Sep 15, 2026
Nasional

Basarnas Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Hilang Kontak hingga Perairan Bengkulu

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap sebuah kapal motor yang mengangkut lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) terus diintensifkan

Basarnas Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Hilang Kontak hingga Perairan Bengkulu

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap sebuah kapal motor yang mengangkut lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) terus diintensifkan menyusul hilangnya kontak di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Memasuki hari kedelapan operasi, tim SAR gabungan mengambil langkah strategis dengan memperluas radius penyisiran hingga menjangkau wilayah perairan barat Sumatra, termasuk pesisir Provinsi Bengkulu.

Langkah ekspansi wilayah operasi ini diambil berdasarkan hasil analisis pola arus laut, kecepatan angin, serta pemodelan lintasan hanyut (drift model) yang menunjukkan potensi pergerakan material atau kapal mengarah ke Samudra Hindia dan pesisir barat Pulau Sumatra. Keterlibatan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menandai babak baru dalam upaya evakuasi darurat berskala lintas provinsi ini.

Kronologi Hilang Kontak di Kawasan Selat Sunda

Berdasarkan data investigasi awal yang dihimpun tim operasi, kapal motor kayu tersebut bertolak dengan tujuan peliputan aktivitas vulkanik sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak dalam kondisi cuaca buruk:

  1. Keberangkatan Misi: Kapal bertolak dari dermaga perikanan di Banten menuju area perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk agenda peliputan dokumenter.
  2. Titik Koordinat Terakhir: Kontak radio dan sinyal telekomunikasi terakhir tercatat berada di radius beberapa mil laut dari kompleks vulkanik sebelum transmisi terputus total.
  3. Laporan Keterlambatan: Pihak asosiasi jurnalis dan keluarga melaporkan keterlambatan kepulangan kapal kepada otoritas pelabuhan setelah melampaui batas estimasi kedatangan lebih dari 24 jam.
  4. Aktivasi Operasi SAR: Basarnas bersama TNI AL, Polairud, dan relawan langsung menggelar penyisiran maritim intensif di sekitar episentrum hilangnya sinyal.
"Kami tidak menurunkan intensitas pencarian. Perluasan sektor hingga ke wilayah kerja Basarnas Bengkulu dilakukan karena pergerakan arus permukaan Selat Sunda mengarah kuat ke barat laut menuju Samudra Hindia," tegas koordinator lapangan tim SAR gabungan.

Penyisiran Masif Melibatkan Armada Lintas Sektor

Operasi hari kedelapan melibatkan koordinasi taktis antara Basarnas Banten, Basarnas Lampung, dan Basarnas Bengkulu. Seluruh armada laut dan instrumen pendeteksi maritim telah dikerahkan guna memindai permukaan laut yang luas.

Fokus operasi mencakup sejumlah sektor vital:

  • Penyisiran Jalur Terbuka Samudra Hindia: Memantau koridor perairan lepas pantai barat Lampung hingga Bengkulu bagian selatan menggunakan kapal patroli kelas utama.
  • Pemantauan Udara Terkoordinasi: Memanfaatkan sortie pesawat patroli maritim untuk mendeteksi anomali visual atau tumpahan bahan bakar di permukaan air.
  • Pemberdayaan Jaringan Nelayan: Menyebarkan maklumat radio maritim dan broadcast SAR kepada kapal-kapal kargo, tanker, serta nelayan tradisional yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Tantangan Cuaca dan Harapan Evakuasi

Tingginya intensitas gelombang laut yang mencapai 2,5 hingga 4 meter serta kecepatan angin yang fluktuatif di Samudra Hindia menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh regu penyelamat. Meski batas standar operasi SAR adalah tujuh hari, otoritas memperpanjang masa pencarian mengingat masih adanya potensi penemuan berdasarkan pemodelan keselamatan hidup di laut.

Pihak keluarga bersama komunitas jurnalis terus memantau posko komando utama di Banten dan Lampung. Otoritas maritim mengimbau seluruh kapal niaga yang melintasi kawasan barat Sumatra untuk segera memberikan laporan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan serpihan kapal, pelampung keselamatan, maupun korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User