Sep 15, 2026
Nasional

Pakar Kesehatan Ungkap Penyebab Lonjakan Berat Badan Pascalebaran

JAKARTA — Fenomena kenaikan berat badan pascaperayaan Idulfitri kembali menjadi sorotan praktisi medis dan ahli gizi nasional. Investigasi kesehatan masyar

Pakar Kesehatan Ungkap Penyebab Lonjakan Berat Badan Pascalebaran

JAKARTA — Fenomena kenaikan berat badan pascaperayaan Idulfitri kembali menjadi sorotan praktisi medis dan ahli gizi nasional. Investigasi kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa lonjakan timbangan yang dialami sebagian besar warga usai Lebaran bukan semata-mata dipicu oleh hidangan utama berlemak seperti opor atau rendang, melainkan akibat konsumsi masif kudapan manis dan aneka kue kering.

Kajian nutrisi klinis membuktikan bahwa camilan khas hari raya menyimpan densitas kalori yang sangat tinggi namun minim serat, sehingga memicu surplus energi secara cepat tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.

Anatomi Perangkap Kalori Selama Libur Lebaran

Pola konsumsi masyarakat selama sepekan perayaan menunjukkan kecenderungan makan berulang dalam interval waktu singkat saat bersilaturahmi. Para pakar gizi merinci kronologi akumulasi kalori harian yang kerap tidak disadari:

  1. Sesi Pagi: Konsumsi hidangan bersantan lengkap dengan lontong dan protein berlemak yang mencapai 600 hingga 800 kalori dalam sekali santap.
  2. Sesi Kunjungan Siang: Kebiasaan mencicipi aneka kue kering di setiap rumah yang disinggahi, menyumbang rata-rata 400 hingga 700 kalori tersembunyi.
  3. Sesi Sore hingga Malam: Asupan minuman berpemanis sirup atau soda serta santap malam susulan yang melipatgandakan surplus kalori harian melebihi 3.000 kalori per hari.
"Banyak orang merasa hanya makan sedikit karena tidak mengonsumsi nasi dalam porsi besar. Padahal, tiga butir kue nastar saja kalorinya sudah setara dengan satu centong nasi putih penuh," tegas dr. Tirta Wijaya, praktisi nutrisi klinis dalam penjelasannya.

Komposisi Kue Kering yang Memicu Resistensi Lemak

Investigasi terhadap bahan baku kue kering populer seperti nastar, kastengel, dan putri salju mengungkap tingginya rasio mentega, margarin, gula halus, dan tepung terigu olahan. Kombinasi karbohidrat sederhana dan lemak jenuh ini menstimulasi lonjakan hormon insulin secara cepat, yang kemudian mempercepat proses konversi glukosa menjadi jaringan lemak tubuh.

Berikut adalah estimasi beban kalori dalam camilan Lebaran yang umum dikonsumsi:

  • Nastar: Sekitar 75–100 kalori per butir akibat kandungan selai nanas berpemanis pekat dan mentega tinggi.
  • Kastengel: Mengandung 60–80 kalori per batang dengan dominasi lemak jenuh dari keju tua.
  • Putri Salju: Menyumbang 60–70 kalori per butir dari lapisan gula dingin serta adonan kacang berkalori padat.

Langkah Restorasi Metabolisme Pascahari Raya

Untuk membalikkan efek kenaikan berat badan dan mencegah gangguan metabolik jangka panjang seperti kolesterol tinggi dan hiperglikemia, masyarakat diimbau mengambil tindakan korektif secara bertahap:

  • Menghentikan Stok Kue Manis: Singkirkan stoples kue dari jangkauan pandangan harian dan ganti dengan buah potong berkadar air tinggi.
  • Rehidrasi Terjadwal: Minum minimal 2,5 liter air mineral per hari guna meluruhkan retensi natrium akibat konsumsi makanan asin dan gurih.
  • Defisit Kalori Terukur: Kurangi asupan energi harian sebesar 300 hingga 500 kalori dari kebutuhan normal sembari meningkatkan aktivitas fisik aerobik minimal 30 menit sehari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User