Sep 15, 2026
Nasional

KUTAI TIMUR — SHJ Tanam Jagung di Muara Bengkal Demi Ketahanan Pangan

Di bawah terik matahari khatulistiwa yang memanggang daratan Kutai Timur, hamparan tanah di Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, kini berganti rupa. W

KUTAI TIMUR — SHJ Tanam Jagung di Muara Bengkal Demi Ketahanan Pangan

Di bawah terik matahari khatulistiwa yang memanggang daratan Kutai Timur, hamparan tanah di Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, kini berganti rupa. Wilayah yang sebelumnya menyimpan kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu mulai disulap menjadi benteng pangan hijau. Inisiatif penanaman komoditas jagung yang digagas oleh PT Sumber Hidup Jaya (SHJ) menjadi penanda peralihan metode agrikultur konvensional menuju sistem budidaya berkelanjutan tanpa pembakaran.

Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni tanam perdana, melainkan upaya investigatif dalam membedah akar persoalan karhutla musiman di Kalimantan Timur. Selama puluhan tahun, metode tebas-bakar kerap menjadi jalan pintas masyarakat agraris karena keterbatasan modal dan teknologi pengolahan tanah mekanis. Masuknya program pemanfaatan lahan produktif ini membuktikan bahwa perlindungan ekologis dapat berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi pedesaan.

Mengurai Ancaman Karhutla Lewat Konversi Lahan Produktif

Kecamatan Muara Bengkal memiliki catatan historis kerentanan lahan gambut dan semak belukar kering saat musim kemarau ekstrem melanda. Program penanaman jagung oleh SHJ hadir sebagai solusi preventif berbasis pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB). Dengan memanfaatkan alat berat dan mikroorganisme pengurai limbah organik, biomassa tanaman diolah langsung menjadi pupuk kompos alami, alih-alih dihanguskan api.

Pendekatan ini secara signifikan menurunkan potensi hotspot (titik panas) di wilayah konsesi maupun area perkebunan rakyat sekitarnya. Berdasarkan komparasi lapangan, pendekatan mekanis ramah lingkungan memberikan dampak ganda yang terukur:

Parameter Analisis Metode Tebas-Bakar Konvensional Model PLTB & Tanam Jagung SHJ
Emisi Karbon Tinggi, memicu polusi asap pekat Nol emisi pembakaran, karbon tersimpan di tanah
Struktur Hara Tanah Rusak, mikroba tanah mati terbakar Terjaga, bahan organik terurai alami
Keluaran Ekonomi Hanya komoditas tunggal musiman Diversifikasi pangan bernilai jual stabil

Sinergi Komunitas dan Stabilitas Pangan Lokal

Keberhasilan program ketahanan pangan ini bertumpu pada pelibatan aktif petani lokal di Benua Baru. SHJ tidak hanya menyediakan bibit unggul jagung hibrida dan pendampingan agronomi, tetapi juga membangun skema penyerapan hasil panen yang terstruktur agar petani tidak terjebak dalam permainan tengkulak.

“Pemanfaatan lahan tidur menjadi kebun jagung ini membuktikan bahwa menjaga hutan tidak harus mematikan mata pencaharian warga. Kami ingin membuktikan bahwa kelestarian alam dan kemakmuran petani dapat berjalan beriringan tanpa api,” ujar perwakilan manajemen program pemberdayaan masyarakat.

Program budidaya jagung ini juga sejalan dengan agenda strategis nasional dalam memperkuat kemandirian pasokan pangan hewani dan konsumsi. Di Kalimantan Timur, kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak masih didominasi pasokan antarpulau, sehingga produksi lokal dari Muara Bengkal memiliki daya saing pasar yang sangat menjanjikan.

  • Penguatan Logistik Pangan: Memotong rantai pasok distribusi pakan ternak regional Kutai Timur.
  • Pemberdayaan Berkelanjutan: Transfer teknologi pertanian modern kepada kelompok tani desa.
  • Mitigasi Kebencanaan: Pengawasan terpadu kawasan rawan karhutla berbasis masyarakat peduli api.

Transformasi di Benua Baru menjadi model percontohan bagi korporasi lain di sektor perkebunan dan kehutanan. Mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan ke dalam aksi nyata ketahanan pangan bukan lagi pilihan pelengkap, melainkan instrumen mutlak untuk memutus siklus bencana kabut asap di Bumi Etam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User