Pemerintah Atur Tarif Antar Makanan, Menhub Soroti Ojol Kirim Banyak Sekali Jalan

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan formula tarif baru bagi layanan ojek online (ojol) pengantar makanan dan

Aug 21, 2026 - 23:36
0 0
Pemerintah Atur Tarif Antar Makanan, Menhub Soroti Ojol Kirim Banyak Sekali Jalan

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan formula tarif baru bagi layanan ojek online (ojol) pengantar makanan dan barang. Kebijakan ini akan memisahkan skema tarif pengiriman dari tarif angkutan penumpang yang selama ini berada dalam satu payung aturan. Menteri Perhubungan juga menyoroti praktik mitra pengemudi yang kerap membawa banyak pesanan dalam sekali jalan, sebuah fenomena yang dinilai memengaruhi keadilan tarif sekaligus kualitas layanan.

Rencana penyusunan formula baru ini muncul di tengah meningkatnya volume transaksi pengiriman makanan daring. Dengan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan antar makanan, pemerintah menilai skema tarif yang berlaku selama ini belum sepenuhnya mencerminkan biaya riil yang dikeluarkan pengemudi di lapangan.

Formula Tarif Pengiriman Dipisah dari Angkutan Penumpang

Kemenhub menegaskan bahwa tarif pengiriman makanan dan barang tidak akan disamakan dengan tarif angkutan orang. Perbedaan karakteristik kedua layanan menjadi alasan utama pemisahan ini. Angkutan penumpang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan penumpang, sementara pengiriman barang melibatkan dimensi logistik yang jauh lebih kompleks, mulai dari penyimpanan makanan agar tetap hangat hingga keamanan kemasan.

"Pola pengiriman makanan dan barang memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga formulanya tidak bisa disamakan begitu saja dengan angkutan penumpang," demikian penegasan yang disampaikan Kemenhub dalam penyusunan aturan tersebut.

Selama ini, tarif pengiriman makanan memang kerap menjadi bahan perdebatan. Saat permintaan melonjak, sistem tarif dinamis membuat harga membumbung tinggi, sementara saat sepi, pengemudi hanya menerima pendapatan minimal. Kondisi ini mendorong banyak pihak mendesak pemerintah menghadirkan aturan yang lebih adil dan terukur.

Lima Faktor Kunci dalam Penghitungan Tarif

Dalam rancangan formula baru, pemerintah mempertimbangkan sedikitnya lima variabel utama yang akan menentukan besaran tarif pengiriman:

FaktorDeskripsi
Harga bahan bakarFluktuasi harga BBM menjadi dasar perhitungan biaya operasional pengemudi
Jarak tambahanBiaya bertambah seiring jauhnya jarak tempuh dari titik awal ke tujuan
Algoritma aplikasiSistem penentuan harga dinamis yang ditetapkan platform
Ukuran barangDimensi dan berat barang memengaruhi kapasitas muatan pengemudi
Risiko pengirimanPotensi kerusakan, keterlambatan, hingga risiko keselamatan berkendara

Kelima faktor tersebut diyakini mampu menciptakan skema tarif yang lebih transparan. Dengan begitu, mitra pengemudi tidak lagi menanggung beban biaya yang tak terlihat dalam perhitungan tarif sebelumnya, sementara konsumen mendapat kejelasan mengenai komponen biaya yang mereka bayar.

Sorotan Menhub Soal Banyak Pesanan dalam Satu Perjalanan

Perhatian utama Menteri Perhubungan tertuju pada praktik pengemudi yang mengangkut banyak pesanan sekaligus dalam satu perjalanan. Fenomena ini memang menguntungkan dari sisi efisiensi waktu, tetapi menimbulkan persoalan baru. Para pengamat menilai praktik ini berpotensi menurunkan kualitas layanan, memperlambat waktu pengiriman, dan menciptakan ketidakadilan karena biaya antar pesanan kerap dibebankan secara terpisah meski ditempuh dalam satu rute yang sama.

Kemenhub akan mengkaji bagaimana praktik pengiriman ganda ini diperhitungkan dalam formula tarif. Beberapa opsi yang mengemuka antara lain penerapan tarif dasar per pesanan, penyesuaian tarif untuk pesanan tambahan, hingga batasan jumlah pesanan maksimal dalam satu perjalanan. Pengaturan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara pendapatan pengemudi dan kenyamanan konsumen.

Harapan Mitra Pengemudi dan Kepastian bagi Konsumen

Di sisi lain, para mitra pengemudi berharap formula baru ini benar-benar menghitung biaya operasional secara riil. Lonjakan harga bahan bakar selama beberapa tahun terakhir membuat pendapatan pengemudi tergerus, sementara tarif yang berlaku belum banyak berubah.

"Kami berharap tarif baru benar-benar mempertimbangkan kenaikan biaya operasional, bukan sekadar perubahan angka," ujar seorang perwakilan mitra pengemudi yang enggan disebutkan namanya.

Bagi konsumen, kepastian tarif yang transparan juga menjadi harapan utama. Pengguna ingin mengetahui rincian biaya yang mereka bayarkan, termasuk kapan tarif dinamis diberlakukan. Pemerintah pun menekankan bahwa penyusunan formula ini akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk platform aplikasi dan asosiasi pengemudi, sebelum aturan final ditetapkan.

Dengan adanya formula baru ini, diharapkan ekosistem layanan pengiriman daring di Indonesia semakin sehat, adil, dan berkelanjutan — baik bagi pengemudi yang menggantungkan hidupnya di jalanan maupun konsumen yang bergantung pada layanan antar makanan setiap hari.

[SOCIAL_TWEET]: Pemerintah siapkan formula tarif baru ojol antar makanan: bensin, jarak, ukuran barang hingga risiko jadi pertimbangan. Menhub soroti praktik kirim banyak pesanan sekali jalan. #TarifOjol #Kemenhub[SOCIAL_TG]: TARIF BARU OJOL ANTAR MAKANAN: Kemenhub siapkan formula terpisah dari angkutan penumpang. Sorotan khusus pada praktik kirim banyak pesanan dalam sekali jalan. Baca selengkapnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User