Pemberdayaan BRI Dorong Tenun Troso KAINRATU Menembus Pasar Global

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per kuartal III/2024, kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 61,1 persen, atau setara d...

Aug 07, 2026 - 17:03
0 0
Pemberdayaan BRI Dorong Tenun Troso KAINRATU Menembus Pasar Global

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per kuartal III/2024, kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 61,1 persen, atau setara dengan Rp9.580 triliun. Di tengah tren positif ini, pemberdayaan sektor kerajinan tradisional menjadi sorotan utama, terutama dalam upaya meningkatkan daya saing produk lokal di kancah internasional. Salah satu contoh nyata adalah keberhasilan KAINRATU, sebuah UMKM tenun ikat asal Troso, Jepara, yang berhasil menembus pasar global berkat dukungan program pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Perjalanan KAINRATU tidak serta-merta instan. Sebagai sentra tenun tertua di Jawa Tengah, Desa Troso memiliki sejarah panjang dalam produksi kain tenun ikat. Namun, selama bertahun-tahun, para perajin menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, hingga minimnya inovasi desain. Di satu sisi, permintaan pasar domestik cenderung fluktuatif dan didominasi oleh pembeli lokal dengan daya beli terbatas. Di sisi lain, persaingan dengan produk tekstil bermesin yang lebih murah semakin menekan margin keuntungan para perajin tradisional.

Program Pemberdayaan BRI: Lebih dari Sekadar Modal

Berdasarkan laporan internal BRI per Desember 2024, program pemberdayaan yang menyasar KAINRATU mencakup tiga pilar utama: pelatihan kapasitas produksi, pendampingan manajemen keuangan, dan fasilitasi akses pasar ekspor. Melalui pelatihan yang difasilitasi BRI, para perajin KAINRATU diajarkan teknik pewarnaan alami yang lebih ramah lingkungan serta pengembangan motif kontemporer yang tetap mengakar pada filosofi tenun Troso. Pro: pendekatan ini berhasil meningkatkan nilai tambah produk, yang tercermin dari kenaikan harga jual rata-rata sebesar 35 persen year-on-year pada semester pertama 2024. Kontra: proses adaptasi terhadap desain baru membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kapasitas produksi sempat menurun 12 persen pada tahap awal transisi.

Selain aspek produksi, BRI juga menghubungkan KAINRATU dengan platform dagang elektronik (e-commerce) lintas negara dan mengikutsertakan mereka dalam pameran dagang internasional seperti Trade Expo Indonesia. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa ekspor produk kerajinan tenun dari Jepara meningkat 18,7 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, Belanda, dan Australia. Sentimen pasar yang positif terhadap produk handmade dan sustainable fashion menjadi pendorong utama permintaan ini.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Perajin Lokal

Keberhasilan KAINRATU tidak hanya berdampak pada omzet perusahaan, tetapi juga pada ekosistem ekonomi desa. Berdasarkan wawancara dengan pengelola KAINRATU, sejak program pemberdayaan dimulai pada 2023, jumlah perajin yang terlibat meningkat dari 25 menjadi 47 orang, dengan mayoritas adalah perempuan kepala keluarga. Pendapatan rata-rata perajin naik dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,7 juta per bulan, mengalami kenaikan sebesar 50 persen. Pro: peningkatan pendapatan ini berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Desa Troso sebesar 2,3 poin persentase menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara. Kontra: ketergantungan pada satu buyer utama di pasar ekspor masih menjadi risiko, mengingat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 4,2 persen sepanjang 2024 dapat mempengaruhi daya saing harga.

Dari sisi fundamental usaha, KAINRATU kini memiliki rasio likuiditas yang sehat, dengan current ratio di atas 2,0, berkat pendampingan pengelolaan arus kas yang diberikan BRI. Namun, tantangan tetap ada. Proyeksi pertumbuhan ekspor kerajinan tenun nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 8-10 persen, didukung oleh tren konsumsi global yang mengutamakan produk etis. Di sisi lain, kompetisi dengan negara produsen tenun seperti India dan Thailand yang memiliki skala ekonomi lebih besar menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, diversifikasi pasar dan penguatan merek menjadi agenda penting bagi KAINRATU ke depan.

"Pemberdayaan UMKM bukan hanya soal memberikan pinjaman, tetapi bagaimana membangun kapasitas agar mereka bisa mandiri dan berkelanjutan. Keberhasilan KAINRATU membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk tradisional Indonesia mampu bersaing di pasar global," ujar Direktur UMKM BRI dalam keterangan resmi yang dikutip pada pekan ini.

Proyeksi dan Keberlanjutan Program

Melihat tren positif ini, BRI berencana memperluas program serupa ke 100 sentra kerajinan lain di Indonesia pada tahun 2025. Investasi dalam pelatihan dan digitalisasi pemasaran dialokasikan sebesar Rp500 miliar, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Pro: perluasan ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi 50.000 perajin dan meningkatkan nilai ekspor kerajinan nasional hingga Rp2 triliun. Kontra: efektivitas program sangat bergantung pada kualitas pendamping lokal dan dukungan pemerintah daerah, yang belum merata di semua wilayah.

Bagi KAINRATU sendiri, langkah berikutnya adalah membangun showroom digital dan memperkuat sertifikasi produk halal serta eco-label untuk menembus pasar Eropa yang lebih ketat regulasinya. Dengan fundamental yang semakin kuat dan dukungan ekosistem yang terus berkembang, tenun Troso dari KAINRATU diharapkan tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga ikon budaya Indonesia yang mendunia. Namun, para pelaku usaha perlu tetap waspada terhadap gejolak ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga The Fed yang dapat memicu capital outflow dan menekan nilai tukar. Pada akhirnya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku UMKM mampu menghasilkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User