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat mekanisme pengawasan internal di lingkungan BUMN. Firnando Ganinduto menjelaskan bahwa keberadaan Danantara membawa dimensi baru dalam pengelolaan investasi dan pengawasan badan usaha milik negara. Ia menekankan bahwa kejadian di PT Pos Indonesia seharusnya menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar tindakan reaktif terhadap satu kasus.

"Kami mengapresiasi langkah Danantara yang bergerak cepat dan profesional. Evaluasi seperti ini merupakan langkah yang tepat dan perlu terus diperkuat agar BUMN kita semakin sehat, transparan, dan mampu bersaing di tingkat global," ujar Firnando kepada media kami di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Firnando menambahkan bahwa Danantara memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi potensi risiko, mendorong penyelesaian berbagai persoalan tata kelola, serta memastikan bahwa setiap BUMN beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Menurutnya, fungsi evaluasi yang dijalankan Danantara tidak boleh berhenti pada tahap identifikasi masalah, melainkan harus berlanjut pada rekomendasi perbaikan yang konkret dan terukur.

Sinergi Antar Lembaga Pengawas

Legislator dari Fraksi Golkar itu juga menyoroti pentingnya sinergi antara Danantara, Kementerian BUMN, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat sistem pengawasan terpadu. Ia berpendapat bahwa tumpang tindih kewenangan dan ego sektoral seringkali menjadi hambatan dalam mengusut tuntas permasalahan di BUMN. Koordinasi yang lebih erat, menurutnya, akan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang ingin memanfaatkan celah tata kelola untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Lebih lanjut, Firnando mendorong agar setiap temuan dari proses evaluasi ini ditindaklanjuti secara serius, termasuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia meyakini bahwa penegakan aturan yang konsisten akan menimbulkan efek jera sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap BUMN sebagai pilar perekonomian nasional.

Kasus yang terjadi di PT Pos Indonesia menjadi pengingat bahwa pengawasan BUMN memerlukan perhatian berkelanjutan. Tanpa sistem pengawasan yang kuat dan independen, BUMN akan rentan terhadap praktik-praktik yang merugikan keuangan negara. Danantara, yang lahir dari semangat reformasi pengelolaan investasi publik, diharapkan mampu menjadi benteng terdepan dalam mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User