Oct 11, 2026
Bisnis

MotoGP Mandalika dan Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi magnet bagi p...

MotoGP Mandalika dan Peluang UMKM Tembus Pasar Global

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi magnet bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Ajang balap kelas dunia ini tidak sekadar menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga membuka kanal pemasaran yang selama ini sulit dijangkau UMKM. Dalam bahasa sederhana, event berskala internasional seperti MotoGP berfungsi sebagai etalase raksasa yang mempertemukan produk-produk lokal dengan wisatawan mancanegara.

Data Dinas Pariwisata NTB mencatat kunjungan wisatawan selama rangkaian MotoGP Mandalika tahun ini menembus lebih dari 100 ribu orang, dengan komposisi sekitar 15 persen merupakan wisatawan asing. Angka ini menjadi modal awal bagi UMKM untuk menguji daya saing produk di pasar global, mulai dari kain tenun khas Sasak, kopi robusta Lombok, hingga kerajinan mutiara hasil budidaya laut setempat.

Di Satu Sisi: Pasar Global Kian Terbuka

Di satu sisi, kehadiran MotoGP memberikan akselerasi nyata bagi UMKM. Sejumlah pelaku usaha melaporkan kenaikan omzet yang signifikan selama periode balapan. Sebagai gambaran, sebuah koperasi tenun di Lombok Tengah mencatat lonjakan penjualan hingga 200 persen dibandingkan bulan biasa, dengan rata-rata transaksi per wisatawan asing mencapai Rp1,5 juta. Tren ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki fundamental yang kuat jika dipresentasikan pada momen dan tempat yang tepat.

Menurut ekonom senior Universitas Mataram, Dr. Lalu Ahmad Zaki, momentum ini harus dimanfaatkan secara strategis.

"Event internasional seperti MotoGP adalah katalis yang jarang terjadi. UMKM perlu memastikan kualitas, kemasan, dan sertifikasi produk agar tidak hanya menjadi suvenir sesaat, tetapi masuk ke rantai pasok global," ujarnya.

Sentimen pasar pun turut menguat. Indeks kepercayaan pelaku UMKM di NTB dilaporkan naik ke level 128,4 pada kuartal ketiga 2026, naik dari 112,7 pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan indeks ini mencerminkan optimisme terhadap permintaan yang lebih tinggi, seiring dengan likuiditas yang mengalir dari belanja wisatawan.

Di Sisi Lain: Tantangan Struktural Masih Membayangi

Di sisi lain, peluang tersebut tidak serta-merta bebas dari hambatan. Tantangan struktural seperti keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas produksi yang belum konsisten, serta rendahnya literasi digital masih menjadi batu sandungan. Berdasarkan data OJK per September 2026, baru sekitar 23 persen UMKM di NTB yang terhubung dengan lembaga keuangan formal. Rasio ini jauh di bawah rata-rata nasional yang menyentuh 35 persen.

Selain itu, capital outflow dari kegiatan wisatawan juga menjadi catatan. Sebagian pengeluaran wisatawan masih mengalir ke produk impor atau merek global yang hadir di kawasan Mandalika. Ini menandakan bahwa valuasi ekonomi dari event besar belum sepenuhnya dinikmati pelaku lokal jika tidak ada intervensi kebijakan yang tepat.

Pro: MotoGP membuka akses pasar ekspor, meningkatkan visibilitas produk lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kontra: Tanpa pendampingan berkelanjutan, manfaat event cenderung bersifat sementara dan tidak merata.

Proyeksi dan Langkah ke Depan

Ke depan, proyeksi Kementerian Koperasi dan UKM memperkirakan kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) NTB bisa naik dari 58 persen menjadi 62 persen pada 2028, dengan syarat adanya integrasi program pelatihan, digitalisasi, dan akses pasar yang berkelanjutan. Portofolio pembinaan UMKM pun perlu diperluas, tidak hanya berhenti pada momen balapan.

Dengan demikian, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap. Ia adalah laboratorium pasar bagi UMKM lokal untuk menguji daya saing. Jika fundamental produk diperkuat dan ekosistem pendukung dibenahi, bukan tidak mungkin produk lokal menembus pasar global secara permanen, bukan hanya selama bendera start berkibar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User