Sep 16, 2026
Nasional

Makassar — Kementerian ESDM Klaim Antrean BBM Telah Terurai

Pemandangan deretan kendaraan yang mengular hingga memakan bahu jalan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Makassar perlahan mulai me

Makassar — Kementerian ESDM Klaim Antrean BBM Telah Terurai

Pemandangan deretan kendaraan yang mengular hingga memakan bahu jalan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Makassar perlahan mulai menyusut. Asap knalpot dan raut wajah lelah para pengemudi angkutan kota hingga armada logistik yang telah bertahan berjam-jam kini berganti dengan alur pengisian yang lebih lancar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa krisis distribusi yang sempat melumpuhkan urat nadi transportasi di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut telah berhasil diatasi secara bertahap.

Kepanikan masyarakat atau panic buying sempat memperburuk situasi ketika isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar bersubsidi berembus kencang. Antrean panjang yang melumpuhkan lalu lintas di jalur-jalur utama Makassar dalam beberapa hari terakhir menjadi potret buram celah distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

Sinyal Pemulihan di Tengah Keresahan Warga

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengklaim telah mengintervensi pasokan secara masif. Langkah ini diambil untuk memastikan stok terminal BBM di Makassar mampu menopang kebutuhan harian masyarakat tanpa hambatan.

"Kondisi antrean pembelian BBM di wilayah Makassar dan sekitarnya saat ini sudah terkondisikan dan berangsur terurai. Kami telah memerintahkan penambahan armada mobil tangki serta memperpanjang jam operasional SPBU vital hingga 24 jam penuh," tegas perwakilan Kementerian ESDM dalam keterangan resminya.

Dampak dari hambatan pasokan tersebut sempat memukul sektor ekonomi kecil. Para sopir angkutan barang harus merelakan jam kerja mereka terbuang sia-sia hanya untuk mendapatkan BBM bersubsidi. "Kami kehilangan potensi pendapatan harian hanya karena harus mengantre sejak subuh demi mendapatkan Solar," keluh Rahmat (42), seorang pengemudi truk logistik antar-kabupaten saat ditemui di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Mengurai Akar Masalah Distribusi BBM di Sulawesi Selatan

Investigasi mendalam menunjukkan bahwa simpul kemacetan pasokan ini dipicu oleh kombinasi keterlambatan jadwal sandar kapal tanker akibat cuaca buruk dan lonjakan konsumsi lokal yang mendadak. Kendala logistik di Integrated Terminal Makassar langsung berdampak domino pada puluhan SPBU yang tersebar di wilayah urban tersebut.

Untuk memetakan kondisi sebelum dan sesudah intervensi pemerintah, berikut adalah tabel perbandingan kondisi distribusi BBM di Makassar:

Parameter Pemantauan Kondisi Puncak Krisis Kondisi Pasca-Intervensi
Waktu Tunggu Antrean 2 hingga 4 Jam 15 hingga 30 Menit
Status Operasional SPBU Terbatas (Stock Out lebih cepat) 24 Jam Siaga
Penyaluran Harian Pertalite/Solar Terhambat keterlambatan armada Peningkatan Kuota +20%

Langkah Strategis Penanganan Krisis Energi

Guna mencegah terulang kembali krisis serupa, Kementerian ESDM mendorong Pertamina Patra Niaga untuk menerapkan beberapa langkah antisipatif dan penanganan cepat di lapangan:

  • Penerjunan Armada Cadangan: Memobilisasi mobil tangki tambahan dari terminal BBM terdekat seperti Parepare dan Palopo untuk mempercepat suplai ke Makassar.
  • Operasional SPBU Prioritas: Menginstruksikan SPBU di jalur arteri utama dan jalur logistik untuk beroperasi tanpa henti selama 24 jam.
  • Pengawasan Ketat Digital: Mengoptimalkan sistem pemantauan digital via CCTV dan IT System Pertamina guna mendeteksi SPBU yang mengalami kekosongan stok secara real-time.
  • Penindakan Spekulan: Bekerja sama dengan aparat kepolisian daerah untuk menindak tegas oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau pembelian tidak wajar.

Kendati situasi mulai kondusif, Kementerian ESDM mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pengawasan di tingkat pengecer dan keandalan sarana pengangkutan laut menjadi kunci utama agar kelangkaan BBM tak lagi berulang di wilayah strategis Sulawesi Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User