Sep 16, 2026
Hukum

NEUQUÉN — Sengketa Mobil Dinas Berujung Ancaman Senjata Antar Pejabat

Ketegangan politik di wilayah pedalaman Argentina pecah menjadi aksi kekerasan terbuka. Insiden berdarah nyaris terjadi di Pilo Lil, sebuah wilayah komune

NEUQUÉN — Sengketa Mobil Dinas Berujung Ancaman Senjata Antar Pejabat

Ketegangan politik di wilayah pedalaman Argentina pecah menjadi aksi kekerasan terbuka. Insiden berdarah nyaris terjadi di Pilo Lil, sebuah wilayah komune kecil yang terletak di kawasan pegunungan Provinsi Neuquén, sekitar 55 kilometer dari Junín de los Andes. Peristiwa yang melibatkan adu fisik dan ancaman senjata tajam ini menyeret dua figur penting daerah: Kepala Komisi Pembangunan saat ini, Andrés Avelino Infante, dan pendahulunya, Eliseo Díaz, yang sempat memimpin komune tersebut selama 12 tahun.

Konfrontasi memalukan ini berlangsung di ruang makan Parador Turístico komunal pada Jumat lalu, tepat saat para pejabat provinsi tengah menggelar rapat kerja kelembagaan. Perselisihan bermula dari persoalan tata kelola aset publik, yakni permintaan penggunaan kendaraan dinas operasional untuk kepentingan pribadi.

Pemicu Sengketa: Prosedur Birokrasi Berujung Adu Fisik

Berdasarkan laporan kepolisian dan investigasi awal, perseteruan meletus ketika Díaz mendatangi kantor komune untuk meminjam sebuah truk dinas operasional. Truk tersebut rencananya akan digunakan untuk mengangkut jerami pakan ternak miliknya. Namun, ketegangan langsung tersulut ketika Infante menolak memberikan izin secara lisan dan mewajibkan adanya nota dinas formal serta transparansi penggunaan bahan bakar.

"Kami meminta prosedur resmi melalui surat tertulis dan pertanggungjawaban bahan bakar. Penolakan terhadap aturan ini justru memicu ledakan amarah yang tidak semestinya terjadi di lingkungan institusi," ujar Infante dalam laporan resminya.

Kronologi Kejadian di Parador Turístico

Investigasi atas rekaman keterangan para saksi di lokasi kejadian membeberkan urutan eskalasi konflik yang berlangsung cepat dan mencekam:

  1. Pukul 11.00 Waktu Setempat: Eliseo Díaz tiba di lokasi pertemuan untuk menagih ketersediaan truk pengangkut. Penolakan atas dasar prosedur memicu adu mulut bertensi tinggi selama hampir 20 menit di hadapan para pejabat provinsi.
  2. Eskalasi Fisik: Perdebatan verbal berubah menjadi kontak fisik dengan saling dorong dan caci maki di tengah ruang makan balai pertemuan.
  3. Ancaman Pembunuhan dan Senjata Tajam: Dalam laporan resminya, Infante menyatakan bahwa Díaz melontarkan ancaman pembunuhan secara langsung dengan kalimat, "Saya akan membunuhmu, kamu membuat saya muak," sembari mencabut sebilah pisau dari pinggangnya.
  4. Intervensi Saksi: Istri dari Infante, Raquel Fantini, langsung memasang badan dan berdiri membelakangi pelaku sebagai perisai hidup guna mencegah terjadinya penusukan sebelum staf lain melerai keributan tersebut.

Dua Versi Fakta dan Penyelidikan Hukum

Penyelidikan kasus ini mengungkap adanya narasi yang bertolak belakang. Istri dari Eliseo Díaz, Belén Griselda Alfonso, membantah keras klaim penyerangan bersenjata tersebut. Menurut kesaksiannya:

  • Peminjaman kendaraan dinas diklaim telah diajukan sehari sebelumnya dan disepakati tanpa kendala administratif.
  • Kekesalan memuncak murni karena truk operasional tersebut mendadak tidak tersedia di lokasi pada hari pelaksanaan.
  • Pihak Díaz mengklaim bahwa Infante yang justru memulai agresi fisik dengan mencengkeram dada mantan pejabat tersebut terlebih dahulu.

Kini pihak kepolisian setempat bersama aparat penegak hukum Provinsi Neuquén telah mengamankan tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah pejabat provinsi yang menjadi saksi mata langsung. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena mencerminkan rapuhnya transisi kekuasaan dan benturan kepentingan personal atas fasilitas negara di tingkat pemerintah daerah pedesaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User