Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 30,16 Triliun untuk Benahi 136 Perlintasan Sebidang

Pemerintah telah memetakan 136 titik perlintasan sebidang kereta api di jalan nasional yang memerlukan penanganan serius. Total kebutuhan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 30,16 triliun, dan proyek

Jul 06, 2026 - 07:37
0 0
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 30,16 Triliun untuk Benahi 136 Perlintasan Sebidang

Pemerintah telah memetakan 136 titik perlintasan sebidang kereta api di jalan nasional yang memerlukan penanganan serius. Total kebutuhan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 30,16 triliun, dan proyek ini direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2044, menurut laporan Beritadua.com. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, mengurai kemacetan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan kereta api.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengungkapkan bahwa identifikasi titik-titik rawan tersebut telah dilakukan secara menyeluruh. Perlintasan sebidang—pertemuan langsung antara jalan raya dan rel kereta—seringkali menjadi lokasi kecelakaan fatal karena minimnya kesadaran pengguna jalan atau kurangnya infrastruktur pengaman. Dengan proyek ini, diharapkan seluruh titik akan ditinggikan atau dibangun jalur tidak sebidang, seperti flyover atau underpass.

“Secara nasional, kita identifikasi 136 perlintasan sebidang di jalan nasional. Ini butuh anggaran sekitar Rp 30,16 triliun dan akan kita kerjakan bertahap sampai 2044,” ujar Triono dalam keterangan yang dikutip Beritadua.com.

Empat Tahap Pengerjaan

Proyek besar ini dibagi ke dalam empat tahap. Tahap pertama meliputi penanganan 39 titik, dengan pendanaan melalui skema pinjaman luar negeri. Pekerjaan tahap pertama ditargetkan berlangsung pada rentang 2025–2030. Sisanya akan menyusul pada tahap-tahap berikutnya sesuai prioritas dan ketersediaan anggaran. Keputusan menggunakan pinjaman luar negeri menunjukkan strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek tanpa sepenuhnya membebani APBN.

Triono menambahkan, pemilihan titik pada tahap awal didasarkan pada tingkat keparahan kemacetan dan frekuensi kecelakaan. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan operator kereta api telah dilakukan untuk memastikan penanganan tidak mengganggu jadwal perjalanan KA yang sudah padat.

Jawa Barat Jadi Prioritas

Dari total 136 titik nasional, Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama. Terdapat 42 simpang sebidang di provinsi ini, dengan rincian 14 titik di jalan nasional dan 28 titik di jalan provinsi. Tingginya angka tersebut tidak lepas dari padatnya jaringan kereta dan jalan di Jabar, terutama di sekitar kawasan metropolitan Bandung dan Cirebon.

Tiga titik di Jawa Barat yang akan segera dikerjakan adalah Rajapolah di Tasikmalaya, Bulak Kapal di Bekasi, dan Slamet Riyadi di Cirebon. Ketiganya dinilai memiliki tingkat urgensi tinggi karena volume lalu lintas yang melintas setiap hari cukup besar dan potensi konflik antara kendaraan dengan kereta sangat tinggi.

Di lokasi lain, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk menutup perlintasan liar yang tidak memiliki izin. Penutupan ini penting untuk memusatkan titik penyeberangan resmi dan memudahkan pengawasan. Seiring berjalannya proyek, diharapkan waktu tempuh pengendara bisa berkurang dan potensi kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

Juru bicara Kementerian PU menyatakan bahwa penanganan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan sistem transportasi yang aman, efisien, dan terintegrasi. Dengan dana puluhan triliun rupiah, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi keselamatan masyarakat di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User