Sep 15, 2026
Nasional

Makassar Krisis BBM, Pemkot Terapkan WFH dan Sekolah Daring

Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kian memburuk hingga memaksa pemerintah kota mengambil langkah darura

Makassar Krisis BBM, Pemkot Terapkan WFH dan Sekolah Daring

Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kian memburuk hingga memaksa pemerintah kota mengambil langkah darurat. Antrean kendaraan bermotor di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga ratusan meter bahkan mencapai hitungan kilometer, melumpuhkan urat nadi transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

Pantauan investigatif di sejumlah titik strategis seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga Jalan Sultan Alauddin menunjukkan antrean truk logistik, angkutan kota, serta kendaraan pribadi telah memakan lebih dari separuh badan jalan utama. Kondisi ini memicu kemacetan parah yang tak terhindarkan sejak pagi buta.

Kronologi Kelumpuhan Lalu Lintas Akibat Antrean SPBU

Kekacauan distribusi energi ini berkembang secara bertahap sebelum akhirnya mencapai puncaknya dan melumpuhkan mobilitas warga secara masif:

  1. Pukul 04.30 WITA (Fase Dini Hari): Ratusan pengendara roda dua dan roda empat mulai memadati area SPBU sebelum jam operasional dimulai. Sebagian besar warga membawa jeriken dan kendaraan dengan tangki kosong demi mengamankan kuota harian.
  2. Pukul 07.00 WITA (Fase Kemacetan Total): Ekor antrean kendaraan meluber ke jalur protokol, menutup akses persimpangan vital dan menghambat laju armada ambulans serta angkutan umum.
  3. Pukul 11.30 WITA (Fase Panic Buying): Sejumlah SPBU kehabisan stok Pertalite dan Solar dalam hitungan jam, memicu kepanikan warga yang berbondong-bondong berpindah ke SPBU pinggiran kota.
"Kami mengantre sejak subuh, namun hingga siang bahan bakar belum juga terisi. Aktivitas kerja terganggu total dan jalanan terkunci kendaraan yang mogok menunggu giliran pasokan," ungkap Rahmat, salah seorang pengemudi logistik di kawasan Panaikang.

Respons Darurat Pemkot: PJJ dan Skema WFH

Merespons situasi yang kian tidak kondusif, Pemerintah Kota Makassar resmi mengeluarkan instruksi darurat guna menekan beban lalu lintas. Langkah tersebut mencakup pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang sekolah dan penerapan Work From Home (WFH) bagi sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) serta imbauan serupa untuk sektor swasta.

Keputusan ini diambil untuk memitigasi dampak emisi kendaraan yang terjebak macet berjam-jam sekaligus memberi ruang bagi mobilisasi tangki suplai Pertamina menuju titik-titik distribusi yang tersendat.

Investigasi Pasokan dan Temuan di Lapangan

Penelusuran di lapangan mengindikasikan adanya kendala logistik pada rantai pasok Terminal BBM terdekat yang diperparah oleh lonjakan konsumsi secara mendadak. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam krisis ini meliputi:

  • Keterlambatan Pasokan Kapal Tangker: Distribusi laut mengalami hambatan teknis yang berdampak langsung pada stok cadangan operasional SPBU.
  • Praktik Penimbunan Ilegal: Muncul indikasi pembelian berulang menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk dijual kembali dengan harga spekulatif di pasar gelap.
  • Disparitas Informasi Publik: Kurangnya kepastian jadwal pasokan memicu fenomena panic buying yang mempercepat kekosongan tangki SPBU.

Pemkot Makassar bersama aparat kepolisian kini memperketat pengawasan di setiap SPBU untuk menindak tegas spekulan nakal serta mengurai simpul kemacetan hingga distribusi energi kembali normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User