Oct 19, 2026
Bisnis

MotoGP Mandalika 2026 Buka Lapangan Kerja Musiman di Lombok

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per kuartal pertama 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika kembali mencatatkan dampak ekonomi yang sig...

MotoGP Mandalika 2026 Buka Lapangan Kerja Musiman di Lombok

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per kuartal pertama 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika kembali mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ajang balap kelas dunia ini tidak hanya menghadirkan tontonan spektakuler, tetapi juga menciptakan gelombang peluang kerja musiman yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat Lombok, mulai dari pelaku usaha mikro hingga generasi muda yang tengah membangun rekam jejak profesional.

Data Dinas Tenaga Kerja NTB menunjukkan bahwa sekitar 4.500 tenaga kerja musiman terlibat langsung dalam rangkaian acara tahun ini, mengalami kenaikan sekitar 12,5 persen dibandingkan edisi 2025 yang menyerap sekitar 4.000 pekerja. Angka ini belum termasuk multiplier effect pada sektor informal seperti pedagang kaki lima, penyedia jasa akomodasi, dan transportasi lokal.

Sektor Formal dan Informal Bergeliat

Di satu sisi, penyerapan tenaga kerja musiman ini menjadi stimulus ekonomi yang nyata bagi warga sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Berbagai posisi mulai dari petugas keamanan, tim kebersihan, kru logistik, hingga staf hospitality dibuka untuk masyarakat lokal. Sejumlah pelaku usaha kuliner dan penginapan melaporkan lonjakan pendapatan hingga 40-60 persen selama periode balapan berlangsung, seiring membanjirnya wisatawan domestik dan mancanegara.

Di sisi lain, karakter musiman dari pekerjaan ini menyisakan persoalan struktural yang tidak bisa diabaikan. Ketika rangkaian acara berakhir, sebagian besar pekerja kembali ke kondisi pengangguran atau beralih ke sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai keberlanjutan dampak ekonomi dari event megah tersebut terhadap fundamental kesejahteraan masyarakat setempat.

"Event internasional seperti MotoGP memang menciptakan lonjakan permintaan tenaga kerja, tetapi tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengonversi pekerjaan temporer ini menjadi kapasitas ekonomi permanen," ujar seorang ekonom pembangunan yang meneliti ekonomi kawasan timur Indonesia.

Peluang bagi Generasi Muda Membangun Portofolio

Menariknya, ajang ini juga membuka ruang bagi anak muda Lombok yang belum memiliki pengalaman kerja formal. Berbagai peran di bidang kreatif, dokumentasi, penerjemahan, hingga pemandu wisata memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun rekam jejak profesional yang dapat menjadi modal berharga di pasar kerja ke depan.

Salah satu peserta program pelatihan menyebutkan bahwa keterlibatan dalam event berskala global memberikan pengalaman berharga dalam hal disiplin, komunikasi, dan kerja tim. Keterampilan semacam ini, menurutnya, menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di sektor pariwisata atau perhotelan setelah acara selesai.

Dari perspektif makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto NTB terus menunjukkan tren positif. Proyeksi menunjukkan bahwa pariwisata dapat menyumbang lebih dari 20 persen PDRB NTB dalam beberapa tahun ke depan, dengan Mandalika sebagai salah satu motor penggeraknya.

Valuasi Ekonomi dan Tantangan Keberlanjutan

Jika dihitung secara menyeluruh, valuasi dampak ekonomi langsung dan tidak langsung dari MotoGP Mandalika diperkirakan menembus angka Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun per penyelenggaraan. Angka ini mencakup belanja wisatawan, sewa akomodasi, konsumsi makanan minuman, serta belanja operasional penyelenggara.

Namun, proyeksi pertumbuhan ini tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk likuiditas investasi di kawasan, kualitas infrastruktur pendukung, serta sentimen pasar terhadap stabilitas iklim usaha daerah. Tanpa perencanaan yang matang, risiko capital outflow dari daerah justru dapat mengurangi manfaat yang dirasakan warga lokal.

Kesimpulannya, penyelenggaraan MotoGP Mandalika menghadirkan dua wajah sekaligus. Pada satu sisi, event ini terbukti menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan. Pada sisi lain, sifat musiman dari pekerjaan tersebut menuntut strategi jangka panjang agar dampaknya tidak sekadar menjadi lonjakan semu yang hilang bersama bubarnya tribun sirkuit. Pemerintah daerah dan penyelenggara dinilai perlu memperkuat program pelatihan berkelanjutan, kemitraan dengan industri pariwisata, serta pengembangan usaha mikro agar manfaat ekonomi ini memiliki fondasi yang lebih kokoh dan tidak sekadar bergantung pada siklus tahunan ajang balap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User