Langkah kaki Tini Purwanti (60) terasa amat berat saat menyusuri landasan beton Dermaga Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (11/9). Didampingi pihak keluarga yang memegang erat kedua lengannya, wanita paruh baya itu tak mampu menyembunyikan duka yang mendalam. Di genggaman tangannya yang bergetar, sebotol air mineral perlahan dituangkan ke permukaan air laut yang bergolak. Air mata Tini menyatu dengan gemuruh ombak Selat Sunda, membawa untaian doa seorang ibu yang masih menanti kepulangan putra tunggalnya, M. Bagus Khoirunnas.
Bagus, seorang pewarta foto dan jurnalis aktif di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, dilaporkan hilang saat bertugas dan beraktivitas di kawasan pesisir Banten. Keberadaan pemuda yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut hingga kini masih menjadi misteri. Hilangnya Bagus menyisakan kepedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar LKBN Antara dan komunitas pers nasional, namun utamanya bagi sang ibu yang menggantungkan seluruh harapannya pada anak semata mayang tersebut.
Jejak Lengang di Tepian Selat Sunda
Ritual penyiraman air yang dilakukan Tini di ujung dermaga bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan simbol kepasrahan dan harapan yang tak kunjung padam. Menurut kesaksian warga lokal dan saksi mata di lokasi, perairan di sekitar dermaga tempat hilangnya jurnalis berusia 28 tahun tersebut memiliki karakteristik arus bawah yang amat ganas dan fluktuatif, terutama saat terjadi perubahan cuaca mendadak.
"Kami terus mengetuk pintu langit. Bagus adalah anak yang sangat berbakti dan menjadi tulang punggung keluarga. Saya yakin dia masih berjuang dan akan kembali kepada saya," ungkap Tini dengan suara serak menahan tangis.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Polairud Polda Banten, BPBD Pandeglang, serta relawan nelayan lokal telah dikerahkan sejak hari pertama laporan diterima. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Selat Sunda kerap menjadi hambatan utama dalam menyisir area permukaan maupun pencarian di bawah air.
Dinamika dan Kendala Operasi SAR Gabungan
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap M. Bagus Khoirunnas melibatkan penyisiran intensif radius puluhan mil laut dari titik perkiraan terakhir (Last Known Position). Kecepatan angin yang tidak menentu serta arus bawah laut yang kuat kerap memaksa tim penyelamat menyesuaikan strategi pencarian demi keselamatan para personel di lapangan.
Berikut adalah catatan ringkas perkembangan operasi pencarian yang dihimpun tim redaksi Beritadua.com:
| Hari / Tanggal | Fokus Operasi SAR | Kondisi Perairan | Catatan Lapangan |
|---|---|---|---|
| Hari Ke-1 (10/9) | Penyisiran Titik Hilang (LKP) | Gelombang 1,5 - 2,5 Meter | Penyisiran permukaan oleh tim Polairud |
| Hari Ke-2 (11/9) | Perluasan Radius ke Selatan | Angin Kencang, Arus Deras | Penyisiran armada nelayan & ritual keluarga |
| Hari Ke-3 (12/9) | Penyelaman & Penyisiran Darat | Gelombang Sedang | Penyisiran sepanjang garis Pantai Carita |
Tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 50 personel gabungan yang terbagi dalam beberapa unit perahu karet (RIB) serta tim penyisir darat. Kepala Kantor SAR Banten menegaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur, pencarian intensif akan terus dibuka selama tujuh hari pertama dengan opsi perpanjangan berdasarkan evaluasi penemuan bukti-bukti baru di lapangan.
Solidaritas Sesama Pewarta dan Evaluasi Keselamatan
Peristiwa memilukan ini memicu gelombang simpati dan solidaritas dari berbagai organisasi kewartawanan seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Tragedi hilangnya Bagus kembali membuka diskusi krusial mengenai keselamatan jurnalis saat bertugas di area berisiko tinggi, khususnya wilayah perairan dan daerah rawan bencana.
- Penyediaan Alat Perlindungan Diri (APD): Pentingnya standar keselamatan bahari bagi jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan.
- Protokol Komunikasi Darurat: Penguatan pelacakan posisi secara real-time saat awak media melakukan peliputan riskan.
- Pendampingan Psikologis Keluarga: Dukungan penuh dan berkelanjutan bagi keluarga korban terdampak musibah.
Hingga berita ini diturunkan, bayang-bayang kepastian masih dinantikan di dermaga Marina Lippo Carita. Tangisan Tini Purwanti menjadi pengingat betapa berharganya setiap nyawa di balik berita yang disajikan ke hadapan publik. Di tengah kepungan ombak dan penantian yang melelahkan, harapan agar Bagus ditemukan selamat tetap menyala di hati sanubari sang ibu.
Comments (0)