Sep 15, 2026
Hukum

LAS VEGAS — Bukti DNA Ungkap Pelaku Pembunuhan Sandra DiFelice Setelah 42 Tahun

Sebuah misteri kejahatan masa lalu yang terkubur selama lebih dari empat dekade di Las Vegas, Nevada, akhirnya terkuak secara dramatis. Berkat kemajuan mut

LAS VEGAS — Bukti DNA Ungkap Pelaku Pembunuhan Sandra DiFelice Setelah 42 Tahun

Sebuah misteri kejahatan masa lalu yang terkubur selama lebih dari empat dekade di Las Vegas, Nevada, akhirnya terkuak secara dramatis. Berkat kemajuan mutakhir teknologi genetika dan kegigihan seorang anak yang mencari keadilan bagi ibunya, Kepolisian Metropolitan Las Vegas (LVMPD) berhasil menetapkan tersangka utama dalam kasus pembunuhan brutal Sandra DiFelice yang terjadi pada tahun 1980 silam.

Kasus pembunuhan wanita muda berusia 25 tahun ini sempat membeku selama 42 tahun karena keterbatasan teknologi uji forensik pada era tersebut. Pelaku yang sempat diinterogasi dan dilepaskan polisi pada masa awal penyelidikan, akhirnya terbukti tak terbantahkan melalui pencocokan sampel DNA terbaru.

Tragedi Musim Dingin 1980 di Las Vegas

Peristiwa kelam ini bermula ketika Sandra DiFelice ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya di Las Vegas pada 26 Desember 1980. Korban ditemukan dalam kondisi mengalami kekerasan seksual dan luka mematikan akibat jeratan benda tumpul di lehernya. Saat itu, aparat kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti fisik dari tempat kejadian perkara (TKP), termasuk cairan tubuh pelaku yang tertinggal.

"Selama puluhan tahun kami hidup dalam ketidakpastian tanpa mengetahui siapa yang telah merenggut nyawa ibu saya secara keji," ungkap Charlene, putri mendiang Sandra DiFelice.

Kendati beberapa pria sempat masuk dalam daftar kecurigaan penyelidik pada 1980, minimnya bukti konklusif memaksa kepolisian melepas mereka. Kasus ini pun perlahan tenggelam dalam arsip cold case tanpa ada satu pun pihak yang dijatuhi dakwaan.

Kronologi Pengungkapan Kembali Kasus

Titik balik penyelidikan terjadi ketika putri korban memutuskan untuk menghubungi kembali unit kejahatan masa lalu kepolisian guna menanyakan perkembangan berkas kematian ibunya:

  1. Februari 2021: Putri Sandra DiFelice mengajukan permohonan resmi kepada Unit Cold Case Kepolisian Las Vegas untuk meninjau kembali berkas perkara pembunuhan tahun 1980.
  2. Pertengahan 2021: Detektif forensik mengirimkan ulang sampel materi biologis dari TKP ke laboratorium swasta mutakhir untuk ekstraksi profil DNA lanjutan.
  3. Awal 2022: Hasil analisis genealogis genetik forensik berhasil memetakan profil tersangka yang mengarah langsung kepada Paul Rowles.
  4. Penetapan Resmi: Otoritas kepolisian secara definitif mengonfirmasi kecocokan DNA 100 persen dan menetapkan almarhum Paul Rowles sebagai pelaku tunggal pembunuhan Sandra DiFelice.

Keadilan yang Tertunda oleh Waktu

Hasil pencocokan basis data DNA nasional menunjukkan bahwa profil genetik dari TKP identik dengan Paul Rowles, seorang pria yang sebenarnya pernah diinterogasi penyidik pada hari-hari awal pasca-kematian korban pada 1980. Namun, kala itu Rowles dibebaskan lantaran polisi kekurangan bukti forensik yang mengikat secara hukum.

Catatan kriminal kepolisian memperlihatkan bahwa Rowles memiliki rekam jejak panjang dalam kejahatan seksual dan pembunuhan berantai. Pria tersebut telah meninggal dunia di dalam penjara pada tahun 2013 saat menjalani hukuman atas kasus kejahatan serupa lainnya. Meskipun tersangka telah tiada, pengungkapan berbasis sains ini memberikan jawaban pasti sekaligus keadilan moral bagi keluarga yang menanti selama 42 tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User