Mantan Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana Tutup Usia

Kabar duka datang dari sektor energi nasional. Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, tutup usia pada Selasa (11/8/2026). Kepergian almarhum menjad...

Aug 12, 2026 - 06:46
0 0
Mantan Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana Tutup Usia

Kabar duka datang dari sektor energi nasional. Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, tutup usia pada Selasa (11/8/2026). Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi jajaran birokrasi energi Tanah Air, mengingat namanya termasuk dalam jajaran perumus kebijakan yang lama berkiprah di kementerian teknis tersebut.

Semasa aktif, Rida Mulyana dikenal sebagai birokrat karier yang meniti jalan panjang di Kementerian ESDM hingga menduduki posisi Sekretaris Jenderal. Jabatan ini merupakan salah satu posisi paling strategis dalam struktur kementerian karena memikul tanggung jawab koordinasi lintas unit eselon I, mulai dari minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, hingga mineral dan batu bara.

Jejak Karier di Jantung Birokrasi Energi

Sebagai Sekretaris Jenderal, almarhum berada di garis depan pengelolaan administrasi kementerian yang mengawal aset dan penerimaan negara dalam skala masif. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM dalam beberapa tahun terakhir konsisten berada di kisaran Rp 200 triliun hingga Rp 270 triliun per tahun, menjadikannya salah satu tulang punggung pendapatan APBN di luar sektor perpajakan.

Di masa pengabdiannya, almarhum turut mengawal sejumlah agenda besar, antara lain penguatan tata kelola migas, percepatan elektrifikasi nasional, serta penataan perizinan pertambangan. Kalangan yang pernah bekerja dengannya mengenang sosok yang tenang, teliti, dan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan administratif, karakter yang dinilai penting bagi kementerian yang mengelola sumber daya alam bernilai triliunan rupiah.

Warisan di Tengah Fundamental Sektor yang Berubah

Kepergian Rida Mulyana terjadi di tengah lanskap energi nasional yang jauh berbeda dibanding satu dekade lalu. Di satu sisi, fundamental sektor ESDM menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Tren produksi batu bara nasional mengalami kenaikan secara year-on-year hingga menembus lebih dari 770 juta ton, sementara lifting minyak mentah berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Kontribusi sektor ini terhadap penerimaan negara dan devisa ekspor masih sangat signifikan.

Di sisi lain, tantangan struktural yang dulu mulai dirumuskan di era almarhum kini semakin mendesak untuk diselesaikan. Bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional masih berkutat di kisaran 13 hingga 14 persen, tertinggal dari target 23 persen yang semula dipatok untuk 2025. Ketergantungan pada impor bahan bakar minyak juga belum terurai, padahal tekanan terhadap neraca perdagangan energi berpotensi memicu capital outflow bila harga minyak dunia bergejolak.

Dari kacamata fiskal, beban subsidi dan kompensasi energi tetap menjadi perhatian utama. Dalam beberapa tahun anggaran terakhir, alokasi subsidi energi bergerak pada rentang Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun, angka yang setara atau bahkan melampaui belanja infrastruktur tahunan pemerintah. Rasio tersebut menunjukkan betapa besar taruhan kebijakan energi terhadap kesehatan APBN dan sentimen pasar terhadap kredibilitas fiskal Indonesia.

Estafet Kepemimpinan dan Agenda ke Depan

Meninggalnya salah satu senior di birokrasi energi ini menjadi pengingat bahwa estafet kepemimpinan di Kementerian ESDM harus berjalan berkesinambungan. Agenda besar sudah menanti: komitmen net zero emission 2060, kemitraan pendanaan transisi energi JETP senilai 20 miliar dolar AS, serta ambisi hilirisasi mineral yang membutuhkan investasi ratusan triliun rupiah dalam satu dekade ke depan.

Proyeksi kebutuhan investasi sektor energi nasional diperkirakan mencapai lebih dari 1 triliun dolar AS hingga 2060 bila Indonesia konsisten mengejar target dekarbonisasi. Angka ini menuntut kepastian regulasi, likuiditas pendanaan yang memadai, tata kelola yang bersih, dan birokrasi yang profesional, nilai-nilai yang selama ini dipegang oleh para birokrat karier seperti almarhum.

Kementerian ESDM dan keluarga besar sektor energi kini berduka. Namun warisan tata kelola yang dibangun para pendahulu menjadi modal bagi generasi penerus untuk melanjutkan transformasi sektor yang menjadi urat nadi perekonomian nasional. Kepergian almarhum pun memantik duka di kalangan insan energi, dari lingkungan kementerian hingga pelaku industri yang pernah bersinggungan dengan kebijakan yang ia kawal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User